resiko dari plasenta previa

Resiko Bila Sering Melakukan Operasi Caesar

Resiko Bila Sering Melakukan Operasi Caesar

Operasi caesar atau sectio caesarea merupakan suatu prosedur pembedahan atau operasi untuk melahirkan janin dengan cara membuka dinding perut dan dinding uterus.  Pada masa sekarang sectio caesarea jauh lebih aman dari pada dulu dengan adanya antibiotika, tranfusi darah, teknik operasi yang lebih sempurna dan anestesi yang lebih baik. Persalinan dengan operasi caesar ini tidak disarankan pada ibu yang masih mampu melahirkan secara normal, kemampuan ibu melahirkan normal dipengaruhi oleh kesehatan selama […]

Retensio Plasenta

Retensio Plasenta

Retensio Plasenta Bila plasenta tetap tertinggal dalam uterus setengah jam anak setelah lahir disebut sebagai retensio plasenta. Plasenta yang sukar dilepaskan dengan pertolongan aktif kala tiga bisa disebabkan oleh adhesi yang kuat antara plasenta dan uterus. Disebut sebagai plasenta inkreta bila implantasi menembus desidua basalis dan Nitabush layer, disebut sebagai plasenta sampai menembus miometrium dan disebut plasenta perkreta bila vili korialis sampai menembus perimetrium. Faktor predisposisi terjadinya plasenta akreta adalah […]

Mengenal Ukuran dan Bentuk Plasenta

Mengenal Ukuran dan Bentuk Plasenta

Ukuran Plasenta Selama kehamilan ukuran uterus  lebih cepat dari pada pertumbuhan plasenta. Sampai kehamilan 20 minggu plasenta menempati sekitar ¼ luas permukaan miometrium, dan ketebalannya tidak lebih dari 2-3 cm. Menjelang kehamilan aterm  plasenta menempati sekitar seperdelapan luas permukaan miometrium, dan ketebalannya dapat mencapai 4-5 cm. Ketebalan plasenta yang normal jarang melebihi 4 cm. Plasenta yang menebal (plasentomegali) dapat dijumpai pada ibu yang menderita diabetes mellitus, ibu anemia (Hb < […]

Resiko Tinggi Bila Melakukan Operasi caesar

Resiko Tinggi Bila Melakukan Operasi caesar

Operasi caesar adalah operasi untuk mengeluarkan bayi tanpa melalui liang persalinan (vagina). Dalam operasi tersebut dokter membedah dinding perut dan rahim ibu guna mengeluarkan bayi. Operasi caesar biasanya berlangsung 20-90 menit dan dapat dilakukan baik karena alasan medis maupun non-medis (personal) . Banyak wanita yang tergiur memilih operasi caesar tanpa adanya alasan medis. Proses melahirkan secara operasi caesar ternyata lebih berbahaya dibandingkan proses bersalin normal. Menurut sebuah penelitian, satu dari […]

Komplikasi Yang Sering Terjadi Pada Kehamilan

Komplikasi Yang Sering Terjadi Pada Kehamilan

Seperti yang sudah di ketahui oleh banyak orang bahwa kehamilan dan tanda hamil merupakan hal yang paling di tunggu-tunggu oleh setiap pasangan suami istri. Jangankan menunggu satu tahun setelah menikah, baru 2 minggu menikah saja telat haid langsung berdebar hati karena terlalu ingin segera menimang si buah hati. Anak adalah karunia dari Tuhan yang menjadi generasi penerus keluarga. Maka, menjadi kesedihan sendiri ketika dinyatakan tidak bisa hamil atau memiliki keturunan. […]

Memahami Kehamilan Resiko Tinggi

Memahami Kehamilan Resiko Tinggi

Kehamilan (gestasi) adalah kondisi seorang ibu dengan perkembangan janin yang ada di dalam perutnya. Kehamilan biasanya merupakan peristiwa bahagia. Namun, beberapa komplikasi pengalaman yang terjadi pada perempuan selama ataupun sebelum kehamilan akan mengancam kesejahteraan ibu dan bayi. Setiap kehamilan memiliki risiko, karena itulah menjelang hamil seorang calon ibu perlu menyiapkan kondisinya secara istimewa. Kehamilan merupakan saat-saat yang dinantikan oleh seorang perempuan yang sudah menikah. Kehamilan merupakan sebuah keajaiban saat seorang […]

Cara Mengeluarkan Plasenta

Cara Mengeluarkan Plasenta

1. Setelah plasenta terlepas, meminta ibu untuk meneran sambil menarik tali pusat ke arah bawah dan kemudian ke arah atas, mengikuti kurva jalan lahir sambil meneruskan tekanan berlawanan arah pada uterus. a. Jika tali pusat bertambah panjang, pindahkan klem hingga berjarak sekitar 5 -10 cm dari vulva. b. Jika plasenta tidak lepas setelah melakukan penegangan tali pusat selam 15 menit : Mengurangi pemberian oksitosin 10 unit I.M. Menilai kandung kemih […]

Tumor dan Perlekatan Abnormal Pada Plasenta

Tumor dan Perlekatan Abnormal Pada Plasenta

Perlekatan Abnormal Plasenta Ada beberapa istilah yang digunakan untuk menyatakan perlekatan abnormal plasenta pada dinding uterus, seperti plasenta akreta, plasenta kreta, dan plasenta adesiva. Dalam perkembangannya plasenta melekat pada dinding uterus melalui desidua basalis. Kadang-kadang desidua basalis tidak terbentuk sempurna sehingga vili korionik melekat langsung pada miometrium (plasenta akreta), menginvasi lapisan mio metrium (plasenta inkreta), bahkan menembus lapisan miometrium dan serosum uterus (plasenta perkreta). Ketiga jenis kelainan implantasi plasenta ini […]

Upaya Menurunkan Resiko Infeksi Persalinan

Upaya Menurunkan Resiko Infeksi Persalinan

Jika ketuban pecah lama atau terdapat sindroma intraamniotik: a. Hindarkan masuknya cairan amnion ke dalam rongga abdomen. b. Tempatkan handuk steril yang terlipat dan basah di setiap sisi uterus untuk menyerap sebanyak mungkin cairan amnion yang terkontaminasi. c. Kalau cairan amnion atau mekonium yang masuk ke rongga abdomen banyak, handuk dikeluarkan dan rongga abdomen dibersihkan dengan larutan garam isotonic. d. Jalan melakukan eksplorasi rongga peritoneum, kecuali kalau mutlak diperlukan. Jika […]

Menentukan Letak Plasenta dengan Pemeriksaan USG

Menentukan Letak Plasenta dengan Pemeriksaan USG

Letak (posisi) Plasenta Pemeriksaan USG dapat menentukan letak plasenta dengan lebih mudah, lebih aman, dan hasilnya cukup akurat. Pemeriksaan dilakukan dengan cara transabdominal atau pun cara transvaginal. Plasenta bisa berkembang dibagian mana saja pada permukaan endometrium, sesuai dengan letak implantasi blastosis. Letak plasenta yang menutupi ostium uteri internum (OUI) pada kehamilan trimester I tidak akan selamanya menjadi plasenta previa. Dengan bertambahnya usia kehamilan, sebagian besar vili akan mengalami atrofi, uterus […]

Pelepasan Plasenta

Pelepasan Plasenta

Kala tiga persalinan dimulai setelah kelahiran janin dan melibatkan pelepasan dan ekspulsi plasenta.  Setelah kelahiran plasenta dan selaput janin, persalinan aktif selesai. Karena bayi sudah lahir, uterus secara spontan berkontraksi keras dengan isi yang sudah kosong. Normalnya, pada saat bayi selesai dilahirkan rongga uterus hampir terobliterasi dan organ ini berupa suatu massa otot yang hampir padat, dengan tebal beberapa sentimeter diatas segmen bawah yang lebih tipis. Fundus uteri sekarang terletak […]

Kelainan Vaskularisasi Plasenta

Kelainan Vaskularisasi Plasenta

Teori Kelainan Vaskularisasi Plasenta Pada kehamilan normal, rahim dan plasenta mendapat aliran darah dari cabang-cabang arteri uterina dan arteri ovarika. Kedua pembuluh darah tersebut menembus miometrium berupa arteri arkuarta dan arteri arkuarta memberi cabang arteri radialis. Arteri radialis menembus endometrium menjadi arteri basalis dan arteri basalis memberi cabang arteri spiralis. Pada hamil normal, dengan sebab yang belum jelas, terjadi invasi trofoblas ke dalam lapisan otot arteri spiralis, yang menimbulkan degenerasi […]

Pemisahan Amniokorion dan Ekstrusi Plasenta

Pemisahan Amniokorion dan Ekstrusi Plasenta

Pemisahan Amniokorion. Pengurangan besar-besaran luas permukaan rongga uterus secara bersamaan menyebabkan membrane janin (amniokorion) dan desidua parietalis terlepas menjadi lipatan yang banyak sekali dan menambah ketebalan lapisan tersebut dari kurang 1 mm menjadi 3 sampai 4 mm. Lapisan uterus pada awal stadium ketiga menunjukkan bahwa banyak dari lapisan parietal desidua parietalis termasuk didalam lipatan-lipatan amnion dan korion leave yang melekuk-lekuk tersebut. Membrane-membran tersebut biasanya tetap in situ sampai pemisahan plasenta […]

Solusio Plasenta dan Tali Pusat

Solusio Plasenta dan Tali Pusat

Solusio plasenta Solusio plasenta adalah peristiwa terlepasnya plasenta yang letaknya normal dari dinding uterus sebelum waktunya. Kelainan ini terjadi pada sekitar 1% kehamilan tetapi menyebabkan tingkat kematian perinatal sekitar 20-60%. Lokasi pelepasan plasenta bisa di daerah retroplasenta atau didaerah marginal. Pelepasan plasenta didaerah retroplasenta terjadi karena rupture arteri spiralis, sedangkan pelepasan plasenta didaerah marginal terjadi karena rupture vena-vena marginalis. Solusio plasenta seringkali tidak terdiagnosis melalui pemeriksaan USG, meskipun secara klinis […]

Plasenta Di Dalam Rahim Setelah Persalinan

Plasenta Di Dalam Rahim Setelah Persalinan

Bila plasenta masi terdapat didalam rahim atau keluar secara tidak lengkap pada jam pertama setelah persalinan, harus segera dilakukan plasenta manual untuk melahirkan plasenta. Tindakan hanya dianjurkan untuk tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dengan kondisi fasilitas kesehatan yang cukup memadai. Bila plasenta telah dilahirkan secara lengkap, tetapi masih terjadi perdarahan, Segera berikan suntikan oksitosin. Dilanjutkan denga masse fundus secara sirkular sampai terdapat kontraksi uterus yang adekuat. Keadaan ibu memerlukan pengawasan […]

Mekanisme Ekstrusi Plasenta

Mekanisme Ekstrusi Plasenta

Bila terjadi pemisahan plasenta tipe sentral, atau tipe biasa, hematoma retroplasenta di percaya mendorong plasenta menuju ke rongga uterus., pertama bagian tengah dan kemudian sisanya. Dengan demikian, plasenta mengalami inverse dan dibebani oleh hematoma tersebut, kemudian turun,. Karena membrane disekitarnya menempel kaku pada desidua,plasenta hanya dapat turun dengan menyeret membrane secara perlahan-lahan; kemudian membrane-membran tersebut mengelupas bagian perifernya. Akibatnya, kantong yang terbentuk oleh membrane tersebut mengalami inverse, dan yang muncul […]

Faktor Resiko dan Penyebab Obstetri Pada Syok Septik

Faktor Resiko dan Penyebab Obstetri Pada Syok Septik

Syok septic dalam obstetric dapat disebabkan oleh hal-hal berikut. a. Abortus septic b. Ketuban pecah yang lama/korioamnionitis c. Infeksi pascapersalinan: manipulasi dan instrumentasi d. Trauma e. Sisa plasenta f. Sepsis puerperalis g. Pielonefritis akura Factor Risiko Ketuban pecah yang lama, sisa konsepsi yang tidak keluar, dan instrumentasi saluran urogenital merupakan factor risiko yang lain untuk terjadinya sepsis. Syok septic akan menunjukkan gejala-gejala seperti menggigil, hipotensi, gangguan mental, takikardia, takipnea, dan […]

Atonia Uteri

Atonia Uteri

Atonia Uteri adalah keadaan lemahnya tonus/kontraksi rahim yang menyebabkan uterus tidak mampu menutup perdarahan terbuka dari tempat implantasi plasenta setelah bayi dan plasenta lahir. Perdarahan oleh karena atonia uteri dapat dicegah dengan : 1. Melakukan secara aktif management aktif kala III pada semua wanita bersalin karena hal ini dapat menurunkan insidens perdarahan pasca persalinan akibat atonia uteri. 2. Pemberian misoprostol peroral 2 – 3 tablet (400 – 600 ug ) […]

Klasifikasi dan Kriteria Anti Phospholipid Syndrome

Klasifikasi dan Kriteria Anti Phospholipid Syndrome

The International Consensus Workshop pada 1998 mengajukan klasifikasi criteria untuk APS, yaitu meliputi: 1. trombosit vascular satu atau lebih episode thrombosis arteri, venosa atau kapilar yang dibuktikan dengan gambaran Doppler, pencitraan, atau histopatologi pada histopatologi, trombosisnya tanpa disertai gambaran inflamasi 2. Komplikasi kehamilan tiga atau lebih kejadian abortus dengan sebab yang tidak jelas, tanpa kelainan anatomic, genetic, atau hormonal satu atau lebih kematian janin di mana gambaran morfologi secara sonografi […]

Jenis Dan Penyebab Serta Cara Mengatasi Pendarahan Pada Ibu Hamil

Jenis Dan Penyebab Serta Cara Mengatasi Pendarahan Pada Ibu Hamil

Seorang wanita yang sedang hamil harus lebih waspada dengan apa yang terjadi pada dirinya karena banyak sekali kondisi-kondisi yang mengancam pada kehamilan. Tidak sedikit juga ibu yang mengeluhkan perdarahan pada trimester atau 3 bulan pertama kehamilannya. Yang akan kita bicarakan di sini adalah perdarahan yang terjadi pada saat seorang ibu hamil muda. Perdarahan merupakan gangguan kehamilan yang pasti membuat ibu cemas. Khawatir akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada janin. […]