ramuan untuk bayi agar cepat jalan


Menurunkan Risiko Infeksi Selama Persalinan dan Kelahiran Pervaginam

Menurunkan Risiko Infeksi Selama Persalinan dan Kelahiran Pervaginam

Persalinan pervaginam tidak memerlukan keadaan aseptic seperti kamar bedah. Namun, perlu pendekatan “3 bersih”, yaitu membuat tangan, area perineal, dan area umbilical bersih selama dan sesudah persalinan. Kit persalinan yang bersih akan membantu memperbaiki keamanan persalinan di rumah untuk ibu dan bayi baru lahir. Persalinan pervaginam berhubungan dengan sejumlah factor yang meningkatkan risiko terhadap endometritis dan infeksi saluran kencing. Termasuk ketuban pecah lama, trauma jalan lahir, pengeluaran plasenta secara manual, […]

Pencegahan Infeksi Pada Janin dan Neonatus

Pencegahan Infeksi Pada Janin dan Neonatus

Infeksi Janin dan Neonatus Infeksi janin dan neonates digolongkan pada infeksi in utero (transplasenta), sewaktu melalui jalan lahir (transmisi vertikal), atau sewaktu masa neonatal (dalam 28 hari pertama setelah lahir). Infeksi in utero disebabkan oleh virus (sitomegalovirus, rubela, varisela, HIV, parovirus), protozoa (toksoplasma gondii), dan bacteria (sifilis kongenital). Infeksi intra partum dan infeksi bayi baru lahir pascapersalinan di sebabkan oleh virus (hepatitis B, hepatitis C, HIV, virus herpes simpleks, human […]

Pencegahan Infeksi Meternal dan Neonatal

Pencegahan Infeksi Meternal dan Neonatal

Persalinan aman dan bersih merupakan salah satu pilar Safe Motberbood. Bersih artinya bebas dari infeksi. Infeksi dari kehamilan, persalinan dan masa nifas merupakan penyebab utama kedua dari kematian ibu dan perinatal. Di Negara-negara maju, umumnya perempuan hamil dalam keadaan sehat dan bergizi baik. Persalinan terjadi di rumah sakit atau rumah sakit bersalin yang telah menjalankan praktik pencegahan infeksi dengan baik. Jika diperlukan tindakan, misalnya seksio sesarea, pembedahannya berlangsung singkat dan […]

Penanganan Cardiac Arrest atau Henti Jantung

Penanganan Cardiac Arrest atau Henti Jantung

Uluran tangan sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan pasien. Letakkan pasien dalam posisi dorsal (telentang) diatas lantai yang keras. Dengan satu ibu jari  satu tangan yang tertutup di atas sternum cukup untuk memperbaiki keadaan, kemudian dilanjutkan dengan: Tindakan/Langkah ABCDEF. A – Airway: a. Bersihkan jalan napas dari muntah, darah, gigi, benda asing, dan lain-lain. b. Pertahankan jalan napas dengan jalan: Menarik mandibula dan lidah Pasang airway Intubasi endoktrakeal secepat mungkin B – […]

Penyebab dan Tipe Henti Jantung Dalam Obstetric

Penyebab dan Tipe Henti Jantung Dalam Obstetric

Cardiac Arrest Definisi Henti jantung adalah suatu keadaan kolaps sirkulasi yang tiba-tiba karena kegagalan jantung untuk memompakan darah secara adekuat. Ada beberapa tipe henti jantung. a. Asistol: berhentinya aktivitas mekanik atau elektrik jantung. b. Aktivitas yang cepat dan tidak efektif dari jantung : takikardia dan fibrilasi ventrikel. c. Aktivitas yang lambat dan tidak efektif dari jantung: bradikardia dan beart block total. Dalam praktik hampir seluruhnya henti jantung terjadi karena asistol […]

Koreksi Cairan Elektrolit Syok Septik dan Pengobatan Emboli Air Ketuban

Koreksi Cairan Elektrolit Syok Septik dan Pengobatan Emboli Air Ketuban

Koagulasi Intravaskuler Diseminata Terapi heparin kecuali ada perdarahan yang aktif  di mana keadaan lebih baik diobati dengan transfuse darah. Prinsip penanganan syok septic a. Diagnosis dini b. Terapi antibiotika yang adekuat c. Control/pengankatan sumber infeksi d. Resusitasi hemodinamik dan suportif e. Kortikosteroid f. Control ketat glukosa (tight glycemic control) g. Ventilator dengan tidal volume yang rendah pada Acute Respiratory Distres Syndrome (ARDS). Mortalitas Angka Kematian Ibu (AKI) karena syok septic […]

Faktor Resiko dan Penyebab Obstetri Pada Syok Septik

Faktor Resiko dan Penyebab Obstetri Pada Syok Septik

Syok septic dalam obstetric dapat disebabkan oleh hal-hal berikut. a. Abortus septic b. Ketuban pecah yang lama/korioamnionitis c. Infeksi pascapersalinan: manipulasi dan instrumentasi d. Trauma e. Sisa plasenta f. Sepsis puerperalis g. Pielonefritis akura Factor Risiko Ketuban pecah yang lama, sisa konsepsi yang tidak keluar, dan instrumentasi saluran urogenital merupakan factor risiko yang lain untuk terjadinya sepsis. Syok septic akan menunjukkan gejala-gejala seperti menggigil, hipotensi, gangguan mental, takikardia, takipnea, dan […]

Fase Syok Pada Wanita Hamil

Fase Syok Pada Wanita Hamil

Klasifikasi perdarahan Pada syok yang ringan gejala-gejala dan tanda tidak jelas, tetapi adanya syok yang ringan dapat diketahui dengan “tilt test” yaitu bila pasien didudukkan terjadi hipotensi dan/atau takikardia, sedangkan dalam keadaaan berbaring tekanan darah dan frekuensi nadi masih normal. Fase Syok Perempuan hamil normal mempunyai toleransi terhadap perdarahan 500- 1000 ml pada waktu persalinan tanpa bahaya oleh karena daya adapatasi fisologik kardiovaskuler dan hematologic selama kehamilan. Jika perdarahan terus […]

Jenis dan Etiologi Syok Dalam Kebidanan

Jenis dan Etiologi Syok Dalam Kebidanan

a. Syok hemoragik adalah suatu syok yang disebabkan oleh perdarahan yang banyak. Akibat perdarahan pada kehamilan muda, misalnya abortus, kehamilan ektopik, dan penyakit trofoblas (mola hidatidosa); perdarahan antepartum seperti plasenta previa, solusio plasenta, rupture uteri, dan perdarahan pasca persalinan karena atonia uteri dan laserasi jalan janin. b. Syok neurogenik yaitu syok yang terjadi karena rasa sakit yang berat disebabkan oleh kehamilan ektopik yang terganggu, solusio plasenta, persalinan dengan forceps atau […]

Pemberian Antibiotika Pada Kehamilan dan Persalinan

Pemberian Antibiotika Pada Kehamilan dan Persalinan

Antibiotika harus diberikan apabila terhadap infeksi, misalnya pada kasus sepsis, syok septic, cedera intraabdominal, dan perforasi uterus. Apabila tidak terdapat tanda-tanda infeksi, misalnya pada syok perdarahan, antibiotika tidak perlu diberikan. Apabila diduga  ada proses infeksi yang sedang berlangsung, sangat penting untuk memberikan antibiotika dini. Sebelum pembedahan dilakukan, antibiotika harus diberikan setidak-tidaknya sebagai pencegahan. Pada kasus syok, pemberian antibiotika intravena lebih diutamakan sebab lebih cepat menyebarkan obat ke jaringan yang terkena […]

Pemberian Cairan Intravena

Pemberian Cairan Intravena

Cairan intravena diberikan pada tahap awal untuk persiapan mengantisipasi kalau kemudian penambahan cairan dibutuhkan. Pemberian cairan infuse intravena selanjutnya baik jenis cairan, banyaknya cairan yang diberikan, dan kecepatan pemberian cairan harus sesuai dengan diagnosis kasus. Misalnya, pemberian cairan untuk mengganti cairan tubuh yang hilang pada syok hipovolemik seperti pada perdarahan berbeda dengan pemberian cairan pada syok septic. Pada umumnya dipilih cairan isotonic, misalnya NaCI 0,9 % atau Ringer Laktat. Jarum […]

Pemberian Oksigen Pada Kasus Gawat Darurat

Pemberian Oksigen Pada Kasus Gawat Darurat

Penanganan Kasus Gawatdarurat Dengan demikian bila ia muntah, tidak sampai terjadi aspirasi. Jagalah agar kondisi badanya agar tetap hangat karena kondisi hipotermia berbahaya, dan dapat memperberat syok. Naikkanlah kaki pasien untuk membantu aliran darah balik ke jantung. Jika posisi berbaring menyebabkan pasien merasa sesak napas, kemungkinan hal ini dikarenakan gagal jantung dan edema paru-paru. Pada kasus demikian, tungkai diturunkan dan naikkanlah posisi kepala untuk mengurangi cairan dalam paru-paru. Pemberian oksigen […]

Pemeriksaan Untuk Penilaian Awal Kasus Gawat Darurat

Pemeriksaan Untuk Penilaian Awal Kasus Gawat Darurat

Pemeriksaan yang dilakukan untuk penilaian awal sebagai berikut. 1. Penilaian dengan periksa pandang (inspeksi): –    Menilai kesadaran penderita: pingsan/koma, kejang-kejang, gelisah, tampak kesakitan –    Menilai wajah penderita: pucat, kemerahan, banyak berkeringat –    Menilai pernapasan: cepat, sesak napas –    Menilai perdarahan dari kamaluan 2. Penilaian dengan periksa raba (palpasi): –    Kulit: dingin, demam –    Nadi: lemah/kuat, cepat/normal –    Kaki/tungkai bawah: bengkak 3. Penilaian tanda vital: –    Tekanan darah, nadi, suhu, dan […]

Penilaian Awal Dalam Menentukan Kasus Gawat Darurat Obstetri

Penilaian Awal Dalam Menentukan Kasus Gawat Darurat Obstetri

Penilaian Awal Dalam menentukan kondisi kasus obstetric yang dihadapi apakah dalam keadaan gawat darurat atau tidak, secara prinsip harus dilakukan pemeriksaan secara sistematis meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik umum, dan pemeriksaan obstetrik. Dalam praktik, oleh karena pemeriksaan sistematis yang lengkap membutuhkan waktu agak lama, padahal penilaian harus dilakukan secara cepat, maka dilakukan penilaian awal. Penilaian awal ialah langkah pertama untuk menentukan dengan cepat kasus obstetri  yang dicurigai dalam keadaan gawat darurat […]

Manifestasi Kasus Gawat Darurat Dalam Obstetri

Manifestasi Kasus Gawat Darurat Dalam Obstetri

Manifestasi klinik kasus gawat darurat tersebut berbeda-beda dalam rentang yang cukup luas. 1. Kasus perdarahan, dapat bermanifestasi mulai dari perdarahan berwujud bercak, merembes, profus, sampai syok. 2. Kasus infeksi dan sepsis, dapat bermanifestasi mulai dari pengeluaran cairan pervaginam yang berbau, air ketuban hijau, demam, sampai syok. 3. Kasus hipertensi dan preeclampsia/eklampsia, dapat bermanifestasi mulai dari keluhan sakit/pusing kepala, bengkak, penglihatan kabur, kejang-kejang, sampai koma/pingsan/tidak sadar. 4. Kasus persalinan macet, Lebih […]

4 Penyebab Utama Kematian Dalam Obstetri

4 Penyebab Utama Kematian Dalam Obstetri

Kasus gawat darurat obstetri ialah kasus obstetri yang apabila tidak segera ditangani akan berakibat kesakitan yang berat, bahkan kematian ibu dan janinnya. Kasus ini menjadi penyebab utama kematian ibu, janin, dan bayi baru lahir. Dari sisi obstetri empat penyebab utama kematian ibu, janin, dan bayi baru lahir ialah : 1. Perdarahan; 2. Infeksi dan sepsis; 3. Hipertensi dan preeclampsia/eklampsia, serta 4. Persalinan macet (distosia). Persalinan macet hanya terjadi pada saat […]

Syarat dan Kontra Indikasi Rawat Gabung

Syarat dan Kontra Indikasi Rawat Gabung

Syarat Rawat Gabung Tidak semua bayi atau ibu dapat dirawat gabung. Syaratnya adalah: a. Usia kehamilan > 34 minggu dan berat lahir > 1800 gram, berarti refleks menelan dan menghisapnya sudah baik b. Nilai agar pada lima menit ≥ 7 c. Tidak ada kelainan kongenital yang memerlukan perawatan  khusus d. Tidak ada trauma lahir atau morbiditas lain yang berat e. Bayi yang lahir dengan seksio sesarea yang menggunakan pembiusan umum, […]

Manfaat dan Keuntungan Rawat Gabung

Manfaat dan Keuntungan Rawat Gabung

Manfaat Kontak dini antara ibu dan bayi yang telah dibina sejak dari kamar bersalin seharusnya tetap dipertahankan dengan merawat bayi bersama ibunya (rawat gabung). Keuntungan rawat gabung: 1. Aspek Psikologis Dengan rawat gabung antara ibu dan bayi akan terjalin proses lekat (bonding). Hal ini sangat mempengaruhi perkembangan psikologis bayi selanjutnya. Kehangatan tubuh ibu merupakan stimulasi mental yang mutlak diperlukan oleh bayi. Rasa aman, terlindung, dan percaya pada orang lain (basic […]

Cara Memberikan Obat Kepada Bayi Menyusui

Cara Memberikan Obat Kepada Bayi Menyusui

Panduan untuk memberikan obat-obatan kepada bayi yang menyusui 1. Gunakan obat hanya kalau memang diperlukan. Pertimbangan obat alternatif bila ada 2. Bila mungkin tunda pemberian obat sampai bayi yang lebih matur sehingga mampu mendetoksifikasi atau memetabolisasi obat yang melalui ASI 3. Berikan dosis terkecil yang efektif dan untuk waktu yang sesingkat mungkin 4. Pilih obat yang kadar di dalam ASI lebih rendah dari kadar di dalam plasma. Rasio ASI/plasma kurang […]

5 Golongan Obat Yang Dikonsumsi Ibu Menyusui

5 Golongan Obat Yang Dikonsumsi Ibu Menyusui

Obat-obatan yang dikonsumsi ibu yang menyusui digolongkan pada: 1. Yang terkontraindikasi. Bila ibu memrlukan obat tersebutdan tidak ada alternative lain maka ibu harus menghentikan menyusui. 2. Obat yang perlu dihentikan selama pemberian obat, selama obat itu masih berpengaruh. Misalnya zat radioaktif. 3. Obat yang dianjurkan untuk tidak diberikan kepada ibu karena mungkin berakibat kurang baik kepada bayi. 4. Obat yang dikontraindikasi untuk diberikan kepada ibu yang menyusui 5. Zat radioaktif […]