Psikoprofilaksis dan Analgesia Sistemik

http://www.ibudanbalita.netPsikoprofilaksis

Pengetahuan yang kurang memadai, informasi yang kurang keliru, takut, dan cemas dalam mempersiapkan kelahiran akan membuat ibu sensitive terhadap nyeri sehingga meningkatkan kebutuhan analgesia.

Lamaze memperkenalkan metode nonfarmakologik yang paling popular berupa program pendidikan untuk ibu mengenai fisiologi persalinan dan metode pernapasan khusus disertai teknik konsentrasi kepada satu objek.

Akan tetapi, masing-masing persalinan berbeda lama dan intensitasnya sehingga pada kebanyakan ibu tetap memerlukan obat analgesia.

Analgesia Sistemik Opioid

Opioid sistemik bisa menghilangkan nyeri persalian. Dosis besar diperlukan untuk analgesia selama proses persalinan aktif, tapi dosis besar akan menghasilkan sedasi maternal yang berlebihan dan meningkatkan risiko depresi napas bayi baru lahir.

Efek samping lainnya adalah mual, muntah, menggigil, penurunan motilitas gastrointestinal, hipotensi, dan menurunnya refleks jalan napas.

Efek samping lain pada janin dan bayi baru lahir termasuk penurunan denyut jantung janin, melambatnya awal menyusu, mengubah neurobehaviour bayi baru lahir lebih awal.

Secara umum semua opioid mempunyai efek yang sejenis pada janin dan bayi baru lahir ketika diberikan pada ibu dengan dosis ekuipoten.

Petidin adalah analgesia paling polpular di masa lalu. Dosis yang biasa diberikan adalah 25 – 50 mg i.v. setiap 1 – 2 jam atau 50 – 100 mg i.m. setiap 2 – 4 jam.

Beberapa dokter menyiapkan petidin dosis kecil i.v. bolus dengan pemberian yang dikontrol oleh pasien (PCA = patient controlled analgesia).

Mula kerja analgesia dicapai dalam waktu 5 menit setelah pemberian melalui i.v. dan dalam 30 – 45 menit setelah pemberian melalui i.m.

Petidin dengan cepat melalui plasenta secara difusi pasif. Paruh waktu petidin kira-kira 2,5 jam pada ibu dan kira-kira 13 jam pada bayi baru lahir.

Maximal fetal tissue uptake petidin terjadi kira-kira 2 – 3 jam setelah pemberian pada ibu hamil. Bayi baru lahir berisiko sangat tiinggi mengalami depresi napas ketika persalinan terjadi 2 – 3 jam setelah pemberian petidin pada ibu hamil.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *