Infeksi Penyebab Abortus

http://www.ibudanbalita.netTeori peran mikroba infeksi terhadap kejadian abortus mulai diduga sejak 1917, ketika DeForest dan kawan-kawan melakukan pengamatan kejadian abortus berulang pada perempuan yang ternyata terpapar brucellosis. Beberapa jenis organisme tertentu diduga berdampak pada kejadian abortus antara lain:

1. Bacteria

a. Listeria monositogenes

b. Klamidia trakomatis

c. Ureaplasma hominis

d. Bakterial vaginosis

2. Virus

a. Sitomegalovirus

b. Rubela

c. Herpes simpleks virus (HSV)

d. Human immunodeficiency virus (HIV)

e. Parvovirus

3. Parasit

a. Toksoplasmosis gondii

b. Plasmodium falsiparum

4. Spirokaeta

a. Treponema pallidum

Berbagai teori diajukan untuk mencoba menerangkan peran infeksi terhadap risiko abortus/EPL, di antaranya sebagai berikut.

1. Adanya metabolic toksik, endotoksin, eksotoksin, atau sitokin yang berdampak langsung pada janin atau unit fetoplasenta.

2. Infeksi janin yang bisa berakibat kematian janin atau cacat berat sehingga janin sulit bertahan hidup

3. Infeksi plasenta yang berakibat insufisiensi plasenta dan bisa berlanjut kematian janin.

4. Infeksi kronis endometrium dari penyebaran kuman genitalia bahwa (missal Mikoplasma hominis, Klamdia, Ureaplasma urealitikum, HSV) yang bisa mengganggu proses implantasi.

5. Amnionitis (oleh kuman gram-positif dan gram-negatif, Listeria monositogenes).

6. Memacu perubahan genetic dan anatomic embrio, umumnya oleh karena virus selama kehamilan awal (misalnya rubella, parvovirus B19, sitomegalovirus, koksakie virus B, varisela-zoster, kronik sitomegalovirus CMV, HSV).


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *