Disfungsi Sel Endotel

http://www.ibudanbalita.netAkibat sel endotel terpapar terhadap peroksida lemak, maka terjadi kerusakan sel endotel, yang kerusakannya dimulai dari membrane sel endotel.

Kerusakan membrane sel endotel mengakibatkan terganggunya fungsi endotel, bahkan rusaknya seluruh struktur sel endotel.

Keadaan ini disebut “disfungsi endotel” (endothelial dysfunction). Pada waktu terjadi kerusakan sel endotel yang mengakibatkan disfungsi sel endotel, maka akan terjadi:

1. Gangguan metabolisme prostaglandin, karena salah satu fungsi sel endotel, adalah memproduksi prostaglandin, yaitu menurunnya produksi prostasiklin (PGE2): suatu vasodilatator kuat.

2. Agregasi sel-sel trombosit pada daerah endotel yang mengalami kerusakan.

Agregasi sel trombosit ini adalah untuk menutup tempat-tempat di lapisan endotel yang mengalami kerusakan. Agregasi trombosit memproduksi tromboksan (TXA2) suatu vasokonstriktor kuat.

Dalam keadaan normal perbandingan kadar prostasiklin / tromboksan lebih tinggi kadar prostasiklin (lebih tinggi vasodilatator).

Pada preeclampsia kadar tromboksan lebih tinggi dari kadar prostaksiklin sehingga terjadi vasokonstriksi, dengan terjadi kenaikan tekanan darah.

3. Perubahan khas pada sel endotel kapilar glomerulus (glomerular endotheliosis).

4. Peningkatan permeabilitas kapilar

5. Peningkatan produksi bahan-bahan vascopresor, yaitu endotelin. Kadar NO (vasodilatator) menurun, sedangkan endotelin (vasokonstriktor) meningkat.

6. Peningkatan factor koagulasi.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *