ukuran sel telur manusia


Penyebab dan Tanda Klinis Syok Kardiogenik

Penyebab dan Tanda Klinis Syok Kardiogenik

SYOK KARDIOGENIK Penyebab Penyebab utama syok kardiogenik adalah penyakit pembuluh darah yang berat. Pada syok kardiogenik ventrikel kiri tidak mampu memompa darah yang cukup untuk kebutuhan jaringan. Sebagai kompensasi terjadi takikardia, tetapi hipervolemia dapat menyebabkan edema paru dan edema menyeluruh. Kekurangan oksigen dapat menyebabkan kerusakan sel, kegagalan multiorgan, dan kematian. Tanda Klinis Tanda klinis syok kardiogenik adalah dilatasi vena-vena di leher, dispena, desah sistol dan diastole, dan edema yang menyeluruh. [...]

Penanganan dan Gejala Klinis Syok Septik

Penanganan dan Gejala Klinis Syok Septik

Gejala Klinis Syok septic (endotoksik) terjadi dalam 2 fase utama yaitu fase reversible dan fase ireversibel, sedangkan fase reversible terdiri atas fase panas dan fase dingin. Fase panas disertai dengan gejala-gejala hipotensi, takikardia, pireksia, dan menggigil. Kulit kelihatan merah dan panas. Pasien biasanya masih sadar dan leukositosis terjadi dalam beberapa jam. Pada fase dingin dijumpai gejala dan tanda-tanda kulit dingin dan mengeriput, sianosis, purpura, jaundice, penurunan kesadaran yang progresif, dan [...]

Etiologi dan Pathogenesis Syok Endotoksik atau Syok Septik

Etiologi dan Pathogenesis Syok Endotoksik atau Syok Septik

Etiologi Syok septic dapat terjadi karena infeksi bakteri gram positif, virus, atau jamur. Kebanyakan syok septic karena bakteri gram negatif. Escbericbia coli, pseudomonas aeroginos, bacterioid, yang mengeluarkan endotoksin adalah fosfo-lipo-polisakarida yang lepas dari dinding sel yang mengalami lisis. Gambaran yang sama juga terjadi karena eksotoksin dari streptokokus beta hemolitik, anaerob, dan klostridia. Pathogenesis Mikroorganisme mengeluarkan endotoksin yang dapat mengaktifkan system komplemen dan sitokin, mengalami reaksi inflamasi. Kejadian ini berhubungan dengan [...]

Pemeriksaan Obstetri dan Pemeriksaan Panggul

Pemeriksaan Obstetri dan Pemeriksaan Panggul

Pemeriksaan obstetri: 1. Pemeriksaan vulva dan perineum 2. Pemeriksaan vagina 3. Pemeriksaan serviks 4. Pemeriksaan rahim (besarnya, kelainan bentuk, tumor, dan sebagainya) 6. Pemeriksaan adneksa 7. Pemeriksaan his (frekuensi, lama, kekuatan, relaksasi, simetri dan dominasi fundus) 8. Pemeriksaan janin: a. Di dalam atau di luar rahim b. Jumlah janin c. Letak janin d. Presentasi janin dan turunnya presentasi seberapa jauh e. Posisi janin, moulage dan kaput suksedaneum f. Bagian kecil [...]

Prinsip Hubungan Dokter dan Pasien Dalam Menangani Kasus Gawat Darurat

Prinsip Hubungan Dokter dan Pasien Dalam Menangani Kasus Gawat Darurat

Menghormati pasien (respect) Setiap pasien harus diperlakukan dengan rasa hormat, tanpa memandang status social dan ekonominya. Dalam hal ini petugas harus memahami dan peka bahwa dalam situasi dan kondisi gawatdarurat perasaan cemas, ketakutan, dan keprihatinan  adalah wajar bagi setiap manusia dan keluarga yang mengalaminya. Kelembutan (gentleness) Dalam melakukan pemeriksaan ataupun memberikan pengobatan prinsip langkah harus dilakukan dengan penuh kelembutan, termasuk menjelaskan kepada pasien bahwa rasa sakit atau kurang enak tidak [...]

Pemberian Air Susu Ibu Pada Bayi

Pemberian Air Susu Ibu Pada Bayi

Resolusi World Health Assembly (WHA) tahun 2001 menegaskan bahwa tumbuh kembang anak secara optimal merupakan salah satu hak azasi anak. Modal dasar pembentukan manusia berkualitas dimulai sejak bayi dalam kandungan dilanjutkan dengan pemberian  air susu ibu (ASI). Menyusui adalah salah satu komponen dari proses reproduksi yang terdiri atas haid, konsepsi, kehamilan, menyusui, dan penyapihan. Jika semua komponen berlangsung dengan baik, proses menyusui akan berhasil. Setiap mamalia telah dipersiapkan dengan sepasang [...]

Keperluan Bayi Baru Lahir

Keperluan Bayi Baru Lahir

Prosedur penyelamatan bayi dengan asfiksia adalah melakukan resusitasi. Bayi yang dilakukan resusitasi dengan baik tidak mempunyai masalah dalam masa neonatal awal maupun setelah itu. Asfiksia berat yang tidak mendapatkan atau tanpa resusitasi adalah awal kehidupan yang sangat buruk. Sangat sedikit pengobatan spesifik yang tersedia untuk bayi ini, walaupun di fasilitas pelayanan kesehatan yang terbaik kecuali dengan pelayanan kasih sayang dan stimulus psikososial berkesinambungan. Pada Masa Pascapersalinan, Bayi Baru Lahir Memerlukan [...]

Peralatan dan Pasokan Resusitasi Neonatus

Peralatan dan Pasokan Resusitasi Neonatus

Peralatan balon dan sungkup resusitasi a. Balon resusitasi bayi yang mampu memberikan oksigen 90 -100 % dan mempunyai katup pelepas tekanan/alat ukuran tekanan. b. Oksigen dengan pengukuran aliran dan selang c. Sungkup/masker wajah dengan pinggiran bantalan untuk ukuran bayi cukup bulan dan prematur. d. Keteter nasal (nasal prongs/kanul nasal). e. Oral airway, ukuran bayi cukup bulan dan prematur. Peralatan intubasi a. Laringoskop dengan daun lurus, ukuran 00 (sangat prematur), 0 [...]

Sindrom Aspirasi Mekonium dan Alat Untuk Mengisap Lendir

Sindrom Aspirasi Mekonium dan Alat Untuk Mengisap Lendir

Sindrom Aspirasi Mekonium 1. Sindrom Aspirasi Mekonium (SAM), yang terdiri atas sumbatan jalan nafas kecil, terperangkapnya udara, dan pneumonitis inflamatoris, paling sering ditemui pada bayi yang lahir dengan asfiksia dan mekonium kental (pae soup). 2. Ketika mekonium kental dan/ atau bayi berada dalam keadaan apnea atau depresi,  bayi harus di Intubasi dan mekonium diisap melalui pipa endtrakea dengan menggunakan aspirator mekonium, atau diisap dengan kateter pengisap lubang besar. Kemudian bayi [...]

Kebersihan Resusitasi Sebelum Persalinan

Kebersihan Resusitasi Sebelum Persalinan

Langkah Resusitasi untuk Kebersihan Resusitasi 1. Jangan menunggu untuk menentukan Nilai Apgar satu menit untuk memulai resusitasi. Semakin lambat memulai, akan semakin sulit melakukan resusitasi. 2. Semua petugas yang terlibat dalam persalinan harus telas dilatih secara memadai, efesien, dapat bekerja sebagia tim, dan semua peralatan yang diperlukan harus tersedia dan dalam keadaan berfungsi baik. Sebelum Persalinan Dimulai 1. Informasikan unit neonatologi mengenai adanya persalinan risiko tinggi yang sedang terjadi. Dokter [...]

Tahapan Persalinan Normal

Tahapan Persalinan Normal

Dengan fleksi kepala janin memasuki ruang panggul dengan ukuran yang paling kecil, yakni dengan diameter suboksipitobregmatikus (9,5 cm) dan dengan sirkumferensia suboksipitobregmatikus (32 cm) sampai didasar panggul kepala janin berada didalam keadaan fleksi maksimal. Kepala yang sedang turun menemui diafragma pelvis yang berjalan dari belakang keatas kebawah depan. Akibat kombinasi elastisitas diafragma pelvis dan tekanan intrauterine disebabkan oleh his yang berulang-ulang, kepala mengadakan rotasi, disebut pula putaran paksi dalam. Didalam [...]

Pelepasan Plasenta

Pelepasan Plasenta

Kala tiga persalinan dimulai setelah kelahiran janin dan melibatkan pelepasan dan ekspulsi plasenta.  Setelah kelahiran plasenta dan selaput janin, persalinan aktif selesai. Karena bayi sudah lahir, uterus secara spontan berkontraksi keras dengan isi yang sudah kosong. Normalnya, pada saat bayi selesai dilahirkan rongga uterus hampir terobliterasi dan organ ini berupa suatu massa otot yang hampir padat, dengan tebal beberapa sentimeter diatas segmen bawah yang lebih tipis. Fundus uteri sekarang terletak [...]

Dilatasi Serviks

Dilatasi Serviks

Jika dibandingkan dengan korpus uteri, segmen bawah uterus dan serviks merupakan daerah yang resistensinya lebih kecil. Oleh karena itu, selama terjadi kontraksi, struktur-struktur ini mengalami peregangan, yang dalam prosesnya serviks mengalami tariikan sentrifugal. Ketika kontraksi uterus menimbulkan tekanan pada selaput ketuban, tekanan hidrostatik kantong amnion akan melebarkan saluran serviks. Bila selaput ketuban sudah pecah, tekanan pada bagian terbawah janin terhadap serviks dan segmen bawah uterus juga sama efektifnya. Selaput ketuban [...]

Fisiologi Persalinan Normal

Fisiologi Persalinan Normal

Kehamilan secara umum ditandai dengan aktivitas otot polos miometrium yang relative tenang yang memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan janin intrauterine sampai dengan kehamilan aterm. Menjelang persalinan, otot polos uterus mulai menunjukkan aktivitas kontraksi secara terkoordinasi, diselingi dengan suatu periode relaksasi, dan mencapai puncaknya menjelang persalinan, serta secara berangsur menghilang pada periode postpartum. Mekanisme regulasi yang mengatur aktivitas kontraksi miometrium selama kehamilan, persalinan, dan kelahiran, sampai saat ini masih belum jelas benar. [...]

Bentuk dan Ukuran Tali Pusat

Bentuk dan Ukuran Tali Pusat

Tali pusat bentuknya  bergulung dan berada bebas didalam kantong amnion, sehingga panjang tali pusat tidak mungkin dapat diukur melalui pemeriksaan USG. Selama kehamilan tali pusat akan bertambah panjang, dan mencapai panjang finalnya sekitar 50-60 cm (berkisar antara 22-130 cm) pada kehamilan 28 minggu. Panjang tali pusat dipengaruhi oleh mobilitas janin. Tali pusat yang panjang dijumpai pada janin yang banyak bergerak, sedangkan tali pusat yang pendek dijumpai pada janin yang kurang [...]

Edukasi Kesehatan dan Nutrisi Adekuat Bagi Ibu Hamil

Edukasi Kesehatan dan Nutrisi Adekuat Bagi Ibu Hamil

Edukasi Kesehatan Bagi Ibu Hamil Tidak semua ibu hamil dan keluarganya mendapat pendidikan dan konseling kesehatan yang memadai tentang kesehatan reproduksi, terutama tentang kehamilan dan upaya untuk menjaga agar kehamilan tetap sehat dan berkualitas. Kunjungan antenatal member kesempatan bagi petugas kesehatan untuk memberikan informasi kesehatan esensial bagi ibu hamil dan keluarganya termasuk rencana persalinan (dimana, penolong, dana, pendamping, dan sebagainya) dan cara merawat bayi. Beberapa informasi penting tersebut adalah sebagai [...]

Mengenal Ukuran dan Bentuk Plasenta

Mengenal Ukuran dan Bentuk Plasenta

Ukuran Plasenta Selama kehamilan ukuran uterus  lebih cepat dari pada pertumbuhan plasenta. Sampai kehamilan 20 minggu plasenta menempati sekitar ¼ luas permukaan miometrium, dan ketebalannya tidak lebih dari 2-3 cm. Menjelang kehamilan aterm  plasenta menempati sekitar seperdelapan luas permukaan miometrium, dan ketebalannya dapat mencapai 4-5 cm. Ketebalan plasenta yang normal jarang melebihi 4 cm. Plasenta yang menebal (plasentomegali) dapat dijumpai pada ibu yang menderita diabetes mellitus, ibu anemia (Hb < [...]

Bahaya Perdarahan Pada Kehamilan

Bahaya Perdarahan Pada Kehamilan

Perdarahan Perdarahan pada kehamilan muda atau usia kehamilan dibawah 20 minggu, umumnya disebabkan oleh keguguran. Sekitar 10-12 % kehamilan akan berakhir dengan keguguran yang pada umumnya (60-80%) disebabkan oleh kelainan kromosom yang ditemui pada spermatozoa ataupun ovum. Penyebab yang sama dan menimbulkan gejala perdarahan pada kehamilan muda dan ukuran pembesaran uterus yang diatas normal, pada umumnya disebabkan oleh mola hidatidosa. Perdarahan pada kehamilan muda dengan uji kehamilan yang tidak jelas, [...]

Gejala dan Tanda Bahaya Preeclampsia

Gejala dan Tanda Bahaya Preeclampsia

Pada umumnya 80-90 % kehamilan akan berlangsung normal dan hanya 10-12% kehamilan yang disertai dengan penyulit atau berkembang menjadi kehamilan patologis. Kehamilan patologis sendiri tidak terjadi secara mendadak karena kehamilan dan efeknya terhadap organ tubuh berlangsung secara bertahap dan berangsur-angsur. Deteksi dini gejala dan tanda bahaya kehamilan merupakan upaya terbaik untuk mencegah terjadinya gangguan yang serius terhadap kehamilan ataupun keselamatan ibu hamil. Factor predisposisi dan adanya penyakit penyerta sebaiknya juga [...]

Kelainan Pembuluh Darah Tali Pusat

Kelainan Pembuluh Darah Tali Pusat

Arteri umbilical tunggal (AUT) merupakan kelainan tali pusat yang paling sering terjadi, dan ditemukan pada sekitar 0,2-1,1 % kelahiran. Kelainan ini sering kali disertai kelainan congenital mayor, prematuritas, PJT, kematian perinatal, dan kelainan kromosom. Kelainan congenital dijumpai pada 20-50% neonatus dengan AUT, dan 20% di antaranya merupakan kelainan multipel. Arteri umbilical tunggal dijumpai pada lebih dari 80% janin dengan trisomi 18, dan pada 10-50% janin dengan trisomi 13. Apabila tidak [...]