Loading...

Perdarahan Pasca Persalinan

http://www.ibudanbalita.netYang paling dikenal sebagai tiga penyebab klasik kematian ibu di samping infeksi dan preeklampsia adalah perdarahan.

Perdarahan pascapersalinan (PPP) adalah perdarahan yang masif yang berasal dari tempat implantasi plasenta, robekan pada jalan lahir dan jaringan sekitarnya dan merupakan salah satu penyebab kematian ibu di samping perdarahan karena hamil ektopik dan abortus.

PPP bila tidak mendapat penanganan yang semestinya akan meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu serta proses penyembuhan kembali.

Loading...

Dengan berbagai kemajuan pelayanan obstetri di berbagai tempat di Indonesia, maka telah terjadi pergeseran kasual kematian ibu bersalin dengan perdarahan dan infeksi yang semakin berkurang tetapi penyebab eklampsia dan penyakit medik non kehamilan semakin menonjol.

Definisi PPP adalah perdarahan yang melebihi 500 ml setelah bayi lahir. Pada praktisnya tidak perlu mengukur jumlah perdarahan sampai sebanyak itu sebab menghentikan perdarahan lebih dini akan memberikan prognosis lebih baik.

Pada umumnya bila terdapat perdarahan yang lebih dari normal, apalagi telah menyebabkan perubahan tanda vital (seperti kesadaran menurun, pucat, linglung, berkeringat dingin, sesak napas, serta tensi < 90 mmHg dan nadi > 100/menit), maka penanganan harus segera dilakukan.

Efek perdarahan terhadap ibu hamil bergantung pada volume darah saat ibu hamil, seberapa tingkat hipervolemia yang sudah dicapai dan kadar hemoglobin sebelumnya.

Anemia dalam kehamilan yang masih tinggi di Indonesia (46%) serta fasilitas transfusi darah yang masih terbatas menyebabkan PPP akan mengganggu penyembuhan pada masa nifas, proses involusi dan laktasi.

PPP bukanlah suatu diagnosis akan tetapi suatu kejadian yang harus dicapai kausalnya. Misalnya PPP karena atonia uteri, PPP oleh robekan jalan lahir, PPP karena sisa plasenta atau oleh karena gangguan pembekuan darah.

Sifat perdarahan pada PPP bisa banyak, bergumpal – gumpal sampai menyebabkan syok atau terus merembes sedikit demi sedikit tanpa henti.

Perdarahan Pasca Persalinan | Zulfadillah Ahmad, AMd.Keb | 4.5