4 Resep ASI Booster Alami untuk Busui

Ada beragam ASI booster alami yang bisa jadi pilihan Ibu menyusui untuk meningkatkan kualitas dan produksi ASI. Meski begitu, ternyata pilihan ASI booster alami ini tidak selalu bekerja di setiap Ibu. Masing-masing memiliki jenis ASI booster alami yang tepat untuk tubuh sehingga manfaatnya benar dirasakan oleh Ibu dan si Kecil.

Primagro tebus murah
Hal ini karena setiap tubuh Ibu punya karakter, latar belakang dan selera makan yang berbeda. Sehingga hal ini yang kemudian memengaruhi efektivitas dari ASI booster alami.

Oleh karena itu, Ibu jangan hanya terpaku dan tergantung dengan satu jenis ASI booster alami saja. Jangan ragu mencoba ragam booster demi tumbuh kembang si Kecil yang optimal dan baik.

Menurut penelitian, ASI booster alami biasanya dibutuhkan oleh Ibu terutama saat mulai memberikan MPASI kepada si Kecil di usia 6 bulan. Karena sudah diselingi dengan makanan, kebutuhan si Kecil akan ASI menjadi berkurang yang sejalan dengan produksi ASI.

Supaya proses perkembangan si Kecil tidak terhambat mari simak bersama informasi mengenai varian ASI booster alami yang bisa Ibu konsumsi.

Variasi ASI Booster Alami untuk Ibu Menyusui
Berikut adalah sejumlah bahan makanan sehat yang dipercaya bisa menjadi ASI booster alami yang baik untuk dikonsumsi Ibu di masa menyusui:

Daun Katuk
Sebagai ASI booster alami, daun katuk sudah lama dipercaya oleh masyarakat untuk meningkatkan produksi ASI. Daun katuk memiliki senyawa yang bisa merangsang hormon prolaktin untuk melancarkan ASI. Meski begitu, Ibu perlu konsumsi dalam jumlah yang cukup banyak supaya daun katuk bisa bekerja dengan baik sebagai ASI booster alami.

Edamame
Edamame adalah salah satu jenis bahan makanan yang sehat karena bebas gluetn, rendah kalori dan tidak mengandung kolesterol. Selain itu edamame juga tinggi protein dan asam folat sehingga termasuk ASI booster alami yang bisa meningkatkan produksi dan juga kualitas ASI.

Kurma
Sebagai ASI booster alami, kurma mengandung kalium yang bisa merangsang hormon prolaktin yang bisa merangsang kelenjar payudara untuk memproduksi ASI. Selain itu, kurma juga bisa melindungi tubuh dari radikal bebas karena kandungan antioksidannya.

Asparagus
Sayuran ini termasuk ASI booster alami karena memiliki sifat estrogenik yang bisa meningkatkan kadar hormon prolaktin di dalam tubuh. Selain itu, asparagus mengandung flavonoid dan saponin yang bisa meningkatkan dan menjaga sekresi ASI. Bonusnya, asparagus akan menjaga kesehatan pencernaan dan menurunkan tekanan darah Busui.

Ikan
Ikan sebagai sumber protein hewani adalah salah satu ASI booster alami yang juga mengandung omega 3, asam lemak dan berbagai vitamin serta mineral. Ikan juga bisa meningkatkan prolaktin dan oksitosin pada Ibu menyusui.

Resep ASI Booster Alami untuk Ibu Menyusui

Selain bahan makanan di atas, berikut ini sejumlah resep ASI booster alami yang bisa Ibu buat dari berbagai bahan makanan yang sehat. Selain rasanya enak, kombinasi nutrisi dari beragam bahannya bisa meningkatkan produksi dan kualitas ASI Ibu.

Banana Milkshake

Banana Milkshake sebagai ASI Booster Alami
Bahan-bahan:
500 g daging buah pisang cavendish
150 g es krim vanilla
100 ml susu Frisian Flag PRIMAMUM yang diseduh
1/2 sdt ekstrak vanilla
whipping cream, kocok kaku

Cara Membuat:
Potong-potong daging buah pisang ke dalam bentuk dadu 1,5 cm. Simpan dalam freezer hingga beku.
Masukkan pisang, es krim vanilla, susu Frisian Flag PRIMAMUM, dan ekstrak vanilla ke dalam blender. Haluskan.
Tuang ke dalam gelas saji. Berikan whipping cream di atasnya sebagai topping. Sajikan segera.

Smoothies Blueberry and Peanut Butter

Smoothies Blueberry and Peanut Butter sebagai ASI Booster Alami
Bahan-bahan:
1 cangkir susu Frisian Flag PRIMAMUM yang diseduh
1/2 pisang beku
1/3 cangkir gandum atau oat
1 cangkir blueberry beku
2 sdm selai kacang

Cara Membuat:
Masukkan semua bahan ke dalam blender.
Tutup blender, hancurkan hingga semua bahan tercampur halus sekitar 30 detik.
Sajikan dan konsumsi segera.

Lactation Cookies

Lactation cookies sebagai booster asi alami
Bahan-bahan:
1 cup mentega
1 cup gula pasir
1 cup brown sugar padat
4 sdm susu Frisian Flag PRIMAMUM yang diseduh
2 sdm flaxseed bubuk
2 butir telur
1 sdt vanili
2 cup tepung terigu
1 sdt baking soda
1 sdt garam
3 cup oat
1 cup chocolate chips
2-4 sdm brewer’s yeast

Cara Membuat:
Panaskan oven hingga 180ᵒ C.
Campur flaxseed dan air, kemudian diamkan selama 3-5 menit.
Kocok mentega, gula, dan brown sugar hingga tercampur rata.
Tambahkan telur dan campur rata.
Tambahkan campuran flaxseed dan susu Frisian Flag PRIMAMUM yang diseduh, kocok kembali hingga tercampur rata.
Ayak bahan kering berupa tepung terigu, brewer’s yeast, baking soda, dan sedikit garam.
Tambahkan bahan kering tersebut ke campuran mentega.
Masukkan oat dan chocolate chips. Aduk rata.
Ambil sesendok adonan, letakkan di atas loyang, dan pipihkan. Lakukan terus sampai adonan habis.
Panggang selama 12 menit.
Biarkan kue dingin selama beberapa saat sebelum dipindahkan dari loyang.
Lactation cookies siap dihidangkan.

Jus Kurma

Jus Kurma sebagai ASI Booster Alami
Bahan-bahan:
6-7 butik buah kurma
60 ml air
150 susu Frisian Flag PRIMAMUM yang diseduh

Cara membuat:
Buang biji kurma dan rendam buah kurma di dalam air selama 8 jam
Masukkan kurma ke dalam lemari es selama 2-4 jam
Masukkan blender yang sudah dibekukan, susu Frisian Flag PRIMAMUM yang diseduh dan air rendaman kurma
Jus kurma siap disajikan
Itulah sejumlah pilihan ASI booster alami yang berasal dari berbagai jenis bahan makanan dan beberapa resep ASI booster alami yang bisa Ibu coba praktekkan di rumah. Selain menjadi cemilan yang lezat, ASI booster alami ini sangat berperan untuk kebutuhan nutrisi si Kecil.

Ini Pentingnya Inisiasi Menyusui Dini untuk Bayi Baru Lahir

Inisiasi Menyusui Dini atau IMD adalah salah satu proses menyusui bayi sesaat setelah bayi dilahirkan. Proses ini dilakukan dengan meletakkan bayi di atas perut atau dada ibunya, setelah itu bayi akan berusaha untuk mencari dan mencapai puting ibu untuk menyusu secara langsung pertama kali.

Ada berbagai manfaat yang bisa dirasakan oleh ibu dan bayi yang melakukan proses inisiasi menyusui dini. Yuk, simak ulasannya dalam artikel ini agar ibu semakin mengetahui pentingnya proses menyusui baik bagi ibu dan bayi.

Pentingnya Melakukan IMD pada Bayi yang Baru Dilahirkan
Bukan hanya Ikatan Dokter Anak Indonesia yang menyarankan untuk melakukan proses IMD, World Health Organization (WHO) juga menyarankan hal yang serupa karena manfaatnya yang baik untuk ibu dan bayi.

Melansir dari WHO, inisiasi menyusui dini bisa dilakukan dalam satu jam pertama setelah bayi dilahirkan. Ada beberapa manfaat yang bisa dirasakan, seperti:

Meningkatkan imunitas bayi.
Mencegah bayi mengalami infeksi.
Menurunkan risiko kematian pada bayi yang baru dilahirkan.
Meningkatkan ikatan emosional antara ibu dan bayi.
Membantu menstimulasi payudara ibu untuk memproduksi ASI.
Itulah pentingnya melakukan inisiasi menyusui dini pada bayi. Hal ini juga membuat bayi akan mengonsumsi kolostrum yang dihasilkan ibu setelah persalinan. Kolostrum merupakan cairan ASI pertama yang memiliki kandungan nutrisi dan vitamin sangat baik untuk bayi. Oleh karena itu, bayi tidak akan mudah sakit dan mendapatkan imun tubuh yang optimal.

Ini Cara Melakukan Inisiasi Menyusui Dini

Proses IMD biasanya akan dilakukan di ruang persalinan dengan bantuan tenaga medis dan dokter. Setelah bayi dilahirkan, tim medis akan langsung meletakkan bayi di atas perut atau dada dengan posisi kepala menghadap ke arah ibu. Kemudian, beberapa bagian tubuh bayi akan dikeringkan, seperti wajah, kepala, dan bagian tubuh lainnya, kecuali tangan.

Hal ini disebabkan pada tangan bayi masih terdapat amnion. Bau cairan amnion akan membantu bayi untuk menuju payudara ibu dan mencapai puting. Jika ruangan bersalin memiliki suhu yang dingin, biasanya ibu dan bayi akan diselimuti oleh kain hangat dan kepala bayi menggunakan penutup kepala.

Biasanya setelah beberapa menit, bayi baru akan bergerak mencari puting ibunya dengan menggerakkan kaki, bahu, dan tangannya. Saat mencapai puting, bayi akan mulai menyusu. Selama proses menyusu, bayi akan belajar untuk mengkoordinasikan gerakan menghisap, menelan, dan bernapas.

Setelah proses inisiasi menyusui dini selesai, baru bayi akan dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Sebaiknya setelah proses pemeriksaan selesai, bayi berada di dalam ruangan dengan ibu agar lebih leluasa untuk melakukan proses menyusui.

Lakukan Ini Agar Produksi ASI Tetap Stabil

Agar proses menyusui tetap berjalan lancar, sebaiknya perhatikan beberapa hal ini agar produksi ASI tetap lancar sehingga ibu bisa menyusui secara optimal:

Tingkatkan Frekuensi Menyusui
Semakin sering ibu menyusui bayi, ternyata bisa merangsang produksi ASI menjadi stabil atau lebih banyak. Lakukan proses menyusui minimal 8 hingga 12 kali sehari untuk mengontrol jumlah ASI. Ibu juga bisa menyusui lebih dari 12 kali agar jumlah ASI semakin meningkat.

Pumping Disela Waktu Menyusui
Saat bayi tertidur, ibu juga bisa melakukan pumping atau memerah ASI untuk meningkatkan jumlah ASI. Cobalah untuk pumping ketika selesai menyusui, bayi melewatkan waktu menyusu, atau bayi mendapatkan ASI menggunakan media lain.

Mengonsumsi Makanan Sehat
Jangan lupa untuk mengonsumsi makanan sehat yang bisa meningkatkan jumlah ASI, seperti sayuran hijau, biji-bijian, kacang-kacangan, hingga ikan dan telur.

Perbanyak Air Putih
Perbanyak mengonsumsi air putih agar ibu tidak mengalami dehidrasi. Kondisi ini membuat jumlah ASI bisa menurun. Jadi, pastikan ibu mengonsumsi air putih minimal delapan gelas setiap harinya.

Gangguan Hormon Dapat Sebabkan ASI Tidak Lancar

ASI dapat keluar melalui proses laktasi, yaitu proses memproduksi dan melepaskan ASI dari kelenjar susu di payudara ibu. Laktasi mulai terjadi pada kehamilan, ketikan perubahan hormonal memberi sinyal pada kelenjar susu untuk membuat susu sebagai persiapan untuk kelahiran bayi.

Hormon yang berkontribusi dalam proses produksi ASI yaitu prolaktin dan oksitosin. Hormon prolaktin pada wanita berperan dalam merangsang kelenjar susu untuk memproduksi ASI dan fungsi sel tubuh lainnya. Sedangkan hormon oksitosin diproduksi oleh kelenjar pituitari di otak yang juga penting untuk kelancaran ASI.

Nah, jika hormon pada tubuh ibu terganggu maka bisa menyebabkan ASI tidak lancar. Itulah pentingnya bagi ibu menyusui menjaga kestabilan hormon demi produksi ASI yang cukup.

Hubungan Gangguan Hormon dan ASI Tidak Lancar

Beberapa kondisi dapat mengganggu pelepasan hormon oksitosin, yang dapat menyebabkan ASI tidak lancar. Jika ibu mengalami rasa sakit setelah melahirkan, misalnya sakit karena pasca menjalani persalinan caesar, rasa sakit tersebut bisa mengganggu pelepasan hormon oksitosin.

Selain itu, jika ibu pernah menjalani operasi payudara, maka kemungkinan terjadi pemotongan saraf di sekitar puting. Hal tersebut juga bisa menjadi masalah pada produksi ASI. Saraf di puting susu diperlukan untuk memberi sinyal pada otak untuk melepaskan oksitosin dan prolaktin, sehingga membuat ASI mengalir.

Kerusakan saraf di area puting dapat mengganggu refleks dan pengeluaran ASI dari payudara. Karena saraf tidak dapat menghantarkan sinyal ke otak, sehingga pelepasan hormon oksitosin dan prolaktin tidak terjadi.

Perlu diketahui, stres, kelelahan, penyakit, rasa takut dan malu, gaya hidup, hingga kebiasaan merokok dapat mengganggu stabilitas hormon yang menyebabkan ASI tidak lancar.

Selain faktor di atas, berikut ini beberapa penyebab gangguan hormon yang mempengaruhi kelancaran ASI:

Penggunaan alat kontrasepsi yang mengandung estrogen. Ketika ada perubahan keseimbangan antara hormon estrogen dan prolaktin, hal itu dapat mempengaruhi suplai ASI. Alat kontrasepsi yang mengandung estrogen diketahui dapat menyebabkan penurunan produksi ASI.
Depresi. Kadar hormon prolaktin dan oksitosin dapat menurun pada ibu yang mengalami depresi.
Penggunaan dot terlalu dini pada bayi. Saat bayi menyusui langsung ke payudara, maka semakin banyak hormon prolaktin yang akan dihasilkan. Ketika bayi menggunakan dot, maka kesempatan untuk meningkatkan hormon prolaktin akan berkurang.
Obesitas. Kelebihan berat badan maupun terlalu kurus dapat menyebabkan gangguan hormon.

Cara Menstimulasi Pelepasan Hormon Supaya ASI Lancar

Jika ibu mengalami gangguan hormon yang berkontribusi pada kelancaran ASI, ada beberapa cara untuk memicu produksi hormon. Beberapa upaya yang dapat ibu lakukan yaitu:

Menyusui atau memompa ASI lebih sering.
Mengonsumsi makanan sehat, bahan-bahan herbal, dan suplemen yang membantu meningkatkan kadar prolaktin.
Berpelukan dengan bayi untuk meningkatkan pelepasan hormon oksitosin.
Relaksasi tubuh untuk mengurangi stres.
Mandi air hangat atau kompres hangat ke payudara.
Terlibat kontak skin to skin dengan bayi.
Pijat lembut payudara.
Hindari alkohol dan merokok.
Jika kesakitan, minum obat pereda nyeri yang diresepkan dokter.