Tahap Penyembuhan Kulit Gatal Pada Bayi


Cara Menyembuhkan Kulit Bayi GatalKulit gatal memburuk di malam hari karena ketika anak diam dan berbaring, rasa gatal lebih mudah dirasakan. Gatal-gatal dapat diakibatkan tanaman rambat, gigitan serangga, eksim, atau sengatan matahari. Dan jika kulit gatal disebabkan oleh alergi, kenaikan kadar histamin dapat membuatnya lebih buruk.

Gatalnya kulit merupakan gejala dari penyakit ringan sampai penyakit yang serius. tidak hanya berdampak pada sebagian kecil bagian tubuh, dengan rasa sakit, frekuensi dan durasi yang berbeda. Bergantung pada penyebabnya. Pada bayi, gatalnya kulit dapat disebabkan karena kulit kering, pengaruh faktor eksternal dan gejala dari penyakit serius.

Faktor eksternal yang menyebabkan gatal pada bayi antara lain gigitan serangga atau terkena getah dari tanaman. Infeksi virus ataupun bakteri dapat menjadi faktor penyebabnya. misalnya inveksi virus Rubella. Selain itu, reaksi alergi akibat bahan pangan juga menjadi pemicu. Kulit gatal bisa jadi merupakan efek samping dari konsumsi obat antibiotik dan anti jamur.

Kasus kulit gatal pada seluruh tubuh mengindikasikan penyakit serius yang terjadi dalam sistem tubuh. Seperti sakit liver, gagal ginjal, defisiensi zat besi pada penderita anemia, dan gangguan pada kelenjar tiroid. Gejala tersebut juga ditunjukkan oleh penderita leukimia.

Gatal pada bayi lebih sering terjadi karena kulit bayi masih tipis, sensitif dan rentan terkena iritasi. Untuk menangani dalam kondisi ringan yang dialami bayi, anda dapat melakukan penyembuhan di rumah tanpa membawanya ke dokter.

Tahap penyembuhan kulit gatal pada bayi adalah sebagai berikut:

  • Mandikan bayi anda menggunakan air pada suhu ruang atau menggunakan air hangat-hangat kuku. Penggunaan air yang terlalu hangat, sabun ataupun sampo dapat menyebabkan kulit kering. Ini akan semakin memperburuk gatalnya.
  • Keringkan tubuhnya tanpa menggunakan handuk. Karena penggunaan handuk dapat memperparah iritasi pada kulit.
  • Lulurkan pelembab kulit bayi segera setelah kulit bayi cukup kering setelah mandi. Pelembab ini akan meningkatkan kelembaban kulit lebih baik dibandingkan penggunaan air sebagai pelembab. Penggunaan pelembab dapat bertahan dalam waktu yang relatif lama.
  • Gunakan pakaian yang memungkinkan pertukaran udara dapat berlangsung dengan baik, lembut, berbahan dari katun atau sutra. Jangan kenakan pakaian dari bahan wool karena dapat meningkatkan rasa gatal yang diderita anak.
  • Jaga anak anda tetap di ruangan dingin dan hindari perubahan suhu ruangan yang drastis.
  • Potong kuku bayi anda untuk mencegah iritasi kulit dan mencegah luka akibat garukan tangannya ketika dia merasa gatal.
  • Jika gatal disebabkan karena alergi, berikan obat antihistamin. Obat ini dapat meminimalisir gejala disebabkan karena alergi.
  • Oleskan cream hidrokortison pada bagian yang gatal untuk melokalisirnya sehingga tidak menyebar ke bagian yang lain. Penggunaan obat-obatan ini harus berdasarkan izin dokter.

Jika gatal semakin parah setelah anda melakukan treatmen tersebut kepada bayi anda, atau disertai komplikasi penyakit lain, seperti demam bayi dan disertai munculnya bercak kemerahan, bisa jadi itu merupakan penyakit eksim maka sebaiknya anda segera memeriksakan bayi anda ke dokter. Karena bisa jadi, hal yang tampak sederhana merupakan bagian dari gejala penyakit yang berbahaya.

Pada saat anda memeriksakan bayi anda ke dokter, konsultasikan tentang alergi yang mungkin diderita. Dengan demikian, dokter akan dapat membantu menentukan menu makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi oleh bayi anda. Selain itu anda juga dapat mengkonsultasikan sabun, deterjen atau produk lain yang aman untuk bayi anda.


5 Komentar

  1. Bagus artikelnya, minta agar lebih detail
    Si Kecil sy gatal di tangan, kalo liat artikel ini, blm terjawab
    Mksh

  2. ada ga obat tradisional buat gatal” bayi?

  3. Obat antihistamin itu apa krn sy msh menyusui dan stlh makan yg mengandung telur anak saya lgsg keluar bintik merah pd kulitnya

    • Antihistamin (antagonis histamin) adalah zat yang mampu mencegah penglepasan atau kerja histamin. Istilah antihistamin dapat digunakan untuk menjelaskan antagonis histamin yang mana pun, namun seringkali istilah ini digunakan untuk merujuk kepada antihistamin klasik yang bekerja pada reseptor histamin H1.

      Antihistamin ini biasanya digunakan untuk mengobati reaksi alergi, yang disebabkan oleh tanggapan berlebihan tubuh terhadap alergen (penyebab alergi), seperti serbuk sari tanaman. Reaksi alergi ini menunjukkan penglepasan histamin dalam jumlah signifikan di tubuh.

      Terdapat beberapa jenis antihistamin, yang dikelompokkan berdasarkan sasaran kerjanya terhadap reseptor histamin.

      Antagonis Reseptor Histamin H1
      Secara klinis digunakan untuk mengobati alergi. Contoh obatnya adalah: difenhidramina, loratadina, desloratadina, meclizine, quetiapine (khasiat antihistamin merupakan efek samping dari obat antipsikotik ini), dan prometazina.

      Antagonis Reseptor Histamin H2
      Reseptor histamin H2 ditemukan di sel-sel parietal. Kinerjanya adalah meningkatkan sekresi asam lambung. Dengan demikian antagonis reseptor H2 (antihistamin H2) dapat digunakan untuk mengurangi sekresi asam lambung, serta dapat pula dimanfaatkan untuk menangani peptic ulcer dan penyakit refluks gastroesofagus. Contoh obatnya adalah simetidina, famotidina, ranitidina, nizatidina, roxatidina, dan lafutidina.

      Antagonis Reseptor Histamin H3
      Antagonis H3 memiliki khasiat sebagai stimulan dan memperkuat kemampuan kognitif. Penggunaannya sedang diteliti untuk mengobati penyakit Alzheimer’s, dan schizophrenia. Contoh obatnya adalah ciproxifan, dan clobenpropit.

      Antagonis Reseptor Histamin H4
      Memiliki khasiat imunomodulator, sedang diteliti khasiatnya sebagai antiinflamasi dan analgesik. Contohnya adalah tioperamida.

      Beberapa obat lainnya juga memiliki khasiat antihistamin. Contohnya adalah obat antidepresan trisiklik dan antipsikotik. Prometazina adalah obat yang awalnya ditujukan sebagai antipsikotik, namun kini digunakan sebagai antihistamin.

      Senyawa-senyawa lain seperti cromoglicate dan nedocromil, mampu mencegah penglepasan histamin dengan cara menstabilkan sel mast, sehingga mencegah degranulasinya.

  4. Bayi sya umur 1thun,dia gatal” diseluruh tubuhnya,kluar bintik” merah tyuz lama” kluar air.ap ya obatny?trim

Beri Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>