Jika Bayi Anda Prematur

Apabila bayi Anda lahir lebih awal, bayi Anda akan terlihat seperti bayi yang lahir dengan usia kehamilan yang cukup ketika ia berusia 40 minggu, dihitung dari waktu kehamilan dimulai (kecuali jika bayi lahir sangat dini). Pada awalnya kulit bayi akan […]

Tips Menyusui Dengan Botol

Bila bayi Anda tidak mendapatkan ASI, susu formula yang diperkaya dengan besi adalah satu-satunya makanan pengganti yang dapat dipilih untuk diberikan selama satu tahun pertama. Apabila Anda menyiapkan susu formula dari bentuk konsentrat atau bubuk, ikuti petunjuk di label produk […]

Tips Menyusui Dengan ASI

ASI adalah makanan terbaik untuk bayi, ASI memiliki semua nutrisi yang dibutuhkan bayi, mencegah alergi makanan, bahkan melindungi dari beberapa penyakit. Sangatlah penting untuk memulai ASI segera setelah bayi lahir dan tidak memberi dia apa-apa kecuali ASI selama minggu-minggu pertama. […]

Infeksi Penyebab Abortus

Teori peran mikroba infeksi terhadap kejadian abortus mulai diduga sejak 1917, ketika DeForest dan kawan-kawan melakukan pengamatan kejadian abortus berulang pada perempuan yang ternyata terpapar brucellosis. Beberapa jenis organisme tertentu diduga berdampak pada kejadian abortus antara lain: 1. Bacteria a. […]

Klasifikasi dan Kriteria Anti Phospholipid Syndrome

The International Consensus Workshop pada 1998 mengajukan klasifikasi criteria untuk APS, yaitu meliputi: 1. trombosit vascular satu atau lebih episode thrombosis arteri, venosa atau kapilar yang dibuktikan dengan gambaran Doppler, pencitraan, atau histopatologi pada histopatologi, trombosisnya tanpa disertai gambaran inflamasi […]

Hubungan Abortus dan Autoimun

Penyebab Autoimun Terdapat hubungan yang nyata abortus berulang dan penyakit autoimun. Misalnya, pada Systematic Lupus Eryhematosus (SLE) dan Antiphospholipid Antibodies (aPA). aPA merupakan antibody spesifik yang didapati pada perempuan dengan SLE. Kejadian abortus spontan di antara pasien SLE sekitar 10%, […]

Defek Anatomic Uterus

Anatomik Defek anatomic uterus diketahui sebagai penyebab komplikasi obstetric, seperti abortus berulang, prematuritas, serta malpresentasi janin. Insiden kelainan bentuk uterus berkisar 1/200 sampai 1/600 perempuan. Pada perempuan dengan riwayat abortus, ditemukan anomaly uterus pada 27 % pasien. Studi oleh Acien […]

Kelainan Genetik Penyebab Abortus

Struktur kromosom merupakan kelainan kategori ketiga. Kelainan structural terjadi pada sekitar 3 % kelainan sitogenetik pada abortus. Ini menunjukkan bahwa kelainan structur kromosom sering diturunkan dari ibunya. Kelainan struktur kromosom pada pria bisa berdampak pada rendahnya konsentrasi sperma, infertilitas, dan […]

Abortus Spontan

Penyebab Genetik Sebagian besar abortus spontan disebabkan oleh kelainan kariotip embiro. Paling sedikit 50 % kejadian abortus pada trimester pertama merupakan kelainan sitogenetik. Bagaimanapun, gambaran ini belum termasuk kelainan yang disebabkan oleh gangguan gen tunggal (misalnya kelainan Mendelian) atau mutasi […]

Penyebab Abortus

Etiologi Penyebab abortus (early pregnancy loss) bervariasi dan sering diperdebatkan. Umumnya lebih dari satu penyebab. Penyebab terbanyak di antaranya adalah sebagai berikut. 1. Factor genetik. Translokasi parental keseimbangan genetik Mendelian Multifactor Robertsonian resiprokal 2. Kelainan congenital uterus Anomaly duktus Mulleri […]

Jenis Abortus Dalam Kehamilan

Abortus adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. Sebagai batasan ialah kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram. Abortus yang berlangsung tanpa tindakan disebut abortus spontan, sedangkan abortus yang […]

Antibiotika Kombinasi dan Perdarahan Pada Kehamilan Muda

Antibiotika Kombinasi untuk Pasien Gawat Darurat (dengan skala pilihan) 1. Seftriakson 250 – 500 mg dosis tunggal atau Siprofloksasin 3 x 500 mg atau spektinomisin 2 g dosis tunggal. 2. Seftriakson 1 g (I.V.) dosis tunggal + metronidazol 2 x […]

Antibiotika Terapeutik

Antibiotika Terapeutik 1. Sebagai pertahanan pertama terhadap infeksi serius, berikan kombinasi antibiotika: a. Ampisilin 2 g I.V. setiap 6 jam; b. DITAMBAH gentamisin 5 mg/kg berat badan I.V. setiap 24 jam; c. DITAMBAH metronidazol 500 mg I.V. setiap 8 jam. […]