Perawatan Pasca Operasi Caesar


Betapa Pentingnya Perawatan Pasca Operasi Caesar Tak semua persalinan dapat berlangsung mulus, kadang terdapat indikasi medis yang mengharuskan seorang ibu melewati proses persalinan dengan operasi. Operasi ini disebut dengan Sectio Caesarea.

Sectio Caesarea berasal dari bahasa Latin, Caedere, artinya memotong. Sectio Caesarea adalah suatu cara melahirkan janin dengan membuat sayatan pada dinding rahim. Pada pasien yang dilakukan operasi pembedahan untuk tindakan sectio cesarea ini memerlukan beberapa perhatian karena ibu nifas yang melahirkan dengan operasi caesarea agar dapat melewati fase penyembuhan pasca operasi tanpa komplikasi.

Bagi Anda yang pernah merasakan proses persalinan lewat jalur pembedahan tentunya paham bagaimana pentingnya perawatan pasca operasi Caesar. Operasi Caesar merupakan salah satu tehnik kedokteran dalam proses melahirkan lewat jalan operasi. Langkah medis ini hanya dilakukan sebagai antisipasi dari ancaman jiwa dua orang manusia (dalam hal ini si ibu dan calon buah hatinya) apabila ditemukan kelainan pada kandungannya. Misalnya akibat tertutupnya jalan bagi lahirnya sang bayi oleh plasenta, atau bayi dalam posisi melintang (biasanya dikenal dengan istilah sungsang), atau bisa juga terjadi masalah pada induknya seperti adanya pendarahan sebelum menjalani proses persalinan, dan bahkan adanya gangguan penyakit tertentu (diabetes, jantung, ataupun hipertensi) sehingga pihak medis menyatakan perlu diadakannya operasi ini. Usai menjalani proses melahirkan lewat jalur ini,sebagai  langkah tepat dalam proses penyembuhan

Perawatan pasca operasi Caesar sangat diperlukan untuk mengembalikan kondisi kebugaran tubuh seperti sedia kala. Pada hari pertama setelah operasi, si ibu biasanya wajib menjalani program rawat inap. Apabila diperlukan, pihak medis akan memberikan beberapa jenis obat yang berdosis rendah (yang tidak menimbulkan efek samping berkelanjutan) sebagai salah satu media terapi. Selain itu pihak dokter pada umumnya baru akan mengizinkan yang bersangkutan untuk mengkonsumsi makan-makanan yang sifatnya berat atau padat setelah 24 jam pasca operasi. Bahkan ada beberapa kasus di mana si pasien harus menunda waktu makannya hingga usus mampu berfungsi dengan normal kembali, biasanya ditandai dengan keluarnya gas lewat saluran pembuangan (buang angin atau kentut).

Lalu pada hari kedua dan seterusnya kondisi berangsur-angsur mulai membaik meskipun biasanya sedikit mengalami perasaan tidak nyaman, terutama pada bagian perut. Sebenarnya ini merupakan pertanda baik bahwa organ pencernaan si pasien sudah kembali beraktifitas secara normal setelah mengkonsumsi beberapa macam obat jenis antibiotik sebagai penghilang rasa sakit dan nyeri. Periode pengembalian kondisi fisik bagi tiap-tiap orang berbeda tergantung dari seberapa besar daya tahan tubuh dan efek dari kinerja obat yang dikonsumsinya. Ada yang hanya menjalani perawatan pasca operasi caesar selama beberapa hari, bahkan adapula yang harus melewati proses mediasi hingga berminggu-minggu lamanya. Ada kalanya dokter akan memantau kondisi terakhir pasiennya, dan apabila dinyatakan sudah stabil, maka pihak medis tentunya akan memperbolehkan untuk pulang. Pastikan pula untuk melakukan check up secara rutin untuk memeriksakan kondisi terkini si ibu .




1 Komentar

  1. mau tanya nih, normalnya seorang ibu dirawat akibat SC itu berapa lama yah? ada gak peraturan yang membahas LOS dari SC?

Beri Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>