makalah tentang uterus


Diferensiasi Aktivitas Uterus

Diferensiasi Aktivitas Uterus

Selama persalinan, uterus berubah bentuk menjadi dua bagian yang berbeda. Segmen atas yang berkontraksi secara aktif menjadi lebih tebal ketika persalinan berlangsung. Bagian bawah, relative pasif disbanding dengan segmen atas, dan bagian ini berkembang menjadi jalan lahir yang berdinding jauh lebih tipis. Segmen bawah uterus analog dengan ismus uterus yang melebar dan menipis pada perempuan yang tidak hamil; segmen bawah secara bertahap terbentuk ketika kehamilan bertambah tua dan kemudian menipis […]

His yang Sempurna Dalam Persalinan

His yang Sempurna Dalam Persalinan

Uterus terdiri dari tiga lapisan otot polos, yaitu lapisan luar longitudinal, lapisan dalam sirkular, dan diantara dua lapisan ini terdapat lapisan dengan otot-otot yang beranyam “tikar”. Berbeda dengan otot polos lain, pemendekan dengan otot rahim lebih besar, tenaga dapat disebarkan kesegala arah dank arena susunannya tidak terorganisasi secara memanjang hal ini memudahkan pemendekan, kapasitas untuk meningkatkan tekanan dan menyebabkannya tidak bergantung pada letak atau presentasi janin. His yang sempurna bila […]

Fenomena Retraksi Uterus

Fenomena Retraksi Uterus

Fenomena retraksis segmen atas uterus bergantung pada berkurangnya volume isi uterus, terutama pada awal persalinan ketika seluruh uterus benar-benar merupakan sebuah kantong tertutup dengan hanya sebuah lubang kecil pada ostium serviks. Ini memungkinkan semakin banyak isi intrauterine mengisi segmen bawah, dan segmen atas hanya beretraksi sejauh mengembangnya segmen bawah dan dilatasi seviks. Relaksasi segmen bawah uterus bukan merupakan relaksasi sempurna, tetapi lebih merupakan lawan retraksi. Serabut-serabut segmen bawah menjadi teregang […]

Perubahan Bentuk Uterus dan Pendataran Serviks

Perubahan Bentuk Uterus dan Pendataran Serviks

Perubahan bentuk uterus. Setiap kontraksi menghasilkan pemanjangan uterus berbentuk ovoid disertai pengurangan diameter horizontal. Dengan perubahan bentuk ini, ada efek-efek penting pada proses persalinan. Pertama: pengurangan diameter horizontal menimbulkan pelurusan kolumna vertebralis janin, dengan menekankan kutub atasnya rapat-rapat terhadap fundus uteri, sementara katub bawah didorong lebih jauh kebawah dan menuju kepanggul. Pemanjangan janin berbentuk ovoid yang ditimbulkannya diperkirakan telah mencapai 5 sampai 10 cm; tekanan yang diberikan dengan cara ini […]

Perubahan Uterus Pada Saat Hamil

Perubahan Uterus Pada Saat Hamil

Pembesaran uterus merupakan perubahan anatomik yang paling nyata pada ibu hamil. Peningkatan konsentrasi hormon estrogen dan progesteron pada awal kehamilan akan menyebabkan hipertrofi miometrum. Hipertrofi tersebut dibarengi dengan peningkatan yang nyata dari jaringan elastin dan akumulasi dari jaringan fibrosa sehingga struktur dinding uterus menjadi lebih kuat terhadap regangan dan distensi. Hipertrofi miometrium juga disertai dengan peningkatan vaskularisasi dan pembuluh limfatik. Peningkatan vaskularisasi, kongesti, dan edema jaringan dinding uterus dan hipertrofi […]

Cara Penegangan Tali Pusat dan Pemijatan Uterus Pada Persalinan

Cara Penegangan Tali Pusat dan Pemijatan Uterus Pada Persalinan

Penegangan Tali Pusat Terkendali 1. Memindahkan klem pada tali pusat. 2. Meletakkan satu tangan diatas kain yang ada diperut ibu, tepat diatas tulang pubis, dan menggunakan tangan ini untuk melakukan palpasi kontraksi dan menstabilkan uterus. Memegang tali pusat dan klem dengan tangan yang lain. 3. Menunggu uterus berkontraksi dan kemudian melakukan penegangan ke arah bawah pada tali pusat dengan lembut. Lakukan tekanan yang berlawanan arah pada bagian  bawah uterus dengan […]

Perubahan Fisiologis Uterus pada Saat Kehamilan

Perubahan Fisiologis Uterus pada Saat Kehamilan

Pertumbuhan uterus ke arah kavum abdomen disetai dengan sedikit rotasi ke arah kanan sumbu badan ibu atau dikenal dengan istilah destrorotasi. Kondisi ini disebabkan oleh adanya kolon rektosigmoid yang mengisi sebagian besar ruang abdomino pelvikum kiri. Kecepatan pembesaran uterus pada primigravida dan multigravida dapat sedikit berbeda (kisaran 1 – 2 minggu) dan hal ini menimbulkan variasi dalam estimasi besar uterus pada awal pemeriksaan kehamilan awal atau tera usia kehamilan dengan […]

Informasi Tentang Induksi Persalinan

Informasi Tentang Induksi Persalinan

Setiap perempuan yang hamil tentu menginginkan ketika saatnya persalinan nanti tiba, semuanya berjalan lancar dan normal. Melahirkan secara normal memang lebih banyak diminati para ibu hamil. Pemulihan pasca melahirkan yang lebih cepat menjadi satu dari sejumlah keuntungan dari melahirkan secara normal. Selain melahirkan secara normal, Ibu juga menginginkan bayi yang dikandungnya selama sembilan bulan dapat lahir dengan selamat dan sempurna. Namun tidak tertutup kemungkinan, persalinan normal yang diharapkan terjadi dibantu […]

Mitos Dan Fakta Tentang Seputar ASI

Mitos Dan Fakta Tentang Seputar ASI

Dari dahulu sampai sekarang, banyak sekali beredar di kalangan masyarakat mitos-mitos yang tidak benar tentang ASI (air susu ibu). Nah, kali ini IbudanBalita.net akan mencoba membahas beberapa mitos-mitos itu dan menjelaskan beberapa fakta mengenai ASI agar para Ibu hamil tahu dan mengambil tindakan yang tepat untuk si buah hatinya. Berikut mengenai beberapa mitos dan fakta-fakta tersebut di antaranya : Mitos : Menyusui menyebabkan payudara kendur. Fakta : Payudara kendur disebabkan […]

Mitos dan Fakta Menebak Tentang Jenis Kelamin Bayi

Mitos dan Fakta Menebak Tentang Jenis Kelamin Bayi

Sebagian orang bila melihat perempuan hamil  atau calon ibu mulai menebak-nebak jenis kelamin jabang bayi dalam kandungannya, begitupun orang tua calon bayi tersebut terutama saat medis belum dapat mendeteksi. Banyak mitos yang menyebut bentuk tubuh atau kondisi yang dialami ibu hamil menunjukkan kelamin anak dalam kandungan. Benarkah demikian? Para pakar kebidanan  menyatakan cara terbaik mengetahui jenis kelamin janin selain pindai USG adalah menunggu hingga kelahiran. Ada mitos jika ibu memiliki […]

Dilatasi Serviks

Dilatasi Serviks

Jika dibandingkan dengan korpus uteri, segmen bawah uterus dan serviks merupakan daerah yang resistensinya lebih kecil. Oleh karena itu, selama terjadi kontraksi, struktur-struktur ini mengalami peregangan, yang dalam prosesnya serviks mengalami tariikan sentrifugal. Ketika kontraksi uterus menimbulkan tekanan pada selaput ketuban, tekanan hidrostatik kantong amnion akan melebarkan saluran serviks. Bila selaput ketuban sudah pecah, tekanan pada bagian terbawah janin terhadap serviks dan segmen bawah uterus juga sama efektifnya. Selaput ketuban […]

Nyeri Didaerah Abdominopelvikum dan Kunjungan Kehamilan

Nyeri Didaerah Abdominopelvikum dan Kunjungan Kehamilan

Nyeri hebat didaerah abdominopelvikum Bila hal tersebut diatas terjadi pada kehamilan trimester kedua atau ketiga dan disertai dengan riwayat dan tanda-tanda dibawah ini, maka diagnosisnya mengarah pada solusio plasenta, baik dari jenis yang disertai perdarahan  (revealed) maupun tersembunyi (concealed): 1. Trauma abdomen 2. Preeklampsia 3. Tinggi fundus uteri lebih besar dari usia kehamilan 4. Bagian-bagian janin sulit diraba 5. Uterus tegang dan nyeri 6. Janin mati dalam rahim Gejala dan […]

Pemisahan Amniokorion dan Ekstrusi Plasenta

Pemisahan Amniokorion dan Ekstrusi Plasenta

Pemisahan Amniokorion. Pengurangan besar-besaran luas permukaan rongga uterus secara bersamaan menyebabkan membrane janin (amniokorion) dan desidua parietalis terlepas menjadi lipatan yang banyak sekali dan menambah ketebalan lapisan tersebut dari kurang 1 mm menjadi 3 sampai 4 mm. Lapisan uterus pada awal stadium ketiga menunjukkan bahwa banyak dari lapisan parietal desidua parietalis termasuk didalam lipatan-lipatan amnion dan korion leave yang melekuk-lekuk tersebut. Membrane-membran tersebut biasanya tetap in situ sampai pemisahan plasenta […]

Cara Melakukan Prosedur Pasca Persalinan

Cara Melakukan Prosedur Pasca Persalinan

1. Menilai ulang uterus dan memastikannya berkontraksi dengan baik. 2. Mencelupkan kedua tangan yang memakai sarung tangan ke dalam larutan klorin 0,5 %; membilas kedua tangan yang masih bersarung tangan tersebut dengan air disinfeksi tingkat tinggi dan mengeringkannya dengan kain yang bersih dan kering. 3. Menempatkan klem tali pusat disinfeksi tingkat tinggi  atau steril atau mengikatkan tali disinfeksi tingkat tinggi dengan simpul mati sekeliling tali pusat  sekitar 1 cm dari […]

Gelombang His dalam Persalinan

Gelombang His dalam Persalinan

Tiap His dimulai sebagai gelombang dari salah satu sudut dimana tuba masuk kedalam  dinding uterus   yang disebut sebagai pace maker tempat gelombang His berasal. Gelombang bergerak kedalam  dan  kebawah dengan kecepatan 2 cm  tiap detik sampai ke seluruh uterus. His paling tinggi di fundus uteri yang lapisan ototnya paling tebal dan puncak kontraksi terjadi simultan di seluruh bagian uterus. Sesudah tiap his, otot-otot korpus uteri menjadi lebih pendek dari pada […]

Analgesia dan Perawatan Lanjutan Pasca Bedah Persalinan

Analgesia dan Perawatan Lanjutan Pasca Bedah Persalinan

Analgesia a. Pemberian analgesia sesudah bedah sangat penting. b. Pemberian sedasi yang berlebihan akan menghambat mobilitas yang diperlukan pascabedah. Analgesia yang diberikan: supositoria ketoprofen  2 kali/12 jam atau tramadol; oral; tramadol tiap 6 jam atau parasetamol; injeksi: petidin 50 – 75 mg diberikan tiap 6 jam bila perlu. c. Bila pasien sudah sadar, perdarahan minimal, tekanan darah baik stabil, urin > 30 cc/jam, pasien bisa kembali ke ruangan. Perawatan Lanjutan […]

Menilai Denyut Jantung Janin Dengan Contraction Stress Test

Menilai Denyut Jantung Janin Dengan Contraction Stress Test

Pemeriksaan CST dimaksudkan untuk menilai gambaran denyut jantung janin dalam hubungannya dengan kontraksi uterus. CST biasanya dilakukan untuk memantau kesejahteraan janin saat proses persalinan terjadi (inpartu). Seperti halnya NST, pada pemeriksaan CST juga dilakukan penilain terhadap pfrekuensi dasar denyut jantung janin, variabilitas denyut jantung janin, dan perubahan periodik (akselerasi ataupun deselerasi) dalam kaitannya dengan kontraksi uterus. Interpretasi CST. Negatif –     Frekuensi dasar denyut jantung janin normal. –     Variabilitas denyut jantung […]

Perawatan Awal Pasca Bedah Persalinan

Perawatan Awal Pasca Bedah Persalinan

Perawatan Awal 1. Letakkan pasien dalam posisi untuk pemilihan: a. Tidur miring dengan kepala agak ekstensi untuk membebaskan jalan napas; b. Letakkan lengan atas di muka tubuh agar mudah melakukan pemeriksaan tekanan darah; c. Tungkai bawah agak tertekuk, bagian atas lebih tertekuk dari pada bagian bawah untuk menjaga keseimbangan. 2. Segera setelah selesai pembedahan periksa kondisi pasien: a. Cek tanda vital dan suhu tubuh setiap 15 menit selama jam pertama, […]

Gaya-Gaya Tambahan Pada Persalinan

Gaya-Gaya Tambahan Pada Persalinan

Setelah serviks berdilatasi penuh, gaya yang paling penting pada proses ekspulsi janin adalah gaya yang dihasilkan oleh tekanan intraabdominal ibu yang meninggi. Gaya ini terbentuk oleh kontraksi otot-otot abdomen secara bersamaan melalui upaya pernapasan paksa dengan glottis tertutup. Gaya ini disebut mengejan. Sifat gaya yang ditimbulkan sama dengan gaya yang terjadi pada defekasi, tetapi intensitasnya biasanya jauh lebih besar. Pentingnya tekanan intraabdominal pada ekspulsi janin paling jelas terlihat pada persalinan […]

Tehnik Pemeriksaan USG Transabdominal

Tehnik Pemeriksaan USG Transabdominal

Pemeriksaan USG Transabdominal Transduser (probe) yang digunakan untuk pemeriksaan USG-TA adalah jenis linear atau konveks. Transduser jenis konveks lebih populer digunakan pada saat ini karena dapat menampilkan lapang pandangan yang lebih luas dibandingkan jenis linear. Pemeriksaan USG-TA terutama dikerjakan pada kehimilan trimester II dan III. Pada kehamilan trimester I pemeriksaan USG-TA sebaiknya dikerjakan melalui kandung kemih yang terisi penuh (sehingga disebut juga pemeriksaan USG transvesikal), gunanya untuk menyingkirkan usus keluar […]