Perubahan Fisiologis Uterus pada Saat Kehamilan

 

Perubahan Fisiologik Uterus pada Saat KehamilanPertumbuhan uterus ke arah kavum abdomen disetai dengan sedikit rotasi ke arah kanan sumbu badan ibu atau dikenal dengan istilah destrorotasi. Kondisi ini disebabkan oleh adanya kolon rektosigmoid yang mengisi sebagian besar ruang abdomino pelvikum kiri.

Kecepatan pembesaran uterus pada primigravida dan multigravida dapat sedikit berbeda (kisaran 1 – 2 minggu) dan hal ini menimbulkan variasi dalam estimasi besar uterus pada awal pemeriksaan kehamilan awal atau tera usia kehamilan dengan menggunakan titik anatomik tertentu (misalnya: fundus uteri setinggi umbilikus).

Pembesasaran dinding abdomen sering dianggap sebagai tanda dari terjadinya kehamilan. Pembesaran tersebut terkaitkan dengan terjadinya pembesaran uterus di rongga abdomen.

Penonjolan dinding abdomen biasanya dimulai pada usia kehamilan 16 minggu di mana uterus beralih dari organ pelvik menjadi organ abdomen.

Penonjolan dinding abdomen lebih nyata pada ibu hamil dengan posisi berdiri jika dibandingkan dengan posisi berbaring. Juga lebih terlihat pada multipara jika dibandingkan dengan nulipara atau primigravida akibat kendurnya otot-otot dinding perut.

Apabila uterus jatuh ke arah depan dan bawah, maka dinding perut akan menonjol seperti bandul dan hal ini disebut sebagai perut pandulum. Pada kasus yang ekstrim, kondisi ini dapat mengganggu kemajuan proses persalinan.

Pembesaran uterus pada awal kehamilan biasanya tidak terjadi secara simetris. Secara normal ovum yang telah dibuahi akan berimplantasi pada segmen dan uterus, terutama pada dinding posterior.

Bila lokasi implantasi berada di dekat kornu, maka daerah ini akan lebih cepat member jika dibandingkan dengan bagian uterus lainnya.

Pembesaran asimetri dan penonjolan salah satu kornu tersebut dapat dikenali malalui pemeriksaan bimanual pelvik pada usia kehamilan delapan hingga sepuluh minggu. Keadaan ini dikenal sebagai tanda Piskacek.

 

JANGAN LEWATKAN