Tanda Inversio Uteri

http://www.ibudanbalita.netInversi Uterus

Kegawat daruratan pada kala III yang dapat menimbulkan perdarahan adalah terjadinya inversi uterus.

Inversi uterus adalah keadaan dimana lapisan dalam uterus (endometrium) turun dan keluar lewat ostium eksternum, yang dapat bersifat inkomplit sampai komplit.

Faktor-faktor yang memungkinkan hal itu terjadi adalah adanya atonia uteri, serviks yang masih terbuka lebar, dan adanya kekuatan yang menarik fundus ke bawah (misalnya karena plasenta akreta, inkreta dan perkreta, yang tali pusatnya ditarik keras dari bawah) atau ada tekanan pada fundus uteri dari atas (manuver Crede) atau tekanan intra abdominal yang keral dan tiba-tiba (misalnya batuk keras atau bersin).

Melakukan traksi umbilikus pada pertolongan aktif kala III dengan uterus yang masih atonia memungkinkan terjadinya inversio uteri.

Inversio uterus ditandai dengan tanda-tanda:

1. Syok karena kesakitan.

2. Perdarahan banyak bergumpal

3. Di vulva tampak endometrium terbali atau tanpa plasenta yang masih melekat.

4. Bila baru terjadi, maka prognosis cukup baik akan tetapi bila terjadinya cukup lama, maka jepitan serviks yang mengecil akan membuat uterus mengalami iskemia, nekrosis, dan infeksi.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *