Antibiotika Terapeutik

http://www.ibudanbalita.netAntibiotika Terapeutik

1. Sebagai pertahanan pertama terhadap infeksi serius, berikan kombinasi antibiotika:

a. Ampisilin 2 g I.V. setiap 6 jam;

b. DITAMBAH gentamisin 5 mg/kg berat badan I.V. setiap 24 jam;

c. DITAMBAH metronidazol 500 mg I.V. setiap 8 jam.

Catatan: jika infeksi tidak seberapa parah, amoksilin 500 mg per oral setiap jam 8 jam dapat digunakan sebagai pengganti ampisilin dan metronidazol dapat diberikan per oral juga.

2. Jika respons klinis terlihat buruk setelah 48 jam, pastikan apakah dosis antibiotika yang diberikan cukup, evaluasi sumber-sumber infeksi lainnya secara menyeluruh atau pikirkan untuk mengganti pilihan pengobatan berdasarkan laporan sensitivitas mikroba (atau tambahkan obat lainnya untuk mengobati bakteri anaerob, jika belum diberikan).

3. Jika fasilitas kultur tidak tersedia, periksa ulang sampel pus, khususnya dari daerah pelvis, dan untuk penyebab noninfeksi, seperti thrombosis vena dalam dan vena pelvis. Pertimbangan kemungkinan infeksi akibat organisasi yang resisten terhadap kombinasi obat di atas.

a. Jika dicurigai adanya infeksi stafilokokus tambahan:

b. Jika dicurigai infeksi klostridial atau streptokokus hemolitik grup A, tambahkan penisilin 2 juta unit I.V. setiap 4 jam;

c. Jika bukan salah satu kemungkinan di atas, tambahkan seftriakson 2 g I.V. setiap 24 jam.

Catatan: untuk menghindari terjadinya flebitis, tempat infuse sebaiknya digant setiap 3 hari atau jika terdapat tanda peradangan

Jika masih infeksi, evaluasi sumber infeksi.

Untuk pengobatan metritis, kombinasi antibiotika biasanya dilanjutkan smpai ibu tersebut bebas demam selama 48 jam. Tidak perlu ditambahkan antibiotika oral karena belum terbukti adanya keuntugan tambahan. Ibu dengan sepsis akan membutuhkan antibiotika paling sedikit untuk 7 hari.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *