pengertian preventif dan koperatif


Pengertian Potensi Sosial Emosional

Pengertian Potensi Sosial Emosional

IBUDANBALITA.NET – Potensi sosial emosional merupakan salah satu bagian dari potensi diri. Potensi diri manusia terbagi atas beberapa macam, seperti potensi fisik, potensi mental intelektual, potensi mental spiritual dan lain sebagainya. Potensi diri adalah kemampuan, kekuatan, baik yang belum terwujud maupun yang telah terwujud, yang dimiliki seseorang, tetapi belum sepenuhnya terlihat atau dipergunakan secara maksimal dalam kehidupannya sehari-hari. Potensi sosial emosional adalah potensi kecerdasan yang terdapat di otak manusia (terutama […]

Pengertian Dan Faktor Bayi Lahir Mati

Pengertian Dan Faktor Bayi Lahir Mati

Kelahiran mati adalah lahirnya bayi yang lahir tanpa tanda-tanda kehidupan pada kehamilan lebih dari 24 minggu. Bayi yang meninggal dalam kandungan (disebut intrauterine death) atau meninggal di jalan lahir. Masa bayi adalah masa yang sangat bergantung pada orang dewasa. Banyak kegiatan psikologis yang terjadi hanya sebagai permulaan seperti bahasa, pemikiran simbolis, koordinasi sensorimotor, dan belajar sosial. Pada masa ini manusia sangat lucu dan menggemaskan tetapi juga rentan terhadap kematian. Kematian […]

Pengertian Rawat Gabung Bagi Ibu Bersalin

Pengertian Rawat Gabung Bagi Ibu Bersalin

Rawat Gabung Banyak fasilitas kesehatan yang merawat ibu bersalin sebelum melaksanakan program rawat gabung. Berbagai alasan diajukan antara lain: a. Rasa kasihan karena ibu masih lelah habis melahirkan sehingga perlu istirahat b. Ibu belum dapat merawat bayinya sendiri c. Kekhawatiran bahwa pada jam kunjungan bayi tertular penyakit yang dibawa oleh pengunjung d. Fasilitas kesehatan ingin memberikan pelayanan sebaik-baiknya sehingga ibu bisa beristirahat Hal ini tidak perlu terjadi apabila ibu dan […]

Pencegahan Infeksi Meternal dan Neonatal

Pencegahan Infeksi Meternal dan Neonatal

Persalinan aman dan bersih merupakan salah satu pilar Safe Motberbood. Bersih artinya bebas dari infeksi. Infeksi dari kehamilan, persalinan dan masa nifas merupakan penyebab utama kedua dari kematian ibu dan perinatal. Di Negara-negara maju, umumnya perempuan hamil dalam keadaan sehat dan bergizi baik. Persalinan terjadi di rumah sakit atau rumah sakit bersalin yang telah menjalankan praktik pencegahan infeksi dengan baik. Jika diperlukan tindakan, misalnya seksio sesarea, pembedahannya berlangsung singkat dan […]

Terapi dan Mekanisme Kerja Antibiotika Pasca Operasi

Terapi dan Mekanisme Kerja Antibiotika Pasca Operasi

Terapi Antibiotika Infeksi yang terjadi selama masa kehamilan dan pascapersalinan dapat disebabkan oleh kombinasi berbagai mikroorganisme, termasuk basilus dan kokus jenis aerob dan anaerob. Antibiotika haruslah dimulai berdasarkan pengamatan terhadap ibu tersebut. Jika tidak ditemui adanya respons klinis, perlukan dilakukan kultur cairan vagina atau uterus, pus ataupun urin, sehingga dapat memilih jenis antibiotika lainnya. Sebagai tambahan, kultur darah dapat dilukakan jika terdapat septicemia (invasi mikroorganisme ke aliran darah). Infeksi uterus […]

Pembalutan dan Perawatan Luka Pasca Operasi

Pembalutan dan Perawatan Luka Pasca Operasi

Penutup/pembalut luka berfungsi sebagai penghalang dan pelindung terhadap infeksi selama proses penyembuhan yang dikenal dengan reepitelisasi. Pertahankan penutup luka ini selama hari pertama setelah pembedahan untuk mencegah infeksi selama proses reepitelisasi berlangsung. 1. Jika pembalut luka terdapat perdarahan sedikit atau keluar cairan tidak terlalu banyak, jangan mengganti pembalut: a. Perkuat pembalutnya; b. Pantau keluarnya cairan dan darah; Jika perdarahan tetap bertambah atau sudah membasahi setengah atau lebih dari pembalutnya, buka […]

Fungsi dan Dampak Hormon Pada Masa Kehamilan

Fungsi dan Dampak Hormon Pada Masa Kehamilan

Perubahan Pada Ibu Hamil biasa terjadi saat masa kehamilan. Bahkan, bisa dikatakan merubah banyak aspek kehidupan dari seorang wanita. Mulai dari pola makan, aktifitas, hingga perubahan secara fisik. Ketika terjadi kehamilan pada diri seorang perempuan, maka tubuh bereaksi dengan membentuk perubahan-perubahan dan segera memproduksi hormon-hormon kehamilan guna mendukung kelangsungan kehamilan. Hormon-hormon kehamilan ini bertujuan guna mendukung kehamilan yang berlangsung khususnya agar janin dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan sehat. […]

Perawatan dan Penanganan Pasien Pasca Operasi Persalinan

Perawatan dan Penanganan Pasien Pasca Operasi Persalinan

Melepas Jahitan 1. Jahitan fasia merupakan hal utama pada bedah abdomen. 2. Melepas jahitan kulit 5 hari setelah hari bedah pada penjahitan dengan sutera. Demam 1. Suhu yang melebihi 38o C pasca pembedahan hari ke-2 harus dicari penyebabnya. 2. Yakinkan pasien tidak panas minimum 24 jam sebelum ke luar dari rumah sakit. Ambulasi/mobilisasi 1. Ambulansi menyebabkan perbaikan sirkulasi, membuat napas dalam, dan menstimulasi kembali fungsi gastrointestinal normal. 2. Dorong untuk […]

Analgesia dan Perawatan Lanjutan Pasca Bedah Persalinan

Analgesia dan Perawatan Lanjutan Pasca Bedah Persalinan

Analgesia a. Pemberian analgesia sesudah bedah sangat penting. b. Pemberian sedasi yang berlebihan akan menghambat mobilitas yang diperlukan pascabedah. Analgesia yang diberikan: supositoria ketoprofen  2 kali/12 jam atau tramadol; oral; tramadol tiap 6 jam atau parasetamol; injeksi: petidin 50 – 75 mg diberikan tiap 6 jam bila perlu. c. Bila pasien sudah sadar, perdarahan minimal, tekanan darah baik stabil, urin > 30 cc/jam, pasien bisa kembali ke ruangan. Perawatan Lanjutan […]

Hemostasis dan Penutupan Luka Pada Perawatan Intraoperatif

Hemostasis dan Penutupan Luka Pada Perawatan Intraoperatif

Hemostasis 1. Lakukan hemostasis selama tindakan. 2. Karena komplikasi persalinan menimbulkan anemia, upayakan sedikit mungkin kehilangan darah. Peralatan dan Instrumen Tajam 1. Mulai dan akhiri tindakan dengan menghitung instrument, alat-alat tajam, dan kasa: 2. Lakukan perhitungan setiap akan menutup suatu ruang tubuh, 3. Catat pada rekam medic dan cocokkan sampai sesuai. 4. Memakai alat-alat tajam harus memperhatikan “zona aman” juga pada waktu saling memindahkan/memberikan: 5. Pergunakan bengkok untuk memberikan dan […]

Psikoprofilaksis dan Analgesia Sistemik

Psikoprofilaksis dan Analgesia Sistemik

Psikoprofilaksis Pengetahuan yang kurang memadai, informasi yang kurang keliru, takut, dan cemas dalam mempersiapkan kelahiran akan membuat ibu sensitive terhadap nyeri sehingga meningkatkan kebutuhan analgesia. Lamaze memperkenalkan metode nonfarmakologik yang paling popular berupa program pendidikan untuk ibu mengenai fisiologi persalinan dan metode pernapasan khusus disertai teknik konsentrasi kepada satu objek. Akan tetapi, masing-masing persalinan berbeda lama dan intensitasnya sehingga pada kebanyakan ibu tetap memerlukan obat analgesia. Analgesia Sistemik Opioid Opioid […]

Pemberian Antibiotika dan Perawatan Kandung Kemih Pasca Operasi Persalinan

Pemberian Antibiotika dan Perawatan Kandung Kemih Pasca Operasi Persalinan

Perawatan Fungsi Kandang Kemih Pemakaian dibutuhkan pada prosedur bedah. Semakin cepat melepas kateter akan lebih baik mencegah kemungkinan infeksi dan membuat perempuan lebih cepat mobilisasi. 1. Jika urin jernih, kateter dilepas 8 jam setelah bedah atau sesudah semalam. 2. Jika urin tidak jernih, biarkan kateter dipasang sampai urin jernih. 3. Kateter dipasang 48 jam pada kasus: a. Bedah karena rupture uteri; b. Partus lama atau partus macet; c. Edema perineum […]

Prinsip Perawatan Praoperatif dan Intraoperatif

Prinsip Perawatan Praoperatif dan Intraoperatif

Prinsip Perawatan Praoperatif Rumah sakit harus memenuhi persyaratan fasilitas dan sumber daya manusia yang mampu melayani tindakan seksio sesarea “darurat” dalam waktu kurang dari 30 menit sejak diagnosis dibuat. Hal ini diperlukan dalam keadaan gawat janin dan gawat ibu pada saat tertentu. Persiapan Kamar Bedah Pastikan bahwa: 1. Kamar bedah bersih (harus diberikan setiap selesai suatu tindakan). 2. Kebutuhan bedah dan peralatan tersedia, termasuk oksigen dan obat-obatan. 3. Perawatan gawat […]

Cara Membalut dan Perawatan Luka Pasca Operasi Persalinan

Cara Membalut dan Perawatan Luka Pasca Operasi Persalinan

Pembalutan dan Perawatan Luka Penutup/pembalut luka berfungsi sebagai penghalang dan pelindung terhadap infeksi selama proses penyembuhan yang dikenal dengan reepitelisasi. Pertahankan penutup luka ini selama hari pertama setelah pembedahan untuk mencegah infeksi selama proses reepitelisasi berlangsung. 1. Jika pembalut luka terdapat perdarahan sedikit atau keluar cairan tidak terlalu banyak, jangan mengganti pembalut: a. Perkuat pembalutnya; b. Pantau keluarnya cairan dan darah; c. Jika perdarahan tetap bertambah atau sudah membasahi setengah […]

Prinsip Hubungan Dokter dan Pasien Dalam Menangani Kasus Gawat Darurat

Prinsip Hubungan Dokter dan Pasien Dalam Menangani Kasus Gawat Darurat

Menghormati pasien (respect) Setiap pasien harus diperlakukan dengan rasa hormat, tanpa memandang status social dan ekonominya. Dalam hal ini petugas harus memahami dan peka bahwa dalam situasi dan kondisi gawatdarurat perasaan cemas, ketakutan, dan keprihatinan  adalah wajar bagi setiap manusia dan keluarga yang mengalaminya. Kelembutan (gentleness) Dalam melakukan pemeriksaan ataupun memberikan pengobatan prinsip langkah harus dilakukan dengan penuh kelembutan, termasuk menjelaskan kepada pasien bahwa rasa sakit atau kurang enak tidak […]

Manifestasi Kasus Gawat Darurat Dalam Obstetri

Manifestasi Kasus Gawat Darurat Dalam Obstetri

Manifestasi klinik kasus gawat darurat tersebut berbeda-beda dalam rentang yang cukup luas. 1. Kasus perdarahan, dapat bermanifestasi mulai dari perdarahan berwujud bercak, merembes, profus, sampai syok. 2. Kasus infeksi dan sepsis, dapat bermanifestasi mulai dari pengeluaran cairan pervaginam yang berbau, air ketuban hijau, demam, sampai syok. 3. Kasus hipertensi dan preeclampsia/eklampsia, dapat bermanifestasi mulai dari keluhan sakit/pusing kepala, bengkak, penglihatan kabur, kejang-kejang, sampai koma/pingsan/tidak sadar. 4. Kasus persalinan macet, Lebih […]

Merencanakan Pembedahan dan Menyiapkan Tempat Insisi

Merencanakan Pembedahan dan Menyiapkan Tempat Insisi

Rencana pembedahan a. Insisi abdomen harus direncanakan. Insisi pfanenstiel atau insisi mediana dipertimbangkan untung dan ruginya menurut keadaan pasien saat itu. Insisi uterus ialah transperitonealis profund kecuali pada keadaan pretern < 3 minggu, janin lintang, hidrosefalus, dan plasenta previa yang berimplantasi di depan dapat dipertimbangkan insisi vertikal rendah. b. Pembedah harus merencanakan teknik melahirkan bayi. c. Persiapan resusitasi bayi terutama bila ada gawat janin dan mekonium dalam cairan ketuban. Menyiapkan […]

Cara Mencuci Tangan dan Kateterisasi Perawatan Intraoperatif

Cara Mencuci Tangan dan Kateterisasi Perawatan Intraoperatif

Cuci Tangan a. Lepaskan semua perhiasan b. Angkat tangan lebih tinggi dari siku, basahi tangan dengan merata dan pakai klorheksidin, hibiskum, atau sabun. c. Mulai dari ujung jari dengan gerakan sirkular kenakan seluruh busanya dan cuci: d. Antara semua jari, sela-sela jari, dan telapak tangan, e. Dari ujung jari yang satu selesaikan sampai siku, baru pindah ke tangan yang lain. f. Basuh tangan satu per satu secara terpisah, mulai ujung […]

Indikasi dan Kontraindikasi Analgesia Epidural

Indikasi dan Kontraindikasi Analgesia Epidural

Indikasi utama analgesia epidural adalah keinginan ibu untuk dihilangkan nyerinya. Indikasi medic analgesia epidural selama proses persalinan adalah antisipasi intubasi sulit, riwayat hipertermi maligna, penyakit-penyakit kardiovaskular dan pernapasan, pencegahan atau pengobatan hiperreflkesia otonom dalam persalinan karena lesi medulla spinalis tinggi. Indikasi obstetric lebih bersifat kontroversi antara lain letak sungsang, kehamilan multiple, atau naiknya risiko kelahiran bedah sesar darurat. Analgesia spinal atau epidural atau kombinasi spinal-epidural adalah teknik analgesia/anesthesia yang lebih […]

Analgesia Dan Anestesia Dalam Obstetri

Analgesia Dan Anestesia Dalam Obstetri

Selama kehamilan terjadi perubahan fisiologis pada hampir semua system organ tubuh ibu seperti kardiovaskular, pernapasan, metabolism, hematologi, dan system gastro intestinal. Perubahan ini disebabkan oleh sekresi hormone yang dikeluarkan oleh korpus luteum dan plasenta. Contohnya volume darah, detak jantung, dan curah jantung meningkat, sedangkan tahanan pembuluh nadi menurun. Volume tidal dan ventilasi semenit meningkat dan kapasitas residu fungsional menurun. Semua dokter spesialis kebidanan sebaiknya mengerti secara umum tentang prinsip dan […]