Hemostasis dan Penutupan Luka Pada Perawatan Intraoperatif

http://www.ibudanbalita.netHemostasis

1. Lakukan hemostasis selama tindakan.

2. Karena komplikasi persalinan menimbulkan anemia, upayakan sedikit mungkin kehilangan darah.

Peralatan dan Instrumen Tajam

1. Mulai dan akhiri tindakan dengan menghitung instrument, alat-alat tajam, dan kasa:

2. Lakukan perhitungan setiap akan menutup suatu ruang tubuh,

3. Catat pada rekam medic dan cocokkan sampai sesuai.

4. Memakai alat-alat tajam harus memperhatikan “zona aman” juga pada waktu saling memindahkan/memberikan:

5. Pergunakan bengkok untuk memberikan dan menerima alat-alat tajam, atau

6. Berikan dengan ujung yang tumpul pada si penerima.

Drainase

1. Selalu memakai drain jika:

2. Perdarahan masih ada setelah histerektomi;

3. Ada gangguan pembekuan darah;

4. Jika ada infeksi atau diperkirakan akan terjadi.

5. Sebaiknya memakai system tertutup.

6. Lepas drain jika infeksi telah selesai atau pus atu cairan campur darah sudah 48 jam.

Jahitan

1. Pilih jenis dan ukuran benang yang sesuai untuk jaringan. Ukuran ditulis dengan “0”.

2. Benang yang lebih kecil mempunyai ukuran “0” yang lebih banyak (sebagai contoh 000 (3 – 0) lebih kecil dibandingkan dengan 00 (2 – 0); benang berlabel “1” lebih besar diameternyadibanding “0”;

3. Benang yang terllu kecil akan lemah dan mudah putus, benang yang terlalu besar akan memutuskan jaringan.

4. Lihat bagian yang sesuai untuk jenis dan ukuran benang yang direkomendasikan untuk suatu prosedur.

Pembalut/Penutup Luka Bedah

1. Apabila bedah selesai, luka bedah ditutupdengan kasa steril (lihat pembalutan dan perawatan luka pascaoperatif).


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *