tren dan isu keperawatan


Fungsi Pencatatan dan Rujukan Dalam Asuhan Persalinan

Fungsi Pencatatan dan Rujukan Dalam Asuhan Persalinan

Pencatatan (Dokumentasi) Catat semua asuhan yang telah diberikan kepada ibu dan/atau bayinya. Jika asuhan tidak dapat dicatat dapat dianggap bahwa  tidak pernah dilakukan asuhan yang dimaksud. Pencatatan adalah bagian penting dari proses membuat keputusan klinik karena memungkinkan penolong persalinan untuk terus-menerus memperhatikan asuhan yang diberikan selama proses persalinan dan kelahiran bayi. Mengkaji ulang catatan memungkinkan untuk menganalisis data yang telah dikumpulkan dan dapat lebih efektif dalam merumuskan suatu diagnosis serta […]

Perawatan dan Penanganan Pasien Pasca Operasi Persalinan

Perawatan dan Penanganan Pasien Pasca Operasi Persalinan

Melepas Jahitan 1. Jahitan fasia merupakan hal utama pada bedah abdomen. 2. Melepas jahitan kulit 5 hari setelah hari bedah pada penjahitan dengan sutera. Demam 1. Suhu yang melebihi 38o C pasca pembedahan hari ke-2 harus dicari penyebabnya. 2. Yakinkan pasien tidak panas minimum 24 jam sebelum ke luar dari rumah sakit. Ambulasi/mobilisasi 1. Ambulansi menyebabkan perbaikan sirkulasi, membuat napas dalam, dan menstimulasi kembali fungsi gastrointestinal normal. 2. Dorong untuk […]

Analgesia dan Perawatan Lanjutan Pasca Bedah Persalinan

Analgesia dan Perawatan Lanjutan Pasca Bedah Persalinan

Analgesia a. Pemberian analgesia sesudah bedah sangat penting. b. Pemberian sedasi yang berlebihan akan menghambat mobilitas yang diperlukan pascabedah. Analgesia yang diberikan: supositoria ketoprofen  2 kali/12 jam atau tramadol; oral; tramadol tiap 6 jam atau parasetamol; injeksi: petidin 50 – 75 mg diberikan tiap 6 jam bila perlu. c. Bila pasien sudah sadar, perdarahan minimal, tekanan darah baik stabil, urin > 30 cc/jam, pasien bisa kembali ke ruangan. Perawatan Lanjutan […]

Pemberian Antibiotika dan Perawatan Kandung Kemih Pasca Operasi Persalinan

Pemberian Antibiotika dan Perawatan Kandung Kemih Pasca Operasi Persalinan

Perawatan Fungsi Kandang Kemih Pemakaian dibutuhkan pada prosedur bedah. Semakin cepat melepas kateter akan lebih baik mencegah kemungkinan infeksi dan membuat perempuan lebih cepat mobilisasi. 1. Jika urin jernih, kateter dilepas 8 jam setelah bedah atau sesudah semalam. 2. Jika urin tidak jernih, biarkan kateter dipasang sampai urin jernih. 3. Kateter dipasang 48 jam pada kasus: a. Bedah karena rupture uteri; b. Partus lama atau partus macet; c. Edema perineum […]

Hemostasis dan Penutupan Luka Pada Perawatan Intraoperatif

Hemostasis dan Penutupan Luka Pada Perawatan Intraoperatif

Hemostasis 1. Lakukan hemostasis selama tindakan. 2. Karena komplikasi persalinan menimbulkan anemia, upayakan sedikit mungkin kehilangan darah. Peralatan dan Instrumen Tajam 1. Mulai dan akhiri tindakan dengan menghitung instrument, alat-alat tajam, dan kasa: 2. Lakukan perhitungan setiap akan menutup suatu ruang tubuh, 3. Catat pada rekam medic dan cocokkan sampai sesuai. 4. Memakai alat-alat tajam harus memperhatikan “zona aman” juga pada waktu saling memindahkan/memberikan: 5. Pergunakan bengkok untuk memberikan dan […]

Cara Membalut dan Perawatan Luka Pasca Operasi Persalinan

Cara Membalut dan Perawatan Luka Pasca Operasi Persalinan

Pembalutan dan Perawatan Luka Penutup/pembalut luka berfungsi sebagai penghalang dan pelindung terhadap infeksi selama proses penyembuhan yang dikenal dengan reepitelisasi. Pertahankan penutup luka ini selama hari pertama setelah pembedahan untuk mencegah infeksi selama proses reepitelisasi berlangsung. 1. Jika pembalut luka terdapat perdarahan sedikit atau keluar cairan tidak terlalu banyak, jangan mengganti pembalut: a. Perkuat pembalutnya; b. Pantau keluarnya cairan dan darah; c. Jika perdarahan tetap bertambah atau sudah membasahi setengah […]

Psikoprofilaksis dan Analgesia Sistemik

Psikoprofilaksis dan Analgesia Sistemik

Psikoprofilaksis Pengetahuan yang kurang memadai, informasi yang kurang keliru, takut, dan cemas dalam mempersiapkan kelahiran akan membuat ibu sensitive terhadap nyeri sehingga meningkatkan kebutuhan analgesia. Lamaze memperkenalkan metode nonfarmakologik yang paling popular berupa program pendidikan untuk ibu mengenai fisiologi persalinan dan metode pernapasan khusus disertai teknik konsentrasi kepada satu objek. Akan tetapi, masing-masing persalinan berbeda lama dan intensitasnya sehingga pada kebanyakan ibu tetap memerlukan obat analgesia. Analgesia Sistemik Opioid Opioid […]

Prinsip Perawatan Praoperatif dan Intraoperatif

Prinsip Perawatan Praoperatif dan Intraoperatif

Prinsip Perawatan Praoperatif Rumah sakit harus memenuhi persyaratan fasilitas dan sumber daya manusia yang mampu melayani tindakan seksio sesarea “darurat” dalam waktu kurang dari 30 menit sejak diagnosis dibuat. Hal ini diperlukan dalam keadaan gawat janin dan gawat ibu pada saat tertentu. Persiapan Kamar Bedah Pastikan bahwa: 1. Kamar bedah bersih (harus diberikan setiap selesai suatu tindakan). 2. Kebutuhan bedah dan peralatan tersedia, termasuk oksigen dan obat-obatan. 3. Perawatan gawat […]

Merencanakan Pembedahan dan Menyiapkan Tempat Insisi

Merencanakan Pembedahan dan Menyiapkan Tempat Insisi

Rencana pembedahan a. Insisi abdomen harus direncanakan. Insisi pfanenstiel atau insisi mediana dipertimbangkan untung dan ruginya menurut keadaan pasien saat itu. Insisi uterus ialah transperitonealis profund kecuali pada keadaan pretern < 3 minggu, janin lintang, hidrosefalus, dan plasenta previa yang berimplantasi di depan dapat dipertimbangkan insisi vertikal rendah. b. Pembedah harus merencanakan teknik melahirkan bayi. c. Persiapan resusitasi bayi terutama bila ada gawat janin dan mekonium dalam cairan ketuban. Menyiapkan […]

Prinsip Hubungan Dokter dan Pasien Dalam Menangani Kasus Gawat Darurat

Prinsip Hubungan Dokter dan Pasien Dalam Menangani Kasus Gawat Darurat

Menghormati pasien (respect) Setiap pasien harus diperlakukan dengan rasa hormat, tanpa memandang status social dan ekonominya. Dalam hal ini petugas harus memahami dan peka bahwa dalam situasi dan kondisi gawatdarurat perasaan cemas, ketakutan, dan keprihatinan  adalah wajar bagi setiap manusia dan keluarga yang mengalaminya. Kelembutan (gentleness) Dalam melakukan pemeriksaan ataupun memberikan pengobatan prinsip langkah harus dilakukan dengan penuh kelembutan, termasuk menjelaskan kepada pasien bahwa rasa sakit atau kurang enak tidak […]

Manifestasi Kasus Gawat Darurat Dalam Obstetri

Manifestasi Kasus Gawat Darurat Dalam Obstetri

Manifestasi klinik kasus gawat darurat tersebut berbeda-beda dalam rentang yang cukup luas. 1. Kasus perdarahan, dapat bermanifestasi mulai dari perdarahan berwujud bercak, merembes, profus, sampai syok. 2. Kasus infeksi dan sepsis, dapat bermanifestasi mulai dari pengeluaran cairan pervaginam yang berbau, air ketuban hijau, demam, sampai syok. 3. Kasus hipertensi dan preeclampsia/eklampsia, dapat bermanifestasi mulai dari keluhan sakit/pusing kepala, bengkak, penglihatan kabur, kejang-kejang, sampai koma/pingsan/tidak sadar. 4. Kasus persalinan macet, Lebih […]

Cara Mencuci Tangan dan Kateterisasi Perawatan Intraoperatif

Cara Mencuci Tangan dan Kateterisasi Perawatan Intraoperatif

Cuci Tangan a. Lepaskan semua perhiasan b. Angkat tangan lebih tinggi dari siku, basahi tangan dengan merata dan pakai klorheksidin, hibiskum, atau sabun. c. Mulai dari ujung jari dengan gerakan sirkular kenakan seluruh busanya dan cuci: d. Antara semua jari, sela-sela jari, dan telapak tangan, e. Dari ujung jari yang satu selesaikan sampai siku, baru pindah ke tangan yang lain. f. Basuh tangan satu per satu secara terpisah, mulai ujung […]

Indikasi dan Kontraindikasi Analgesia Epidural

Indikasi dan Kontraindikasi Analgesia Epidural

Indikasi utama analgesia epidural adalah keinginan ibu untuk dihilangkan nyerinya. Indikasi medic analgesia epidural selama proses persalinan adalah antisipasi intubasi sulit, riwayat hipertermi maligna, penyakit-penyakit kardiovaskular dan pernapasan, pencegahan atau pengobatan hiperreflkesia otonom dalam persalinan karena lesi medulla spinalis tinggi. Indikasi obstetric lebih bersifat kontroversi antara lain letak sungsang, kehamilan multiple, atau naiknya risiko kelahiran bedah sesar darurat. Analgesia spinal atau epidural atau kombinasi spinal-epidural adalah teknik analgesia/anesthesia yang lebih […]

Analgesia Dan Anestesia Dalam Obstetri

Analgesia Dan Anestesia Dalam Obstetri

Selama kehamilan terjadi perubahan fisiologis pada hampir semua system organ tubuh ibu seperti kardiovaskular, pernapasan, metabolism, hematologi, dan system gastro intestinal. Perubahan ini disebabkan oleh sekresi hormone yang dikeluarkan oleh korpus luteum dan plasenta. Contohnya volume darah, detak jantung, dan curah jantung meningkat, sedangkan tahanan pembuluh nadi menurun. Volume tidal dan ventilasi semenit meningkat dan kapasitas residu fungsional menurun. Semua dokter spesialis kebidanan sebaiknya mengerti secara umum tentang prinsip dan […]

Penyelamatan Darah dan Hemodilusi Normovolemik

Penyelamatan Darah dan Hemodilusi Normovolemik

Penyelamatan Darah pada Saat Pembedahan Berlangsung Penyelamatan darah pada saat pembedahan berlangsung adalah pengumpulan dan penuangan kembali secara steril darah yang keluar akibat pembedahan. Kontraindikasi termasuk infeksi dan kontaminasi dengan sel ganas. Apakah prosedur ini aman untuk penyelamatan pada saat pembedahan seperti pada perdarahan kehamilan ektopik terganggu dan bedah bedah sesar, belum ada jawaban yang pasti. Hemodilusi Normovolemik Akut Hemodilusi normovolemik akut adalah mengambil darah dengan segera sebelum atau setelah […]

Mengatasi Rasa Nyeri dan Manipulasi Jaringan Pada Kebidanan

Mengatasi Rasa Nyeri dan Manipulasi Jaringan Pada Kebidanan

Pemantauan Lakukan pemantauan kondisi pasien secara teratur selama tindakan: a. Tanda-tanda vital, kesadaran, dan jumlah perdarahan. b. Catat pada lembar pemantauan sehingga mudah dikenali jika keadaan memburuk. c. Jaga hidrasi selama pembedahan d. Awas hipoventilasi. Mengatasi rasa nyeri Jagalah control nyeri secara baik selama tindakan berlangsung. Ibu yang merasa nyaman selama tinddakan berlangsung akan lebih sedikit bergerak dan tidak akan melukai diri sendiri. Mengatasi rasa nyeri selama tindakan termasuk: a. […]

Pengambilan dan Penggunaan Darah Autologous

Pengambilan dan Penggunaan Darah Autologous

Penggunaan Darah Autologous Transfusi Autologous adalah pengumpalan dan penuangan kembali darah pasien sendiri. Sejak kebanyakan prosedur pembedahan berencana tidak mengakibatkan kehilangan darah dalam jumlah yang besar, tidak semua pasien perlu penanganan transfusi autologous. Tiga teknik transfusi autologous yang ada adalah pengambilan darah autologous sebelum pembedahan, menyelamatkan darah pada saat pembedahan berlangsung dan hemodilusi normovolemik akut. Pengambilan Darah Autologous Sebelum Pembedahan Jika pasien memerlukan transfuse selama atau setelah pembedahan atau persalinan, […]

Mengenal Oligohidramnion dan Polihidramnion

Mengenal Oligohidramnion dan Polihidramnion

Oligohidramnion Beberapa keadaan yang dapat menyebabkan oligohidramnion adalah kelainan kogenital, PJT, ketuban pecah, kehamilan postterm, insufisiensiplasenta, dan obat-obatan (misalnya dari golongan antiprostaglandin). Kelainan congenital yang paling sering menimbulkan oligohidramnion adalah kelainan system saluran kemih (kelainan ginjal bilateral dan obstruksi uretra) dan kelainan kromosom (triploidi, trisomi 18 dan 13). Trisomi 21 jarang memberikan kelainan pada saluran kemih , sehingga tidak menimbulkan oligihidramnion. Insufisiensi plasenta oleh sebab apa pun dapat menyebabkan hipoksian […]

Pencegahan Infeksi Meternal dan Neonatal

Pencegahan Infeksi Meternal dan Neonatal

Persalinan aman dan bersih merupakan salah satu pilar Safe Motberbood. Bersih artinya bebas dari infeksi. Infeksi dari kehamilan, persalinan dan masa nifas merupakan penyebab utama kedua dari kematian ibu dan perinatal. Di Negara-negara maju, umumnya perempuan hamil dalam keadaan sehat dan bergizi baik. Persalinan terjadi di rumah sakit atau rumah sakit bersalin yang telah menjalankan praktik pencegahan infeksi dengan baik. Jika diperlukan tindakan, misalnya seksio sesarea, pembedahannya berlangsung singkat dan […]

Eradikasi Infeksi dan Pengembalian Fungsi Sirkulasi dan Oksigenisasi Syok Septik

Eradikasi Infeksi dan Pengembalian Fungsi Sirkulasi dan Oksigenisasi Syok Septik

Pengembalian Fungsi Sirkulasi dan Oksigenisasi Untuk mengembalikan fungsi sirkulasi dan oksigenisasi jaringan perlu dilakukan tindakan-tindakan berikut: 1. Penggantian kehilangan darah: dengan darah segar (whole blood) jika tersedia atau dengan koloid atau kristoloid. Pengukuran CVP wajib untuk mencegah sirkulasi yang overload. 2. Kortikosteroid seperti: a. Hidrokortison 1 g I.V./6 jam atau b. Deksametason 20 mg diikuti dengan 200 mg/hari via infus 3. Beta-adrenergik stimulant: seperti isoprenalin yang menyebabkan dilatasi arteriol, meningkatkan […]