Sayangi Anak Anda Selagi Masih Ada Waktu

IBUDANBALITA.NET – Saat masih kecil, lumrah kita temui anak kita sering membuat rumah menjadi berantakan, bikin kotor dan corat-coret di sana-sini, atau perilaku yang kita “nakal” lainnya.

Masa Kanak-Kanak

Secara umum, setiap anak-anak yang normal akan berbuat demikian di masa pertumbuhannya. Bagi orang tua yang menghabiskan banyak waktu bercengkerama dengan anak-anaknya yang masih kecil, fenomena ini merupakan anugerah sekaligus tantangan tersendiri.

Loading...

Ketika kondisi fisik orang tua sudah begitu lelah dengan urusan pekerjaan atau urusan lainnya, hadirlah si anak dengan sejumlah ‘keonaran’ yang diperbuatnya di dalam rumah, membuat suasana hati dan pikiran semakin mudah bertambah stress.

Tidak sedikit orangtua yang sering jengkel dengan perilaku anak-anaknya di rumah, atau bahkan menjadi sangat marah kepada mereka, lalu menyakiti anak-anak mereka dengan hukuman fisik.

Respon orang tua mungkin akan lebih parah lagi jika kerusakan yang dilakukan anak-anak mereka terjadi pada benda-benda atau hal yang begitu penting artinya untuk orang tua.

Masa Kanak-Kanak

Masa kanak-kanak adalah sebuah keniscayaan. Jika ada orang tua begitu benci dengan perilaku anak-anak mereka di masa kecilnya, kiranya perlu membaca tulisan dari Shahnaz Haque, istri musisi Gilang Ramadhan, yang berjudul “Hanya Soal Waktu“.

MENARIK:  Pembalutan dan Perawatan Luka Pasca Operasi

Tulisan ini memang ditujukannya untuk setiap orang tua yang sering jengkel kepada buah hati mereka.  “Hanya soal Waktu,” merupakan nasehat yang menohok bagi orangtua yang sering jengkel dengan perilaku anak-anaknya di rumah.

Hanya Soal Waktu

Hanya soal waktu…
Saat rumahmu akan sebersih dan serapih rumah2 dalam majalah2 yang sering kau irikan itu..

Maka… nikmatilah setiap detik letihmu yang harus berpuluh kali membereskan kekacauan yang mereka buat.

Hanya soal waktu…
Saat mereka tak mau lagi kau gandeng, peluk atau sekedar kau cium rambutnya.

Maka… berbahagialah ketika mereka selalu membuntutimu kemanapun kakimu melangkah, meski kadang hal itu mengesalkanmu,
bagi mereka tak ada selainmu

Hanya soal waktu…
Saat kau tak lagi jadi si serba tahu dan tempat mengadu.

Maka… bersabarlah dengan rentetan pertanyaan juga celoteh riang dari mulut mungil mereka yang kadang membuat dahimu mengernyit atau keasyikanmu terhenti.

Hanya soal waktu…
Saat mereka mulai meminta kamarnya masing2 dan melarangmu mengutak-atik segala rupa apa yang di dalamnya.

Maka… tahan emosimu dari rengekan manja mereka saat minta kelon atau dongeng sebelum tidur ketika mata 5 wattmu juga meminta haknya.

Hanya soal waktu…
Saat mereka menemukan separoh hatinya untuk selanjutnya membangun sarangnya sendiri. Mungkin saat itu posisimu tak lagi sepenting hari ini.

Maka… resapilah setiap mili kebersamaanmu dengan mereka selagi bisa.

Karena tak butuh waktu lama menunggu kaki kecil mereka tumbuh menjadi sayap yang kan membawanya pergi menggapai asa dan cita.

Kelak kau hanya bisa menengok kamar kosong yang hanya sekali dua akan ditempati penghuninya saat pulang…

Termangu menghirup aroma kenangan di dalamnya dan lalu tercenung “Dulu kamar ini pernah begitu riuh dan ceria” Dan kau akan begitu merindukannya.

Kelak kau akan sering menunggu dering telepon mereka untuk sekedar menanyakan “Apa kabarmu ibu, ayah”?

Dan kau akan begitu bersemangat menjawabnya dengan cerita-cerita tak penting hari ini.

Kelak kau akan merindukan acara memasak makanan kegemaran mereka dan merasa sangat puas saat melihat hasil masakanmu tandas di piring mereka.

Janganlah keegoisanmu hari ini akan membawa sesal di kelak kemudian hari.

Kau takkan pernah bisa memundurkannya sekalipun sedetik untuk sekedar sedikit memperbaikinya.

Karena waktu berjalan…

Ya… ia berlari…
Tidak…. ia bahkan terbang…
Dan dia tak pernah mundur kembali…

*MARI KITA SAYANGI ANAK KITA SEPENUH HATI, SELAGI MASIH ADA WAKTU*

Loading...