5 Tips Menjaga Kesehatan Mental Ibu Menyusui

5 Tips Menjaga Kesehatan Mental Ibu Menyusui

5 Tips Menjaga Kesehatan Mental Ibu Menyusui – Seorang perempuan yang baru saja melahirkan dan menjadi ibu, sangat wajar jika mengalami perasaan yang naik turun.Dilansir dari Verywell Family, ibu baru itu perasaannya mudah berubah, dari bahagia menjadi sedih dan kembali bahagia lagi dalam hitungan menit.

Kondisi tersebut terjadi akibat perubahan hormon sehingga emosi pun jadi tak terduga. Kondisi tersebut normal dialami oleh ibu menyusui. Tenang https://www.stmik.co/ saja, bertepatan dengan Pekan ASI Sedunia, berikut ini tips menjaga kesehatan mental dan emosional bagi ibu menyusui:

Beristirahatlah

Ada begitu banyak hal yang harus dilakukan ketika menjadi seorang ibu.Di mana pekerjaan harian pun bisa terasa sangat berat dan melelahkan. Jika situasi tersebut Kawan Puan hadapi, sebaiknya istirahat yang cukup, agar tubuh pun merasa lebih baik.

Minta Bantuan

Ibu dan bayi sama-sama membutuhkan bantuan untuk memberi dan menerima ASI.Kadang jika ibu kesulitan membuat bayi menyusu pun mungkin jadi membuat frustasi atau bahkan timbul perasaan bersalah karena tak mampu memberi makan buah hati. Mengetahui kondisi tersebut, sebaiknya kamu meminta bantuan agar menyusui bisa berhasil.

Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri

Kawan Puan tak perlu melakukan semua urusan bayi sendiri selama 24 jam penuh, kamu sebaiknya istirahat. Meluangkan waktu untuk diri sendiri itu sangat baik untuk dilakukan agar perasaanmu jadi lebih baik. Di saat me time, sebaiknya minta pasangan, anggota keluarga atau teman bersama bayimu sebentar agar kamu bisa lebih leluasa menikmati waktu sendiri. Contoh me time untuk ibu menyusui yakni jalan-jalan, perawatan di salon, manikur, makan siang dengan teman, atau hanya tidur siang.

Bangun Support System

Menyusui bisa sangat bermanfaat, tetapi juga bisa penuh dengan tantangan dan kekhawatiran bagi sang ibu. Oleh sebab itu, penting bagi perempuan untuk punya support system yang bisa membantumu melalui hal menantang di hidup. Support system bisa dari pasangan, ibu, saudara perempuan, teman baik, maupun terapis. Jika tidak memiliki support system yang kuat, pertimbangkan untuk bergabung dengan kelompok menyusui lokal atau daring agar kamu tak merasa sendiri.

Bicarakan Perasaanmu

Kawan Puan, kamu tak harus menyimpan semua hal sendiri.Maksudnya, tak masalah jika kamu membicarakan apa yang dirasakan agar merasa lebih baik. Apabila kamu tidak dapat berbicara dengan pasangan, keluarga, atau teman, maka komunikasikanlah dengan seorang profesional kesehatan mental.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *