contoh makalah persalinan normal bayi kembar


Asuhan Persalinan Setelah Bayi Lahir

Asuhan Persalinan Setelah Bayi Lahir

Saat Bayi Lahir, Lakukan Penilaian Sebagai Berikut. a. Apakah kehamilan cukup bulan? b. Apakah air kebutan jernih dan tidak terkontaminasi mekonium? c. Apakah bayi bernafas adekuat atau menangis? d. Apakah tonus otot bayi baik? Bila semua pertanyaan di atas dijawab dengan “ya”, lakukan perawatan rutin. Perawatan rutin ialah memberikan kehangatan, membuka/membersihkan jalan napas, mengeringkan, dan menilai warna. Bila salah satu atau lebih pertanyaan dijawab “tidak”, lakukan langkah awal resusitasi. Ventilasi [...]

Peningkatan dan Pemotongan Tali Pusat

Peningkatan dan Pemotongan Tali Pusat

Peningkatan dan pemotongan tali pusat segera setelah persalinan banyak dilakukan secara luas di seluruh dunia, tetapi penelitian menunjukkan hal ini tidak bermanfaat bagi ibu ataupun bayi, bahkan dapat berbahaya bagi bayi. Penundaan peningkatan tali pusat memberikan kesempatan bagi terjadinya transfusi fetomaternal sebanyak 20 – 50 % (rata-rata 21 %) volume darah bayi. Variasi jumlah darah transfusi fetomaternal ini tergantung dari lamanya penundaan peningkatan tali pusat dan posisi bayi dari ibunya [...]

Obat Tambahan Pada Asuhan Persalinan

Obat Tambahan Pada Asuhan Persalinan

1. Cairan penambah volume darah (volume expander) diindikasikan untuk pasien yang telah diketahui atau dicurigai mengalami kehilangan darah, dan berespon buruk terhadap tindakan resusitasi lain. NaCl 0,9 % atau ringer laktat dapat diberikan dalam bentuk bonus  10 ml/kg selama 5 – 10 menit. Jika kehilangan darah akut cukup untuk menimbulkan syok, maka pemberian darah o negatih dapat dibenarkan. 2. Natrium bikarbonat direkomendasikan untuk bayi dengan resusitasi memanjang yang tidak berespons [...]

Resusitasi Bayi Baru Lahir

Resusitasi Bayi Baru Lahir

Resusitasi neonatus tidak rutin dilakukan pada semua bayi baru lahir. Akan tetapi, penilaian untuk menentukan apakah bayi memerlukan resusitasi harus dilakukan pada setiap neonatus oleh petugas terlatih dan kompeten dalam resusitasi neonatus. Pada bayi sehat dengan napas spontan, tonus baik dan ketuban jernih, tidak dilakukan resusitasi, tetapi tetap harus dilakukan perawatan rutin. Bila bayi gagal bernapas spontan, hipotonus, atau ketuban keruh bercampur mekonium, maka harus dilakukan langkah-langkah resusitasi. Semua peralatan [...]

Perawatan Lanjutan Persalinan Normal

Perawatan Lanjutan Persalinan Normal

Perawatan Lanjutan a. Catat Nilai Apgar untuk menit ke-1 dan ke-5 dalam rekaman medik. b. Jika bayi memerlukan asuhan intensif, rujuk kerumah sakit yang terdekat yang memiliki kemampuan memberikan dukungan ventilator, untuk memantau dan memberikan perawatan pada neonatus. c. Jika bayi dalam keadaan stabil, pindahkan ke neonatal untuk dipantau dan di tindak lanjuti. d. Diruang neonatal, ikuti panduan asuhan neonatus normal untuk pemeriksaan fisik dan dan tindakan profilaksis. Selain itu, [...]

Kebersihan Resusitasi Sebelum Persalinan

Kebersihan Resusitasi Sebelum Persalinan

Langkah Resusitasi untuk Kebersihan Resusitasi 1. Jangan menunggu untuk menentukan Nilai Apgar satu menit untuk memulai resusitasi. Semakin lambat memulai, akan semakin sulit melakukan resusitasi. 2. Semua petugas yang terlibat dalam persalinan harus telas dilatih secara memadai, efesien, dapat bekerja sebagia tim, dan semua peralatan yang diperlukan harus tersedia dan dalam keadaan berfungsi baik. Sebelum Persalinan Dimulai 1. Informasikan unit neonatologi mengenai adanya persalinan risiko tinggi yang sedang terjadi. Dokter [...]

Asuhan Nifas Normal

Asuhan Nifas Normal

Masa nifas atau puerperium dimulai sejak 1 jam setelah lahirnya plasenta sampai dengan 6 minggu (42 hari) setelah itu, pelayanan pascapersalinan harus terselanggara pada masa itu untuk memenuhi kebutuhan ibu dan bayi, yang meliputi upaya pencegahan, deteksi dini dan pengobatan komplikasi dan penyakit yang mungkin terjadi, serta penyedian pelayanan pemberian ASI, cara menjarangkan kehamilan, imunisasi dan nutrisi bagi ibu. Periode pascapersalinan meliputi masa transisi kritis bagi ibu, bayi, dan keluarganya [...]

Pemberian ASI dan Pasca Persalinan

Pemberian ASI dan Pasca Persalinan

Ibu memberikan ASI sacara dini lebih sedikit akan mengalami masalah dengan menyusui. Bimbingan yang tidak benar dan teratur dari tenaga kesehatan merupakan kendala utama pemberian ASI. Bagaimana cara mendukung dan memicu pemberian ASI dijelaskan dalam WHO/UNICEF Join Statement “Promoting, Protecting and Supporting Breasfeeding – the special role of the martenity services”, yang  kemudian disimpulkan dalam 10 Langkah Menyusui (Ten Steps to Successful Breastfeeding) yang kemudian menjadi dasar The Baby Friendly [...]

Vaksinasi Ibu Hamil dan Pasca Persalinan

Vaksinasi Ibu Hamil dan Pasca Persalinan

Semua ibu harus mendapatkan imunisasi dengan paling sedikit 2 kali pemberian Tetanus Toksoid sebagai upaya pencegahan terjadinya tetanus pada ibu ataupun bayinya. Dosis ketiga diberikan dalam 6 bulan setelah pemberian suntikan yang kedua dan 2 dosis yang terakhir diberikan paling lambat setelah satu tahun atau selama kehamilan yang berikutnya. Bila terdapat risiko yang tinggi untuk terjadinya penularan Tuberkulosis, imunisasi BCG harus diberikan pada bayi segera setelah kelahiran. Vaksin Difteria-pertusis-tetanus direkomendasikan [...]

Fungsi Pencatatan dan Rujukan Dalam Asuhan Persalinan

Fungsi Pencatatan dan Rujukan Dalam Asuhan Persalinan

Pencatatan (Dokumentasi) Catat semua asuhan yang telah diberikan kepada ibu dan/atau bayinya. Jika asuhan tidak dapat dicatat dapat dianggap bahwa  tidak pernah dilakukan asuhan yang dimaksud. Pencatatan adalah bagian penting dari proses membuat keputusan klinik karena memungkinkan penolong persalinan untuk terus-menerus memperhatikan asuhan yang diberikan selama proses persalinan dan kelahiran bayi. Mengkaji ulang catatan memungkinkan untuk menganalisis data yang telah dikumpulkan dan dapat lebih efektif dalam merumuskan suatu diagnosis serta [...]

Plasenta Di Dalam Rahim Setelah Persalinan

Plasenta Di Dalam Rahim Setelah Persalinan

Bila plasenta masi terdapat didalam rahim atau keluar secara tidak lengkap pada jam pertama setelah persalinan, harus segera dilakukan plasenta manual untuk melahirkan plasenta. Tindakan hanya dianjurkan untuk tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dengan kondisi fasilitas kesehatan yang cukup memadai. Bila plasenta telah dilahirkan secara lengkap, tetapi masih terjadi perdarahan, Segera berikan suntikan oksitosin. Dilanjutkan denga masse fundus secara sirkular sampai terdapat kontraksi uterus yang adekuat. Keadaan ibu memerlukan pengawasan [...]

9 Kegiatan Dalam Asuhan Persalinan Normal

9 Kegiatan Dalam Asuhan Persalinan Normal

Kegiatan yang tercakup dalam asuhan persalinan normal, adalah sebagai berikut: 1. Secara konsisten dan sistematik menggunakan praktek pencegahan infeksi, misalnya mencuci tangan secara rutin, menggunakan sarung tangan sesuai dengan yang diharapkan, menjaga lingkungan, yang bersih bagi proses persalinan dan kelahiran bayi, serta menerapkan standar proses peralatan. 2. Memberikan asuhan rutin dan pemantauan selama persalinan dan setelah bayi lahir, termasuk penggunaan partograf. Partograf digunakan sebagai alat bantu untuk membuat suatu keputusan [...]

Asuhan Persalinan Normal

Asuhan Persalinan Normal

Dasar asuhan persalinan normal adalah asuhan yang bersih dan aman selama persalinan dan setelah bayi lahir, serta upaya pencegahan komplikasi terutama perdarahan pasca persalinan, hipotermia, dan asfiksia bayi baru lahir. Sementara itu, focus utamanya adalah mencegah terjadinya komplikasi. Hal ini merupakan suatu pergeseran paradigm dari sikap menunggu dan menangani komplikasi menjadi mencegah komplikasi yang mungkin terjadi. Pencegahan komplikasi selama persalinan dan setelah bayi lahir akan mengurangi kesakitan dan kematian ibu [...]

Tahapan Persalinan Normal

Tahapan Persalinan Normal

Dengan fleksi kepala janin memasuki ruang panggul dengan ukuran yang paling kecil, yakni dengan diameter suboksipitobregmatikus (9,5 cm) dan dengan sirkumferensia suboksipitobregmatikus (32 cm) sampai didasar panggul kepala janin berada didalam keadaan fleksi maksimal. Kepala yang sedang turun menemui diafragma pelvis yang berjalan dari belakang keatas kebawah depan. Akibat kombinasi elastisitas diafragma pelvis dan tekanan intrauterine disebabkan oleh his yang berulang-ulang, kepala mengadakan rotasi, disebut pula putaran paksi dalam. Didalam [...]

Sumber Utama Infeksi Pada Bayi

Sumber Utama Infeksi Pada Bayi

Infeksi berasal dari 2 sumber utama, ibu dan lingkungan, termasuk didalamnya tempat persalinan, tempat perawatan dan rumah. Infeksi yang terjadi pada hari pertama kehidupan pada umumnya berasal dari kontak dengan mikroorganisme yang berasal dari ibu. Infeksi yang terjadi setelah itu lebih sering berasal dari lingkungan mungkin tampak pada saat persalinan. Bagaimanapun tindakan yang dilakukan selama persalinan dapat menjadi penyebab potensial terjadinya infeksi. Hasil pengobatan akan menjadi jauh lebih baik apabila [...]

Masalah yang Dihadapi Pasca Persalinan

Masalah yang Dihadapi Pasca Persalinan

Masalah psikologi pada pascapersalinan bukan merupakan komplikasi yang jarang ditemukan. Masalah ini dapat dihindari dengan adanya dukungan sosial serta dukungan pelaksana pelayanan kesehatan selama kehamilan, persalinan, dan pascapersalinan. Status nutrisional pada masa remaja, kehamilan, dan laktasi memiliki dampak langsung pada  kesehatan maternal dan bayi selama masa nifas. Intake nutrisi pascapersalinan harus ditingkatkan untuk mengatasi kebutuhan energi selama menyusui. Tiga defisiensi vitamin dan mineral adalah kelainan yang terjadi sebagai akibat kekurangan [...]

Kriteria Persalinan Normal

Kriteria Persalinan Normal

Friedman berusaha memilih criteria yang akan member batasan-batasan persalinan normal, sehingga kelainan-kelainan persalinan yang signifikan dapat segera diidentifikasi. Kelompok perempuan yang diteliti adalah nulipara dan multipara yang tidak mempunyai disproporsi  fetopelfik, tidak ada kehamilan ganda, dan tidak ada yang diobati dengan sedasi berat, analgesia konduksi, oksitosin, atau intervensi operatif. Semuanya mempunyai panggul normal, kehamilan aterm dengan presentasi vertex, dan bayi berukuran rata-rata. Dari penelitian ini, friedman mengembangkan konsep tiga bagian [...]

Penggunaan Partograf dalam Persalinan

Penggunaan Partograf dalam Persalinan

Partograf Partograf adalah alat bantu yang digunakan  selama persalinan. Tujuan utama penggunaan partograf adalah untuk: 1. Mencatat hasil observasi dan kemajuan persalinan dan 2. Mendeteksi apakah proses persalinan berjalan secara normal. Dengan demikian, juga dapat dilaksanakan deteksi secara dini, setiap kemungkinan terjadinya partus lama. Jika digunakan secara tepat dan konsisten, partograf akan membantu penolong persalinan untuk mencatat kemajuan persalinan, kondisi ibu dan janin, asuhan yang diberikan selama persalinan dan kelahiran, [...]

Faktor Penting Persalinan Normal

Faktor Penting Persalinan Normal

Hampir 96% janin berada dalam uterus dengan persentasi kepala dan pada persentasi kepala ini ditemukan ± 58% ubun-ubun kecil terletak dikiri depan, ± 23% dikanan depan, ± 11 % dikanan belakang, dan ± 8 % dikiri belakang. Keadaan ini mungkin disebabkan terisinya ruangan disebelah kiri belakang oleh kolon sigmoid dan rectum. Menjadi pertanyaan mengapa janin dalam persentase yang tinggi berada dalam uterus dengan persentase kepala? Keadaan ini mungkin disebabkan kepala [...]

Fase Persalinan Normal dan Kala Persalinan

Fase Persalinan Normal dan Kala Persalinan

Fase-Fase Persalinan Normal Beberapa jam terakhir kehamilan ditandai dengan adanya kontraksi uterus yang menyebabkan penipisan, dilatasi serviks, dan mendorong janin keluar melalui jalan lahir. Banyak energy dikeluarkan pada waktu ini. Oleh karena itu, penggunaan istilah in labor (kerja keras) dimaksudkan untuk menggambarkan proses ini. Kontraksi miometrium pada persalinan terasa nyeri sehingga istilah nyeri persalinan digunakan untuk mendiskripsikan proses ini. Tiga Kala Persalinan Persalinan aktif dibagi menjadi tiga kala yang berbeda. [...]