penyebab tali plasenta bayi pendek


Sumber Utama Infeksi Pada Bayi

Sumber Utama Infeksi Pada Bayi

Infeksi berasal dari 2 sumber utama, ibu dan lingkungan, termasuk didalamnya tempat persalinan, tempat perawatan dan rumah. Infeksi yang terjadi pada hari pertama kehidupan pada umumnya berasal dari kontak dengan mikroorganisme yang berasal dari ibu. Infeksi yang terjadi setelah itu lebih sering berasal dari lingkungan mungkin tampak pada saat persalinan. Bagaimanapun tindakan yang dilakukan selama persalinan dapat menjadi penyebab potensial terjadinya infeksi. Hasil pengobatan akan menjadi jauh lebih baik apabila [...]

Plasenta Di Dalam Rahim Setelah Persalinan

Plasenta Di Dalam Rahim Setelah Persalinan

Bila plasenta masi terdapat didalam rahim atau keluar secara tidak lengkap pada jam pertama setelah persalinan, harus segera dilakukan plasenta manual untuk melahirkan plasenta. Tindakan hanya dianjurkan untuk tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dengan kondisi fasilitas kesehatan yang cukup memadai. Bila plasenta telah dilahirkan secara lengkap, tetapi masih terjadi perdarahan, Segera berikan suntikan oksitosin. Dilanjutkan denga masse fundus secara sirkular sampai terdapat kontraksi uterus yang adekuat. Keadaan ibu memerlukan pengawasan [...]

Cara Mengeluarkan Plasenta

Cara Mengeluarkan Plasenta

1. Setelah plasenta terlepas, meminta ibu untuk meneran sambil menarik tali pusat ke arah bawah dan kemudian ke arah atas, mengikuti kurva jalan lahir sambil meneruskan tekanan berlawanan arah pada uterus. a. Jika tali pusat bertambah panjang, pindahkan klem hingga berjarak sekitar 5 -10 cm dari vulva. b. Jika plasenta tidak lepas setelah melakukan penegangan tali pusat selam 15 menit : Mengurangi pemberian oksitosin 10 unit I.M. Menilai kandung kemih [...]

Kondisi Yang  Mempengaruhi Kesehatan Bayi

Kondisi Yang Mempengaruhi Kesehatan Bayi

Penyebab utama kematian dan kecacatan pada bayi selama masa pascapersalinan termasuk prematuritas, neonatal sepsis, infeksi saluran respirasi, neonatal tetanus dan infeksi pada tunggul tali pusat, kelainan  bawaan, trauma persalinan atau asfiksia. Bayi dengan prematuritas serta berat badan lahir rendah memiliki risiko  lebih terjadinya kerentanan terhadap udara dingin, lebih sering terkena infeksi, sehingga lebih sering memerlukan tindakan resusitasi, serta lebih sukar memberi makan. Suhu tempat perawatan juga harus diatur agar tidak [...]

Keperluan Bayi Baru Lahir

Keperluan Bayi Baru Lahir

Prosedur penyelamatan bayi dengan asfiksia adalah melakukan resusitasi. Bayi yang dilakukan resusitasi dengan baik tidak mempunyai masalah dalam masa neonatal awal maupun setelah itu. Asfiksia berat yang tidak mendapatkan atau tanpa resusitasi adalah awal kehidupan yang sangat buruk. Sangat sedikit pengobatan spesifik yang tersedia untuk bayi ini, walaupun di fasilitas pelayanan kesehatan yang terbaik kecuali dengan pelayanan kasih sayang dan stimulus psikososial berkesinambungan. Pada Masa Pascapersalinan, Bayi Baru Lahir Memerlukan [...]

Pelepasan Plasenta

Pelepasan Plasenta

Kala tiga persalinan dimulai setelah kelahiran janin dan melibatkan pelepasan dan ekspulsi plasenta.  Setelah kelahiran plasenta dan selaput janin, persalinan aktif selesai. Karena bayi sudah lahir, uterus secara spontan berkontraksi keras dengan isi yang sudah kosong. Normalnya, pada saat bayi selesai dilahirkan rongga uterus hampir terobliterasi dan organ ini berupa suatu massa otot yang hampir padat, dengan tebal beberapa sentimeter diatas segmen bawah yang lebih tipis. Fundus uteri sekarang terletak [...]

Cara Menangani Bayi Baru Lahir dan Oksitosin

Cara Menangani Bayi Baru Lahir dan Oksitosin

Penanganan Bayi Baru Lahir 1. Menilai bayi dengan cepat (dalam 30 detik), kemudian meletakkan bayi diatas perut ibu dengan posisi kepala bayi sedikit lebih rendah  dari tubuhnya (bila tali pusat terlalu pendek, meletakkan bayi ditempat yang memungkinkan). Bila bayi mengalami asfiksi, lakukan resusitasi. 2. Segera membungkus kepala dan badan  bayi dengan handuk dan biarkan kontak kulit ibu – bayi. Lakukan penyuntikan oksitosin/ i.m. 3. Menjepit  tali pusat menggunakan klem kira-kira [...]

Solusio Plasenta dan Tali Pusat

Solusio Plasenta dan Tali Pusat

Solusio plasenta Solusio plasenta adalah peristiwa terlepasnya plasenta yang letaknya normal dari dinding uterus sebelum waktunya. Kelainan ini terjadi pada sekitar 1% kehamilan tetapi menyebabkan tingkat kematian perinatal sekitar 20-60%. Lokasi pelepasan plasenta bisa di daerah retroplasenta atau didaerah marginal. Pelepasan plasenta didaerah retroplasenta terjadi karena rupture arteri spiralis, sedangkan pelepasan plasenta didaerah marginal terjadi karena rupture vena-vena marginalis. Solusio plasenta seringkali tidak terdiagnosis melalui pemeriksaan USG, meskipun secara klinis [...]

Cara Penegangan Tali Pusat dan Pemijatan Uterus Pada Persalinan

Cara Penegangan Tali Pusat dan Pemijatan Uterus Pada Persalinan

Penegangan Tali Pusat Terkendali 1. Memindahkan klem pada tali pusat. 2. Meletakkan satu tangan diatas kain yang ada diperut ibu, tepat diatas tulang pubis, dan menggunakan tangan ini untuk melakukan palpasi kontraksi dan menstabilkan uterus. Memegang tali pusat dan klem dengan tangan yang lain. 3. Menunggu uterus berkontraksi dan kemudian melakukan penegangan ke arah bawah pada tali pusat dengan lembut. Lakukan tekanan yang berlawanan arah pada bagian  bawah uterus dengan [...]

Pemisahan Amniokorion dan Ekstrusi Plasenta

Pemisahan Amniokorion dan Ekstrusi Plasenta

Pemisahan Amniokorion. Pengurangan besar-besaran luas permukaan rongga uterus secara bersamaan menyebabkan membrane janin (amniokorion) dan desidua parietalis terlepas menjadi lipatan yang banyak sekali dan menambah ketebalan lapisan tersebut dari kurang 1 mm menjadi 3 sampai 4 mm. Lapisan uterus pada awal stadium ketiga menunjukkan bahwa banyak dari lapisan parietal desidua parietalis termasuk didalam lipatan-lipatan amnion dan korion leave yang melekuk-lekuk tersebut. Membrane-membran tersebut biasanya tetap in situ sampai pemisahan plasenta [...]

Bentuk dan Ukuran Tali Pusat

Bentuk dan Ukuran Tali Pusat

Tali pusat bentuknya  bergulung dan berada bebas didalam kantong amnion, sehingga panjang tali pusat tidak mungkin dapat diukur melalui pemeriksaan USG. Selama kehamilan tali pusat akan bertambah panjang, dan mencapai panjang finalnya sekitar 50-60 cm (berkisar antara 22-130 cm) pada kehamilan 28 minggu. Panjang tali pusat dipengaruhi oleh mobilitas janin. Tali pusat yang panjang dijumpai pada janin yang banyak bergerak, sedangkan tali pusat yang pendek dijumpai pada janin yang kurang [...]

Cara Menolong Kelahiran Kepala dan Bahu Bayi

Cara Menolong Kelahiran Kepala dan Bahu Bayi

Lahirnya Kepala 1. Saat kepala bayi membuka vulva dengan diameter  5 – 6 cm, lindungi perineum dengan satu tangan yang dilapisi kain, letakkan tangan yang lain dikepala bayi dan lakukan tekanan yang lembut dan tidak menghambat pada kepala bayi, membiarkan kepala keluar  perlahan-lahan. Menganjurkan ibu untuk meneran perlahan-lahan atau bernapas cepat saat kepala lahir. 2. Dengan lembut menyeka  muka,  mulut, dan hidung bayi dengan kain atau kasa yang bersih. (langkah [...]

Tumor dan Perlekatan Abnormal Pada Plasenta

Tumor dan Perlekatan Abnormal Pada Plasenta

Perlekatan Abnormal Plasenta Ada beberapa istilah yang digunakan untuk menyatakan perlekatan abnormal plasenta pada dinding uterus, seperti plasenta akreta, plasenta kreta, dan plasenta adesiva. Dalam perkembangannya plasenta melekat pada dinding uterus melalui desidua basalis. Kadang-kadang desidua basalis tidak terbentuk sempurna sehingga vili korionik melekat langsung pada miometrium (plasenta akreta), menginvasi lapisan mio metrium (plasenta inkreta), bahkan menembus lapisan miometrium dan serosum uterus (plasenta perkreta). Ketiga jenis kelainan implantasi plasenta ini [...]

Perdarahan Tali Pusat Pada Bayi Karena Kelalaian

Perdarahan Tali Pusat Pada Bayi Karena Kelalaian

Pada artikel berikut ini saya akan mencoba membahas tentang perdarahan tali pusat pada bayi akibat kelalaian yang umumnya harus di perhatikan demi keselamatan bayi yang baru lahir. Pendarahan tali pusat pada bayi adalah trauma yang disebabkan ikatan tali pusat yang longgar, atau kegagalan pembentukan thrombus yang normal. Kemungkinan lain sebab perdarahan adalah penyakit perdarahan pada neona Ins dan infeksi lokal maupun sisternik. Tali pusat harus di awasi terus-menerus pada hari-hari [...]

Mengatasi Diare Pada Bayi

Mengatasi Diare Pada Bayi

IBUDANBALITA.NET – Diare atau dalam bahasa kasaranya mencret adalah sebuah penyakit dimana feses berubah menjadi lembek atau cair yang biasanya terjadi paling sedikit 3 kali dalam 24 jam. Diare ini juga bukan hanya orang dewasa  saja yang mengalami, bahkan bayi juga bisa saja terserang diare dan keadaannya bisa malah lebih buruk dibandingkan orang dewasa. Diare pada bayi sangat berbahaya dan harus segera diobati. Jika diare pada bayi berlanjut tanpa penanganan [...]

Mengetahui Penyebab Bayi Sungsang

Mengetahui Penyebab Bayi Sungsang

Kehamilan sungsang atau posisi sungsang adalah posisi dimana bayi di dalam rahim berada dengan kepala di atas sehingga pada saat persalinan normal, pantat atau kaki si bayi yang akan keluar terlebih dahulu dibandingkan dengan kepala pada posisi normal. Bayi sungsang atau bayi sunsang atau breech babies merupakan salah satu sebab kegelisahan ibu hamil, tidak hanya gelisah bahkan merupakan momok yang menakutkan bagi ibu hamil selain bahaya perdarahan. Bayi sungsang ini [...]

Perdarahan Pasca Persalinan

Perdarahan Pasca Persalinan

Perdarahan pascapersalinan merupakan penyebab utama dari 150.000 kematian ibu setiap tahun di dunia  dan hampir 4 dari 5 kematian karena perdarahan pascapersalinan terjadi dalam waktu 4 jam setelah persalinan. Seorang ibu dengan anemia pada saat hamil pada umumnya lebih tidak mampu untuk mengatasi kehilangan darah yang terjadi dibandingkan dengan seorang ibu dengan kebutuhan nutrisi cukup. Dalam waktu 1 jam setelah persalinan harus memastikan bahwa uterus berkontraksi  dengan baik dan tidak [...]

Asuhan Nifas Normal

Asuhan Nifas Normal

Masa nifas atau puerperium dimulai sejak 1 jam setelah lahirnya plasenta sampai dengan 6 minggu (42 hari) setelah itu, pelayanan pascapersalinan harus terselanggara pada masa itu untuk memenuhi kebutuhan ibu dan bayi, yang meliputi upaya pencegahan, deteksi dini dan pengobatan komplikasi dan penyakit yang mungkin terjadi, serta penyedian pelayanan pemberian ASI, cara menjarangkan kehamilan, imunisasi dan nutrisi bagi ibu. Periode pascapersalinan meliputi masa transisi kritis bagi ibu, bayi, dan keluarganya [...]

Operasi Caesar Dapat Terjadi Karena Air Ketuban Kering

Operasi Caesar Dapat Terjadi Karena Air Ketuban Kering

Pemeriksaan dengan ultrasonografi (USG) sebagai cara untuk melihat kondisi janin paling umum dilakukan. Tidak hanya melihat jenis kelamin saja, tapi terpenting untuk mendeteksi ada tidaknya cacat bawaan pada janin dan lain-lain sebagainya. Ibu hamil sebaiknya setiap memeriksakan ke dokter dilakukan pemeriksaan USG agar jika ada kelainan bisa cepat ketahuan. Jika di usia 32-34 minggu kelainan bawaan sudah tidak ditemukan, diharapkan, kelainan bawaan memang tidak ada. Namun pemeriksaan USG juga sangat [...]

Embrio Blastokista

Embrio Blastokista

Blastokista adalah embrio berusia empat sampai sembilan hari blastokista tampak seperti bola berongga berisi cairan sel trofektodermal di mana ICM membentuk benjolan sedikit pada dinding dalam. Blastokista ialah sel bulat berongga, berisi cairan yang bisa diamati secara kasat mata. Biasanya terletak di bagian atas rahim pada sisi yang sama dengan tempat ovarium melepaskan sel telur. Hanya dua jenis sel yang hadir pada saat ini, trofektoderma (dasar plasenta) dan massa sel [...]