makalah lengkap endokrinologi reproduksi


Faktor Masalah Pada Kehamilan Remaja

Faktor Masalah Pada Kehamilan Remaja

Masalah kesehatan reproduksi Kesehatan reproduksi merupakan masalah penting untuk mendapatkan perhatian terutama dikalangan remaja. Remaja yang kelak akan menikah dan orang tua sebaiknya mempunyai kesehatan reproduksi yang prima, sehingga dapat menurunkan generasi sehat. Dikalangan remaja telah terjadi semaca revolusi hubungan seksual yang menjurus kearah liberalisasi yang dapat berakibat timbulnya berbagai penyakit hubungan seks yang merugikan alat reproduksi. Bila pada saatnya diperlukan untuk hamil normal, besar kemungkinan kesehatan reproduksi sudah tidak […]

Cara Memastikan Pembukaan Lengkap Dengan Jentik Baik

Cara Memastikan Pembukaan Lengkap Dengan Jentik Baik

1. Membersihkan vulva dan perineum, menyekanya dengan hati-hati dari depan kebelakang  dengan menggunakan kapas atau kas yang sudah dibasahi air disinfeksi tingkat tinggi. Jika mulut vagina, perineum, atau anus terkontaminasi oleh kotoran ibu, membersihkannya dengan seksama dengan cara menyeka dari depan kebelakang. Membuang kapas atau kasa yang terkontaminasi dalam wadah yang benar. Mengganti sarung tangan jika terkontaminasi.(meletakkan kedua sarung tangan tersebut dengan benar dalam larutan dekontaminasi) 2. Dengan menggunakan teknik […]

Dampak Imunisasi Yang Tidak Lengkap Bagi Bayi dan Anak

Dampak Imunisasi Yang Tidak Lengkap Bagi Bayi dan Anak

Imunisasi bukanlah hal baru dalam dunia kesehatan di Indonesia, namun tetap saja sampai kini banyak orangtua yang masih ragu-ragu dalam memutuskan apakah anaknya akan diimunisasi atau tidak. Kebingungan tersebut sebenarnya cukup beralasan, banyak selentingan dan mitos yang kontroversial beredar, mulai dari alergi, autis, hingga kejang-kejang akibat diimunisasi. Namun, jika para orangtua mengetahui informasi penting sebelum imunisasi, sebenarnya risiko-risiko tersebut bisa dihindari. Apa bahayanya jika anak Anda tidak diberikan imunisasi yang […]

Kehamilan Anggur

Kehamilan Anggur

Pada artikel berikut ini kita akan membahas sedikit mengenai yang namanya hamil anggur. Setiap wanita atau calon ibu dengan sangat gembira menyambut kehamilan yang telah lama di nanti-nantikannya. Gejala kehamilan di rasakan para calon ibu sebagaimana selayaknya orang hamil pada umumnya. Tetapi beberapa pekan kemudian, setelah di periksakan ke dokter ternyata hanya mengalami hamil anggur. Fenomena ini acap terjadi di lingkungan sekitar kita, meski tidak banyak. 1 kasus ditemukan dari […]

Penyebab Terjadinya Masalah Kesuburan

Penyebab Terjadinya Masalah Kesuburan

Kesuburan erat kaitannya dengan terjadinya proses kehamilan. Pasangan usia subur yang tidak mampu melakukan konsepsi (pembuahan) setelah satu tahun melakukan hubungan seksual bisa dikatakan tidak subur (infertile). Sedangkan pasangan di atas usia 35 tahun dikatakan infertile bila tidak mampu melakukan konsepsi setelah melakukan hubungan seksual selama 6 bulan. Jika hal ini terjadi, jelas terjadi masalah kesuburan yang cukup serius yang harus segera di konsultasikan ke dokter untuk mengetahui siapa yang […]

Memperoleh Kesuburan Melalui Terapi Akupunktur

Memperoleh Kesuburan Melalui Terapi Akupunktur

Memperoleh kesuburan melalui akupunktur, apakah dapat dilakukan? Pertanyaan semacam ini banyak sekali ditanyakan, terutama oleh wanita yang telah bertahun-tahun menikah namun belum juga diberikan momongan. Terapi akupunktur membantu masalah kesuburan pada wanita, yang disebabkan gangguan fungsi sistem reproduksi, misalnya ketidakseimbangan sistem hormonal. Terapi ini tidak bisa mengatasi masalah kesuburan akibat gangguan atau kelainan organ reproduksi.  Sementara itu penyumbatan atau penyempitan saluran telur tidak bisa terbantu oleh terapi ini, karena keduanya […]

Informasi Seputar Kontrasepsi Oral

Informasi Seputar Kontrasepsi Oral

Kontrasepsi memiliki peranan dalam setiap fase reproduksi, yaitu untuk menunda kehamilan atau menjarangkan kehamilan. Untuk mencapai tujuan tersebut, berbagai cara dapat dilakukan, antara lain penggunaan pil KB/ kontrasepsi oral, suntikan atau intravaginal, penggunaan alat dalam saluran reproduksi (kondom, alat kontrasepsi dalam rahim/implan), operasi (tubektomi, vasektomi) atau dengan obat topikal intravaginal yang bersifat spermisid. Dari sekian banyak cara tersebut, penggunaan obat oral termasuk cara yang paling banyak digunakan karena sudah lama […]

7 Cara Menghindari kanker Rahim

7 Cara Menghindari kanker Rahim

Kanker serviks atau dikenal juga dengan sebutan kanker rahim adalah penyakit kanker yang terjadi pada daerah leher rahim. yaitu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim. Letaknya antara rahim (uterus) dengan liang senggama wanita (vagina). World Health Organization menyatakan bahwa penyakit kanker serviks telah menduduki peringkat pertama berbagai tipe kanker penyebab kematian wanita di dunia. Sedangkan di Indonesia sudah banyak terdapat kasus yang disebabkan oleh […]

Pemeriksaan Untuk Penilaian Awal Kasus Gawat Darurat

Pemeriksaan Untuk Penilaian Awal Kasus Gawat Darurat

Pemeriksaan yang dilakukan untuk penilaian awal sebagai berikut. 1. Penilaian dengan periksa pandang (inspeksi): –    Menilai kesadaran penderita: pingsan/koma, kejang-kejang, gelisah, tampak kesakitan –    Menilai wajah penderita: pucat, kemerahan, banyak berkeringat –    Menilai pernapasan: cepat, sesak napas –    Menilai perdarahan dari kamaluan 2. Penilaian dengan periksa raba (palpasi): –    Kulit: dingin, demam –    Nadi: lemah/kuat, cepat/normal –    Kaki/tungkai bawah: bengkak 3. Penilaian tanda vital: –    Tekanan darah, nadi, suhu, dan […]

Penilaian Awal Dalam Menentukan Kasus Gawat Darurat Obstetri

Penilaian Awal Dalam Menentukan Kasus Gawat Darurat Obstetri

Penilaian Awal Dalam menentukan kondisi kasus obstetric yang dihadapi apakah dalam keadaan gawat darurat atau tidak, secara prinsip harus dilakukan pemeriksaan secara sistematis meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik umum, dan pemeriksaan obstetrik. Dalam praktik, oleh karena pemeriksaan sistematis yang lengkap membutuhkan waktu agak lama, padahal penilaian harus dilakukan secara cepat, maka dilakukan penilaian awal. Penilaian awal ialah langkah pertama untuk menentukan dengan cepat kasus obstetri  yang dicurigai dalam keadaan gawat darurat […]

Analgesia Inhalasi

Analgesia Inhalasi

Inhalasi intermiten 40 – 50 % N2O bisa menyebabkan analgesia ringan meskipun jarang diberikan pada saat persalinan kala satu. Alat resusitasi harus tersedia selama mengunakannya. Dibutuhkan suatu alat yang bisa membatasi konsentrasi N2O dan harus selalu dicek untuk mencegah pemberian secara tidak sengaja N2O konsentrasi tinggi atau bahkan konsentrasi gas hipoksik. Dilaporkan bahwa penggunaan teknik ini selama proses persalinan menunjukkan analgesia yang bervariasi. Demikian juga saturasi oksigen maternal. Kadang-kadang N2O […]

Penyakit Arteri Koroner dan Persalinan Dengan Seksio Sesarea

Penyakit Arteri Koroner dan Persalinan Dengan Seksio Sesarea

Penyakit Arteri Koroner Penyakit Arteri Koroner jarang pada reproduksi, tetapi infark miokard dapat terjadi karena stress hemodinamik yang berlebihan. Penanganan penyakit koroner pada kehamilan sama dengan pada yang bukan hamil. Diseksi arteri koroner spontan jarang terjadi, menyebabkan iskemia miokard dan mati tiba-tiba pada grup yang lebih muda dan terutama pada pascapersalinan. Gejala klinik termasuk angina, infark miokard, syok kardiogenik, dan kematian. Tidak ada factor spesifik dari kejadian penyakit ini. Pada […]

Eritrosit adalah Komponen Transfusi Darah

Eritrosit adalah Komponen Transfusi Darah

Eritrosit Eritrosit tersedia dalam bentuk sel darah merah atau darah lengkap. Satu-satunya indikasi pemberian eritrosit adalah untuk meningkatkan daya angkut oksigen pada pasien-pasien anemia dan hipotensi ortostatik sekunder karena kehilangan darah. Kemampuan daya angkut oksigen yang yang memadai dijumpai pada kebanyakan perempuan dengan hemoglobin (Hb) 7 g/dl, hematokrit (Ht) intravaskular menghasilkan perfusi yang cukup. Transfuse dengan sel darah merah tetap dilakukan ketika tingkat Hb adalah 7 – 10 gdl, pada […]

Plasenta Di Dalam Rahim Setelah Persalinan

Plasenta Di Dalam Rahim Setelah Persalinan

Bila plasenta masi terdapat didalam rahim atau keluar secara tidak lengkap pada jam pertama setelah persalinan, harus segera dilakukan plasenta manual untuk melahirkan plasenta. Tindakan hanya dianjurkan untuk tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dengan kondisi fasilitas kesehatan yang cukup memadai. Bila plasenta telah dilahirkan secara lengkap, tetapi masih terjadi perdarahan, Segera berikan suntikan oksitosin. Dilanjutkan denga masse fundus secara sirkular sampai terdapat kontraksi uterus yang adekuat. Keadaan ibu memerlukan pengawasan […]

Fase Persalinan Normal dan Kala Persalinan

Fase Persalinan Normal dan Kala Persalinan

Fase-Fase Persalinan Normal Beberapa jam terakhir kehamilan ditandai dengan adanya kontraksi uterus yang menyebabkan penipisan, dilatasi serviks, dan mendorong janin keluar melalui jalan lahir. Banyak energy dikeluarkan pada waktu ini. Oleh karena itu, penggunaan istilah in labor (kerja keras) dimaksudkan untuk menggambarkan proses ini. Kontraksi miometrium pada persalinan terasa nyeri sehingga istilah nyeri persalinan digunakan untuk mendiskripsikan proses ini. Tiga Kala Persalinan Persalinan aktif dibagi menjadi tiga kala yang berbeda. […]

Pemberian Air Susu Ibu Pada Bayi

Pemberian Air Susu Ibu Pada Bayi

Resolusi World Health Assembly (WHA) tahun 2001 menegaskan bahwa tumbuh kembang anak secara optimal merupakan salah satu hak azasi anak. Modal dasar pembentukan manusia berkualitas dimulai sejak bayi dalam kandungan dilanjutkan dengan pemberian  air susu ibu (ASI). Menyusui adalah salah satu komponen dari proses reproduksi yang terdiri atas haid, konsepsi, kehamilan, menyusui, dan penyapihan. Jika semua komponen berlangsung dengan baik, proses menyusui akan berhasil. Setiap mamalia telah dipersiapkan dengan sepasang […]

Vaksinasi Ibu Hamil dan Pasca Persalinan

Vaksinasi Ibu Hamil dan Pasca Persalinan

Semua ibu harus mendapatkan imunisasi dengan paling sedikit 2 kali pemberian Tetanus Toksoid sebagai upaya pencegahan terjadinya tetanus pada ibu ataupun bayinya. Dosis ketiga diberikan dalam 6 bulan setelah pemberian suntikan yang kedua dan 2 dosis yang terakhir diberikan paling lambat setelah satu tahun atau selama kehamilan yang berikutnya. Bila terdapat risiko yang tinggi untuk terjadinya penularan Tuberkulosis, imunisasi BCG harus diberikan pada bayi segera setelah kelahiran. Vaksin Difteria-pertusis-tetanus direkomendasikan […]

Jadwal Imunisasi Yang Dianjurkan

Jadwal Imunisasi Yang Dianjurkan

Jadwal imunisasi yang dianjurkan selama dan setelah kehamilan 1. Bila sebagian besar ibu pada masa reproduksi belum pernah mendapatkan imunisasi Tetanus Toksoid (TT) pada masa anak ataupun sebelum kehamilan, direkomendasikan untuk melakukan imunisasi pada kunjungan pertama kehamilan (TT1) dan dosis kedua (TT2) paling sedikit 4 minggu setelah pemberian TT1. Imunisasi TT3 paling sedikit 6 bulan setelah TT2. Dua dosis imunisasi yang terakhir harus diberikan dalam interval minimal 1 tahun. Bila […]

Menangani Masalah Gawat Darurat Kebidanan

Menangani Masalah Gawat Darurat Kebidanan

Obat Pengurang Rasa Nyeri Pada beberapa kasus gawat darurat obstetric, penderita dapat mengalami rasa nyeri yang membutuhkan pengobatan segera. Pemberian obat pengurang rasa nyeri jangan sampai menyembunyikan gejala yang sangat penting untuk menentukan diagnosis. Hindarilah sedasi berlebihan. Obat narkotika dapat menekan pernapasan. Hindarilah penggunaan narkotika pada kasus yang dirujuk tanpa didampingi petugas kesehatan, terlebih lagi petugas tanpa kemampuan untuk mengatasi depresi pernapasan. Penanganan masalah utama Penyebab utama kegawat daruratan kasus […]

Kehamilan Nirmudigah dan Kehamilan Mola Pada Trimester I

Kehamilan Nirmudigah dan Kehamilan Mola Pada Trimester I

Kehamilan Nirmudigah (Blighted Ovum; Anembryonic Pregnancy; Empty Amnion) Kehamilan nirmudigah sering dijumpai pada kehamilan trimester I, terjadi akibat kegagalan pembentukan mudigah. Kelainan ini mungkin juga terjadi karena perkembangan mudigah terhenti sebelum dapat terdektesi dengan USG, atau mudigah mati dan mengalami resorbsi sehingga tidak terlihat lagi dengan USG. Sekitar 50 – 60% abortus yang terjadi pada kehamilan trimester I disebabkan oleh kehamilan nirmudigah, dan seringkali berhubungan dengan kalainan kromosomal. Kehamilan Mola […]