Persiapan Pasien Perawatan Praoperatif

http://www.ibudanbalita.netTerangkan prosedur yang akan dilakukan pada pasien. Jika pasien tidak sadar, terangkan pada keluarganya. Dapatkan persetujuan tindakan medic.

a. Bantu dan usahakan pasien dan keluarganya siap secara mental.

b. Cek kemungkinan alergi dari riwayat medik lain yang diperlukan.

c. Lakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik awal yang baik merupakan langkah esensial setiap pembedahan.

d. Siapkan contoh darah untuk pemeriksaan hemoglobin dan golongan darah. Jika diperkiran diperlukan, minta darah terlebih dahulu.

e. Pameriksaan laboratorium diperlukan disesuaikan dengan kebutuhan. Apabila umur semakin tua diperlukan pemeriksaan EKG dan foto toraks.

f. Cuci dan berbersihkan lapangan insisi dengan sabun dan air.

g. Janganlah mencukur rambut pubis karena hal ini dapat menambah risiko infeksi luka.

h. Rambut pubis hanya bisa dipotong/dipendekkan jika diperlukan.

i. Pantau dan catat tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu).

j. Berikan pramedikasi yang sesuai

k. Berikan antacid untuk mengurangi keasaman lambung (sodium sitrat 0,3% atau Mg trisilikat 300 mg). sebaiknya pasien harus puasa 4 jam sebelumnya.

l. Pasang kateter dan monitor pengeluaran urin.

m. Pastikan semua informasi sudah disampaikan pada seluruh tim bedah. Baik dokter Obgin maupun dokter anestesi sudah memeriksa keadaan pasien sebelum operasi.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *