pemeriksaan koagulasi darah


Menentukan Letak Plasenta dengan Pemeriksaan USG

Menentukan Letak Plasenta dengan Pemeriksaan USG

Letak (posisi) Plasenta Pemeriksaan USG dapat menentukan letak plasenta dengan lebih mudah, lebih aman, dan hasilnya cukup akurat. Pemeriksaan dilakukan dengan cara transabdominal atau pun cara transvaginal. Plasenta bisa berkembang dibagian mana saja pada permukaan endometrium, sesuai dengan letak implantasi blastosis. Letak plasenta yang menutupi ostium uteri internum (OUI) pada kehamilan trimester I tidak akan selamanya menjadi plasenta previa. Dengan bertambahnya usia kehamilan, sebagian besar vili akan mengalami atrofi, uterus [...]

Pemeriksaan USG Untuk Mendeteksi Kelainan Janin

Pemeriksaan USG Untuk Mendeteksi Kelainan Janin

Ultrasonografi Kelainan Kromosom  Pemeriksaan USG pada awal trimester II dapat mendeteksi kelainan-kelainan janin yang merupakan pertanda dari kelainan kromosom. Kelainan-kelainan tersebut bisa berupa pertanda lemah (soft marker) atau pertanda kuat (strong marker atau hard marker) kelainan kromosom. Pertanda lemah kelainan kromosom adalah kelainan minor pada janin yang mempunyai korelasi statistic dengan kejadian kelainan kromosom, misalnya edema atau penebalan kulit belakang kepala, tidak terbentuknya tulang hidung, gambaran usus yang hiperekoik, kista [...]

Pemeriksaan Doppler Pada Umbilikalis

Pemeriksaan Doppler Pada Umbilikalis

Pada Umbilikalis pemeriksaan Doppler sudah dapat dimulai sejak minggu ke-17. Secara fisiologis gelombang akhir diastolik tidak ditemukan pada umur kehamilan kurang dari 18 minggu dan mulai terlihat pada kehamilan 18 minggu atau lebih. Hal ini disebabkan oleh menurunnya resistensi pembuluh darah plasenta pada kehamilan normal. Pada pertumbuhan janin terhambat dan pada pereeklampsia terjadi peningkatan rasio S/D dan PI dan pada gambaran velosimetri  Doppler tampak sebagai menghilangnya gambaran akhir diastolik, bahkan [...]

Pengaruh Atenuasi Dalam Pemeriksaan USG

Pengaruh Atenuasi Dalam Pemeriksaan USG

Bila gelombang suara mencapai permukaan medium lain yang berbeda sifat akustiknya dan dalam arah yang tegak lurus, maka intensitas yang ditransmisikan akan diubah arahnya. Perubahan arah ini mengikuti hukum Snell, dan peristiwa ini disebut refraksi. Absorbsi merupakan mekanisme perubahan energi mekanis (intensitas) gelombang suara menjadi energi panas. Jaringan tulang memiliki daya absorbsi yang kuat; sedangkan cairan/darah dan jaringan lunak mempunyai daya absorbsi yang lemah. Mekanisme pembauran terjadi apabila gelombang suara [...]

Pemeriksaan Kehamilan Dengan Gelombang Suara

Pemeriksaan Kehamilan Dengan Gelombang Suara

Velosimetri Doppler adalah pemeriksaan dengan menggunakan gelombang suara dengan frekuensi tinggi yang dikirimkan oleh transduser yang kemudian gelombang suara tersebut dipantulkan dengan kemudian ditangkap kembali oleh transduser. Jadi, transduser berfungsi sebagai pengirim gelombang suara dan penerima gelombang pantulnya. Dengan alat ini energi listrik diubah menjadi energi suara yang kemudian energi suara yang dipantulkan akan diubah kembali menjadi energi listrik dan kemudian ditampilkan pada layar oscilloscope. Dalam penggunaanya dikenal beberapa indeks [...]

Fisika Dasar Gelombang Suara Yang Digunakan Dalam USG

Fisika Dasar Gelombang Suara Yang Digunakan Dalam USG

Frekuensi gelombang suara yang dapat didengar oleh telinga manusia berkisar antara 20 Hz – 20kHz. Frekuensi gelombang suara diatas 20 kHz disebuk gelombang ultrasonik.        1 kiloHertz (kHz) = 103 Hertz (Hz) atau 103 getar per detik.        1 MegaHertz (MHz)= 103 kHz= 106 Hz. Semakin tinggi frekuensi gelombang suara, panjang gelombangnya akan semakin pendek. Semakin pendek panjang gelombang suara yang ditransmisikan  ke dalam medium, daya penetrasinya akan semakin berkurang. [...]

Efek Pemeriksaan USG Untuk Janin

Efek Pemeriksaan USG Untuk Janin

Apabila osilasi amplitudo tekanan gelombang ultrasonik tidak terlalu besar, diameter inti-inti gas relatif stabil dan tidak mengalami kolaps. Fenomena ini disebut stable cavitation. Osilasi yang terjadi pada inti-inti gas dapat menimbulkan gelombang mikro (microstreaming) yang dipancarkan dengan kecepatan tinggi ke medium sekitarnya dan menimbulkan panas. Intensitas gelombang ultrasonik yang digunakan pada alat USG diagnostik yang dijual di pasaran jauh lebih kecil dibandingkan alat USG eksperimental. Pemeriksaan dengan USG komersial dilakukan [...]

Tehnik Pemeriksaan USG Transabdominal

Tehnik Pemeriksaan USG Transabdominal

Pemeriksaan USG Transabdominal Transduser (probe) yang digunakan untuk pemeriksaan USG-TA adalah jenis linear atau konveks. Transduser jenis konveks lebih populer digunakan pada saat ini karena dapat menampilkan lapang pandangan yang lebih luas dibandingkan jenis linear. Pemeriksaan USG-TA terutama dikerjakan pada kehimilan trimester II dan III. Pada kehamilan trimester I pemeriksaan USG-TA sebaiknya dikerjakan melalui kandung kemih yang terisi penuh (sehingga disebut juga pemeriksaan USG transvesikal), gunanya untuk menyingkirkan usus keluar [...]

Ultrasonografi Kelainan Kromosom dan Kehamilan

Ultrasonografi Kelainan Kromosom dan Kehamilan

Ultrasonografi Kelainan Kromosom (Genetic Sonography) Pemeriksaan USG bermanfaat untuk mencari kemungkinan adanya kelainan kromoson pada kehamilan trimester I. Hal ini dilakukan mulai kehamilan 11 minggu, setelah perkembangan struktur janin cukup jelas untuk dipelajari. Kelainan janin yang bisa diketahui melalui USG adalah nuchal translucency (NT) dan tidak terbentuknya tulang hidung. Nuchal translucency merupakan gambaran penebalan anekoik yang disebabkan olehedema yang terjadi di daerah tengkuk janin. Kelainan-kelainan ini mempunyai korelasi yang kuat [...]

Penggunaan Color Doppler Velocimetry Pada Pembuluh Darah Janin

Penggunaan Color Doppler Velocimetry Pada Pembuluh Darah Janin

Biasa dilakukan pada: Duktus Venosus Aliran darah pada duktus venosus adalah dapat dihentikan pada minggu ke 10 -13 kehamilan, tetapi masih belum mempunyai arti klinis. Yaman dan kawan-kawan melaporkan ada hubungan antara terjadinya peningkatan angka kematian perinatal dengan terjadinya penurunan aliran darah pada duktus venosus. Ozen dan kawan-kawan melaporkan bila terjadi ketidaknormalan aliran darah pada duktus venosus ada hubungan dengan terjadinya kematian perinatal dan Skor Apgar 5 menit pertama yang [...]

20 Indikasi Pemeriksaan USG Pada Kehamilan Trimester I

20 Indikasi Pemeriksaan USG Pada Kehamilan Trimester I

Pemeriksaan USG Transvaginal Berbeda dengan USG-TA, pemeriksaan USG-TV harus dilakukan dalam keadaan kandung kemih yang kosong agar organ pelvik berada dekat dengan permukaan transduser dan berada di dalam area penetrasi transduser. Jika dibandingkan Pemeriksaan USG-TA (yang harus dikerjakan dalam keadaan kandung kemih terisi penuh), pemeriksaan USG-TV pada kehamilan trimester I lebih dapat diterima oleh pasien. Pemeriksaan USG-TV dapat dilakukan setiap saat, dan organ pelvik berada dalam posisi yang sebenarnya. Dalam [...]

Bentuk dan Ukuran Tali Pusat

Bentuk dan Ukuran Tali Pusat

Tali pusat bentuknya  bergulung dan berada bebas didalam kantong amnion, sehingga panjang tali pusat tidak mungkin dapat diukur melalui pemeriksaan USG. Selama kehamilan tali pusat akan bertambah panjang, dan mencapai panjang finalnya sekitar 50-60 cm (berkisar antara 22-130 cm) pada kehamilan 28 minggu. Panjang tali pusat dipengaruhi oleh mobilitas janin. Tali pusat yang panjang dijumpai pada janin yang banyak bergerak, sedangkan tali pusat yang pendek dijumpai pada janin yang kurang [...]

Solusio Plasenta dan Tali Pusat

Solusio Plasenta dan Tali Pusat

Solusio plasenta Solusio plasenta adalah peristiwa terlepasnya plasenta yang letaknya normal dari dinding uterus sebelum waktunya. Kelainan ini terjadi pada sekitar 1% kehamilan tetapi menyebabkan tingkat kematian perinatal sekitar 20-60%. Lokasi pelepasan plasenta bisa di daerah retroplasenta atau didaerah marginal. Pelepasan plasenta didaerah retroplasenta terjadi karena rupture arteri spiralis, sedangkan pelepasan plasenta didaerah marginal terjadi karena rupture vena-vena marginalis. Solusio plasenta seringkali tidak terdiagnosis melalui pemeriksaan USG, meskipun secara klinis [...]

Bio efek Gelombang Ultrasonik

Bio efek Gelombang Ultrasonik

Pada peristiwa perambatan gelombang ultrasonik, di dalam medium terjadi perubahan-perubahan siklik berupa getaran partikel, perubahan tekanan, perubahan densitas, dan perubahan suhu. Secara teoritis, gelombang ultrasonik mempunyai potensi yang dapat merusak struktur jaringan tubuh janin, terutama pada kehamilan trimester I di mana proses organo-genesis sedang terjadi dan merupakan saat yang paling rentan untuk mengalami gangguan. Kerusakan jaringan tubuh yang terjadi terutama akibat pengaruh panas (efek ternal) dan kavitasi (efek mekanis) yang [...]

Jenis dan Karakteristik Pemeriksaan Jantung Janin dengan Kardiotokografi

Jenis dan Karakteristik Pemeriksaan Jantung Janin dengan Kardiotokografi

Denyut jantung janin dalam pemeriksaan Kardiotokografi ada dua macam: 1. Denyut jantung janin basal (basal fetal beart rate), yakni frekuensi dasar (baseline rate) dan variabilitas (variability) denyut jantung janin saat uterus dalam keadaan instirahat (relaksasi). 2. Perubahan periodik (reactivity), merupakan perubahan denyut jantung janin yang terjadi saat ada gerakan janin atau kontraksi uterus. Frekuensi Dasar denyut Jantung Janin (Base Line Rate) Dalam keadaan normal frekuensi dasar denyut jantung janin berkisar [...]

Operasi Caesar Dapat Terjadi Karena Air Ketuban Kering

Operasi Caesar Dapat Terjadi Karena Air Ketuban Kering

Pemeriksaan dengan ultrasonografi (USG) sebagai cara untuk melihat kondisi janin paling umum dilakukan. Tidak hanya melihat jenis kelamin saja, tapi terpenting untuk mendeteksi ada tidaknya cacat bawaan pada janin dan lain-lain sebagainya. Ibu hamil sebaiknya setiap memeriksakan ke dokter dilakukan pemeriksaan USG agar jika ada kelainan bisa cepat ketahuan. Jika di usia 32-34 minggu kelainan bawaan sudah tidak ditemukan, diharapkan, kelainan bawaan memang tidak ada. Namun pemeriksaan USG juga sangat [...]

Pemeriksaan Amniosentesis Pada Wanita Hamil

Pemeriksaan Amniosentesis Pada Wanita Hamil

Amniosentesis adalah pemeriksaan yang dilakukan pada sel-sel janin dan biasanya dilakukan pada wanita hamil yang berusia lebih dari 35 tahun. Namun, pemeriksaan tersebut saat ini dapat dilakukan pada batasan usia kehamilan berapapun. Umumnya wanita yang menjalani amniosentesis mengalami kelainan kromosomal, seperti sindrom Down, sindrom turner, atau kelainan neural tube. Pemeriksaan tersebut dapat menemukan kelainan gen spesifik, termasuk fibrosis kistik dan penyakit sel darah berbentuk sabit. Amniosentesis ialah prosedur yang mengambil [...]

Perdarahan Pada Kehamilan Trimester I

Perdarahan Pada Kehamilan Trimester I

Abortus iminens pada kehamilan trimester I biasanya disebabkan oleh perdarahan retrokorionik yang letaknya dibelakang korion frondosum, dan perdarahan subkorionik yang letaknya di belakang selaput korion dan mengisi kavum uteri. Pardarahan terjadi karena terlepasnya sebagian korion frondosum dari dinding uterus. Perdarahan retrokorionik dan subkorionik umumnya terjadi bersamaan. Perdarahan yang masih baru akan terlihat hiperekoik terhadap korion; sedangkan perdarahan yang lamanya sudah 1 – 2 minggu akan terlihat hipoekoik atau anekoik. Gambaran [...]

Tumor dan Perlekatan Abnormal Pada Plasenta

Tumor dan Perlekatan Abnormal Pada Plasenta

Perlekatan Abnormal Plasenta Ada beberapa istilah yang digunakan untuk menyatakan perlekatan abnormal plasenta pada dinding uterus, seperti plasenta akreta, plasenta kreta, dan plasenta adesiva. Dalam perkembangannya plasenta melekat pada dinding uterus melalui desidua basalis. Kadang-kadang desidua basalis tidak terbentuk sempurna sehingga vili korionik melekat langsung pada miometrium (plasenta akreta), menginvasi lapisan mio metrium (plasenta inkreta), bahkan menembus lapisan miometrium dan serosum uterus (plasenta perkreta). Ketiga jenis kelainan implantasi plasenta ini [...]

Deposisi Kalsium Menyebabkan Kalsifikasi Plasenta

Deposisi Kalsium Menyebabkan Kalsifikasi Plasenta

Kalsifikasi plasenta Kalsifikasi plasenta merupakan proses fisiologis yang terjadi dalam kehamilan akibat deposisi kalsium pada plasenta. Klasifikasi pada plasenta terlihat mulai kehamilan 29 minggu dan semakin meningkat dengan bertambahnya usia kehamilan, terutama setelah kehamilan 33 minggu. Pada pemeriksaan USG deposisi kalsium terlihat sebagai bercak-bercak ekogenik yang tidak memberikan gambaran bayangan akustik. Deposisi kalsium terutama terdapat dibagian basal  dan septa plasenta, sehingga didaerah tersebut gambaran klasifikasi terlihat lebih kasar. Proses kalsifikasi [...]