Cara Mencegah Kelahiran Prematur

Mencegah Kelahiran Prematur Kelahiran Prematur adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan kelahiran bayi sebelum usia kehamilan memasuki minggu ke 37. Kehamilan normal biasanya bertaham kurang lebih selama 40 minggu. Pada kelahiran prematur, wanita menunjukkan gejala kontraksi yang terjadi lebih dari 8 kali dalam satu jam, bersama-sama dengan keluarnya cairan dari vagina. Wanita tersebut juga dapat menderita nyeri punggung bagian bawah dan diare.

Meskipun pada wanita yang melahirkan prematur biasanya tidak terjadi komplikasi, tetapi bayi prematur memiliki resiko mengalami masalah perkembangan dan kesulitan untuk bernafas karena singkatnya masa pertumbuhan bayi. Oleh karena itu, bayi-bayi prematur biasanya memiliki organ-organ yang belum berkembang dengan baik, seperti paru-paru, dan berat badan lahir yang rendah.

Bayi prematur akan diletakkan di dalam inkubator dengan pengawasan tanda-tanda vital secara ketat. Selang intravena akan digunakan untuk mensuplai cairan dan nutrisi pada bayi. Ketika wanita hamil memiliki resiko yang besar untuk terjadinya kelahiran prematur, wanita tersebut dapat diberikan obat-obatan untuk merelaksasi otot-otot polos dari dinding rahim untuk menghentikan kontraksi.

Loading...

Kelahiran prematur atau sebelum waktunya bisa menimbulkan beberapa risiko baik bagi bayi maupun ibunya. Meski begitu kondisi ini bisa dicegah dengan melakukan beberapa hal. Kelahiran prematur tidak bisa dianggap enteng karena dapat memicu masalah kesehatan seperti keterlambatan perkembangan, penyakit paru-paru kronis serta cerebral palsy. Serta dapat mempengaruhi emosional dan finansial dari keluarga.

MENARIK:  Manfaat Jahe Untuk Kesehatan Bayi

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diketahui dan dilakukan untuk membantu yaitu :

1.   Mendapatkan perawatan sejak awal kehamilan.

Mengunjungi dokter sejak diketahui hamil atau saat mencoba untuk hamil bisa bantu kurangi risiko kelahiran prematur. Biasanya dokter akan menyarankan pola makan yang benar seperti asam folat dan vitamin B, berat badan yang tepat, pemberian suplemen atau vitamin jika diperlukan serta pemeriksaan terhadap risiko infeksi yang membahayakan kehamilan.

2.   Mengetahui risiko diri sendiri.

Ketahui faktor risiko yang dimiliki seperti apakah merokok, memiliki tekanan darah tinggi, diabetes, usia saat hamil, pernah memiliki komplikasi kehamilan sebelumnya atau tidak, berat badan yang dimiliki serta faktor genetik lainnya. Konsultasikan dengan dokter untuk meminimalkan risiko yang ada.

3.   Melakukan pemeriksaan terhadap infeksi saluran kemih.

Studi menunjukkan infeksi pada rahim bisa dimulai dari saluran kemih dan menyebabkan kelahiran prematur. Seperti infeksi bakteri di vagina membuat tubuh melepaskan zat kimia pelawan infeksi (sitokin) yang menyebabkan peradangan yang nantinya memicu pelepasan prostaglandin (zat kimia yang memicu kontraksi dan pelebaran leher rahim).

MENARIK:  Manfaat Perawatan Bayi Dengan Metode Kanguru

4.   Mengunjungi dokter gigi secara teratur.

Pemeriksaan ke dokter gigi bisa membantu cegah kelahiran prematur. Hal ini karena perubahan hormon selama kehamilan membuat perempuan lebih renan terhadap radang gusi (bengkak, gusi merah dan penyakit gusi). Kondisi ini memicu penyebaran infeksi lebih lanjut yang mempengaruhi kehamilan.

5.   Perhatikan berat badan.

Memiliki kenaikan berat badan yang berlebih ketika hamil memberikan peluang lebih besar terhadap komplikasi seperti diabetes gestational dan preeklampsia yang meningkatkan risiko persalinan prematur.

6.   Memiliki pola makan yang benar dan olahraga.

Mengonsumsi makanan bergizi selama kehamilan seperti gandum, sumber protein sehat, susu, buah dan sayur membantu perkembangan janin sehat. Konsumsi kadar asam lemak omega 3 yang lebih tinggi menurunkan risiko kelahiran prematur. Sedangkan olahraga bantu cegah diabetes gestational dan preeklampsia.

7.   Mencegah stres dan depresi.

Perempuan hamil yang mengalami depresi atau cemas memiliki peningkatan 2 kali lipat terhadap kelahiran prematur. Untuk itu cegah stres dan depresi dengan melakukan hal-hal yang disukai serta berlatih yoga atau meditasi untuk membantu merilekskan tubuh.

MENARIK:  Resiko Tinggi Bila Melakukan Operasi caesar


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading...