penyebab gagalnya calon janin


7 Tanda Kelainan Kongenital Janin

7 Tanda Kelainan Kongenital Janin

Saat ini sebagian besar kelainan kongenital janin dapat diketahui sebelum usia kehamilan 20 minggu, yaitu sebelum memasuki masa perinatal. Beberapa petanda kelainan kongenital yang seringkali dijumpai pada pemeriksaan USG adalah (1) Volume cairan amnion yang abnormal (oligohidramnion atau polihidramnion); (2) Pertumbuhan janin terhambat, terutama jika terjadi sebelum kehamilan 20 minggu; (3) Kelainan morfologi bentuk tubuh dan struktur organ janin; (4) Ukuran biometri janin yang abnormal; (5) Ukuran plasenta yang abnormal; [...]

Diagnosis Kelainan Kongenital Pada Janin

Diagnosis Kelainan Kongenital Pada Janin

Diagnosis kelainan kongenital seringkali didasarkan atas ditemukannya kelainan pada bentuk tubuh dan struktur organ janin. Kelainan tersebut bisa berupa kelainan pada bentuk wajah dan kroniospinal, bentuk toraks, bentuk abdomen, bentuk ekstremitas, dan bentuk alat kelamin (ambiguous genitalia, adesensus testis atau cryptorchidism). Kelainan pada struktur organ janin misalnya kelainan pada struktur intrakranial, intratorakal, dan intraabdominal. Selain untuk menentukan usia kehamilan dan besar janin, pengukuran biometri janin berguna juga unguk menentukan adanya [...]

Pemeriksaan USG Untuk Mendeteksi Kelainan Janin

Pemeriksaan USG Untuk Mendeteksi Kelainan Janin

Ultrasonografi Kelainan Kromosom  Pemeriksaan USG pada awal trimester II dapat mendeteksi kelainan-kelainan janin yang merupakan pertanda dari kelainan kromosom. Kelainan-kelainan tersebut bisa berupa pertanda lemah (soft marker) atau pertanda kuat (strong marker atau hard marker) kelainan kromosom. Pertanda lemah kelainan kromosom adalah kelainan minor pada janin yang mempunyai korelasi statistic dengan kejadian kelainan kromosom, misalnya edema atau penebalan kulit belakang kepala, tidak terbentuknya tulang hidung, gambaran usus yang hiperekoik, kista [...]

Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Janin

Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Janin

Penentuan Pertumbuhan dan Besar Janin Pertumbuhan janin selama kehamilan dipengaruhi oleh faktor intrinsik (faktor genetik) yang menentukan potensi pertumbuhan janin; dan faktor ekstrinsik (faktor lingkungan). Potensi pertumbuhan janin akan terganggu misalnya oleh kelainan genetik/ kromosom, infeksi (rubela), radiasi, dan obat-obatan. Faktor lingkungan yang dapat mengganggu pertumbuhan janin misalnya kondisi geografi, status sosial-ekonomi, penyakit pada janin, dan gangguan uteroplasenta. Gangguan pertumbuhan janin akan meningkatkan morbiditas dan mortalitas perinatal, dan pada jangka [...]

Melihat Mudigah dan Janin Dengan Ultrasonografi

Melihat Mudigah dan Janin Dengan Ultrasonografi

Mudigah dan Janin Dengan USG-TV struktur mudigah pertama kali dapat terlihat pada kehamilan 5,5 minggu, berupa penebalan pada sebagian dinding Yolk sac. Panjagnnya sekitar 2 – 3 mm dan belum memperlihatkan denyut jantung. Panjang mudigah akan bertambah sekitar 1 – 2 mm per hari. Panjang mudigah dinyatakan dengan ukuran jarak kepala-bokong (JKB) atau crown-rump length (CRL), meskipun sebelum kehamilan 8 minggu bagian kepala dan badan masih belum dapat dibedakan. Mudigah [...]

Mengenal Ciri dan Tanda Lain Kehamilan

Mengenal Ciri dan Tanda Lain Kehamilan

Tanda kehamilan lain adalah kontraksi Braxton Hicks yang terjadi akibat peregangan, miometrium yang disebabkan oleh terjadinya pembesaran uterus. Peningkatan aktomiosin di dalam miometrium juga menjadi penyebab dari meningkatnya kontraktilitas uterus. Kontraksi Braxton Hicks bersifat non-ritmik, sporadik, tanpa disertai adanya rasa nyeri, mulai timbul sejak kehamilan enam minggu dan tidak terdektesi melalui pemeriksaan bimanual pelvik. Kontraksi ini baru dapat dikenali melalui pemeriksaan bimanual pelvik pada kehamilan trimester kedua dan pemeriksaan palpasi [...]

Penggunaan Tehnik Doppler untuk Mengetahui Hasil Kehamilan

Penggunaan Tehnik Doppler untuk Mengetahui Hasil Kehamilan

Banyak dipublikasikan tentang studi dengan menggunakan teknik Doppler pada arteri umbilikalis sebagai suatu tes untuk mengetahui hasil suatu kehamilan. Banyak studi yang memfokuskan diri terhadap perkiraan terjadinya IUGR, HT yang disebabkan oleh kehamilan, asfiksia pada janin, serta kematian perinatal. Meskipun sudah dapat dijelaskan bahwa penyakit pada plasenta dapat menyebabkan hasil kehamilan yang buruk, mekanisme kompensasi pada janin, yang kemudian menyebabkan memburuknya keadaan janin adalah sangat kompleks dan tidak dapat diramalkan [...]

Efek Pemeriksaan USG Untuk Janin

Efek Pemeriksaan USG Untuk Janin

Apabila osilasi amplitudo tekanan gelombang ultrasonik tidak terlalu besar, diameter inti-inti gas relatif stabil dan tidak mengalami kolaps. Fenomena ini disebut stable cavitation. Osilasi yang terjadi pada inti-inti gas dapat menimbulkan gelombang mikro (microstreaming) yang dipancarkan dengan kecepatan tinggi ke medium sekitarnya dan menimbulkan panas. Intensitas gelombang ultrasonik yang digunakan pada alat USG diagnostik yang dijual di pasaran jauh lebih kecil dibandingkan alat USG eksperimental. Pemeriksaan dengan USG komersial dilakukan [...]

Pemantauan Kesejahteraan Janin dengan Kardiotokografi Janin

Pemantauan Kesejahteraan Janin dengan Kardiotokografi Janin

Salah satu upaya untuk menurunkan angka kematian perinatal yang disebabkan oleh penyulit-penyulit hipoksia janin dalam rahim antara lain dengan melakukan pemantauan kesejahteraan janin. Pada dasarnya pemantauan ini bertujuan untuk mendeteksi adanya gangguan yang berkaitan dengan hipoksia janin, seberapa jauh gangguan tersebut, dan akhirnya menentukan tindak lanjut dari hasil pemantauan tersebut. Kardiotografi (KTG) merupakan salah satu alat elektronik yang digunkan untuk tujuan di atas, melalui penilan pola denyut jantung janin dalam [...]

Pengaruh Atenuasi Dalam Pemeriksaan USG

Pengaruh Atenuasi Dalam Pemeriksaan USG

Bila gelombang suara mencapai permukaan medium lain yang berbeda sifat akustiknya dan dalam arah yang tegak lurus, maka intensitas yang ditransmisikan akan diubah arahnya. Perubahan arah ini mengikuti hukum Snell, dan peristiwa ini disebut refraksi. Absorbsi merupakan mekanisme perubahan energi mekanis (intensitas) gelombang suara menjadi energi panas. Jaringan tulang memiliki daya absorbsi yang kuat; sedangkan cairan/darah dan jaringan lunak mempunyai daya absorbsi yang lemah. Mekanisme pembauran terjadi apabila gelombang suara [...]

Jenis dan Karakteristik Pemeriksaan Jantung Janin dengan Kardiotokografi

Jenis dan Karakteristik Pemeriksaan Jantung Janin dengan Kardiotokografi

Denyut jantung janin dalam pemeriksaan Kardiotokografi ada dua macam: 1. Denyut jantung janin basal (basal fetal beart rate), yakni frekuensi dasar (baseline rate) dan variabilitas (variability) denyut jantung janin saat uterus dalam keadaan instirahat (relaksasi). 2. Perubahan periodik (reactivity), merupakan perubahan denyut jantung janin yang terjadi saat ada gerakan janin atau kontraksi uterus. Frekuensi Dasar denyut Jantung Janin (Base Line Rate) Dalam keadaan normal frekuensi dasar denyut jantung janin berkisar [...]

Variabilitas Denyut Jantung Janin

Variabilitas Denyut Jantung Janin

Variabilitas Denyut Jantung Janin (Variability) Variabilitas denyut jantung janin adalah gambaran osilasi yang tidak teratur, yang tampak pada rekaman denyut jantung janin. Variabilitas denyut jantung janin diduga terjadi akibat keseimbangan interaksi dari sistem simpatis (kardioakselerator) dan parasimpatis (kardiodeselerator). Akan Tetapi ada pendapat lain mengatakan bahwa variabilitas terjadi akibat rangsangan di daerah korteks otak besar (serebri) yang diteruskan ke pusat pengatur denyut jantung di bagian otak dengan perantaraan n. Vagus. Variabilitas [...]

Menilai Denyut Jantung Janin Dengan Contraction Stress Test

Menilai Denyut Jantung Janin Dengan Contraction Stress Test

Pemeriksaan CST dimaksudkan untuk menilai gambaran denyut jantung janin dalam hubungannya dengan kontraksi uterus. CST biasanya dilakukan untuk memantau kesejahteraan janin saat proses persalinan terjadi (inpartu). Seperti halnya NST, pada pemeriksaan CST juga dilakukan penilain terhadap pfrekuensi dasar denyut jantung janin, variabilitas denyut jantung janin, dan perubahan periodik (akselerasi ataupun deselerasi) dalam kaitannya dengan kontraksi uterus. Interpretasi CST. Negatif -     Frekuensi dasar denyut jantung janin normal. -     Variabilitas denyut jantung [...]

Penggunaan Color Doppler Velocimetry Pada Pembuluh Darah Janin

Penggunaan Color Doppler Velocimetry Pada Pembuluh Darah Janin

Biasa dilakukan pada: Duktus Venosus Aliran darah pada duktus venosus adalah dapat dihentikan pada minggu ke 10 -13 kehamilan, tetapi masih belum mempunyai arti klinis. Yaman dan kawan-kawan melaporkan ada hubungan antara terjadinya peningkatan angka kematian perinatal dengan terjadinya penurunan aliran darah pada duktus venosus. Ozen dan kawan-kawan melaporkan bila terjadi ketidaknormalan aliran darah pada duktus venosus ada hubungan dengan terjadinya kematian perinatal dan Skor Apgar 5 menit pertama yang [...]

Masalah Inkompetensi Serviks Pada Ibu Hamil

Masalah Inkompetensi Serviks Pada Ibu Hamil

Ada suatu kondisi yang merupakan komplikasi kehamilan, disebut Inkompetensi Serviks. Inkompetensi serviks adalah suatu kondisi dimana mulut rahim (serviks) mengalami pembukaan dan penipisan sebelum waktunya, sehingga tidak bisa menahan janin, dan mengakibatkan terjadinya keguguran atau kelahiran prematur. Kasus ini biasa terjadi tanpa disertai rasa nyeri, dan umumnya terjadi pada trimester 2 dan 3 kehamilan. Beberapa faktor risiko dipercaya merupakan penyebab terjadinya kondisi inkompetensi serviks tersebut, diantaranya : Riwayat inkompetensi serviks [...]

Bentuk dan Ukuran Tali Pusat

Bentuk dan Ukuran Tali Pusat

Tali pusat bentuknya  bergulung dan berada bebas didalam kantong amnion, sehingga panjang tali pusat tidak mungkin dapat diukur melalui pemeriksaan USG. Selama kehamilan tali pusat akan bertambah panjang, dan mencapai panjang finalnya sekitar 50-60 cm (berkisar antara 22-130 cm) pada kehamilan 28 minggu. Panjang tali pusat dipengaruhi oleh mobilitas janin. Tali pusat yang panjang dijumpai pada janin yang banyak bergerak, sedangkan tali pusat yang pendek dijumpai pada janin yang kurang [...]

Cara Menjaga Kandungan Ibu Hamil Muda Agar Tidak Keguguran

Cara Menjaga Kandungan Ibu Hamil Muda Agar Tidak Keguguran

Kata kehamilan merupakan masa di mana seorang perempuan membawa embrio atau fetus dalam tubuhnya. Dalam masa kehamilan bisa terjadi banyak gestasi seperti dalam kasus kembar, atau kembar tiga. Kehamilan manusia umumnya terjadi selama 40 minggu antara masa terakhr menstruasi hingga kelahiran (38 minggu dari proses pembuahan). Istilah ibu hamil dalam ilmu medis adalah gravida, sementara calon bayi di dalamnya disebut sebagai embrio (pada minggu-minggu awal kehamilan) dan seklanjutnya disebut janin [...]

Kelainan Pembuluh Darah Tali Pusat

Kelainan Pembuluh Darah Tali Pusat

Arteri umbilical tunggal (AUT) merupakan kelainan tali pusat yang paling sering terjadi, dan ditemukan pada sekitar 0,2-1,1 % kelahiran. Kelainan ini sering kali disertai kelainan congenital mayor, prematuritas, PJT, kematian perinatal, dan kelainan kromosom. Kelainan congenital dijumpai pada 20-50% neonatus dengan AUT, dan 20% di antaranya merupakan kelainan multipel. Arteri umbilical tunggal dijumpai pada lebih dari 80% janin dengan trisomi 18, dan pada 10-50% janin dengan trisomi 13. Apabila tidak [...]

Mengetahui Penyebab Bayi Sungsang

Mengetahui Penyebab Bayi Sungsang

Kehamilan sungsang atau posisi sungsang adalah posisi dimana bayi di dalam rahim berada dengan kepala di atas sehingga pada saat persalinan normal, pantat atau kaki si bayi yang akan keluar terlebih dahulu dibandingkan dengan kepala pada posisi normal. Bayi sungsang atau bayi sunsang atau breech babies merupakan salah satu sebab kegelisahan ibu hamil, tidak hanya gelisah bahkan merupakan momok yang menakutkan bagi ibu hamil selain bahaya perdarahan. Bayi sungsang ini [...]

Solusio Plasenta dan Tali Pusat

Solusio Plasenta dan Tali Pusat

Solusio plasenta Solusio plasenta adalah peristiwa terlepasnya plasenta yang letaknya normal dari dinding uterus sebelum waktunya. Kelainan ini terjadi pada sekitar 1% kehamilan tetapi menyebabkan tingkat kematian perinatal sekitar 20-60%. Lokasi pelepasan plasenta bisa di daerah retroplasenta atau didaerah marginal. Pelepasan plasenta didaerah retroplasenta terjadi karena rupture arteri spiralis, sedangkan pelepasan plasenta didaerah marginal terjadi karena rupture vena-vena marginalis. Solusio plasenta seringkali tidak terdiagnosis melalui pemeriksaan USG, meskipun secara klinis [...]