Pengambilan dan Penggunaan Darah Autologous

http://www.ibudanbalita.netPenggunaan Darah Autologous

Transfusi Autologous adalah pengumpalan dan penuangan kembali darah pasien sendiri. Sejak kebanyakan prosedur pembedahan berencana tidak mengakibatkan kehilangan darah dalam jumlah yang besar, tidak semua pasien perlu penanganan transfusi autologous.

Tiga teknik transfusi autologous yang ada adalah pengambilan darah autologous sebelum pembedahan, menyelamatkan darah pada saat pembedahan berlangsung dan hemodilusi normovolemik akut.

Pengambilan Darah Autologous Sebelum Pembedahan

Jika pasien memerlukan transfuse selama atau setelah pembedahan atau persalinan, pengambilan darah sebelum pembedahan perlu dilakukan.

Darah harus diambil selambat-lambatnya 2 minggu sebelum pembedahan atau persalinan, dan pasien harus mempunyai sel darah merah yang cukup (Hb 11 g/dl atau lebih). Jika sejumlah besar darah akan diperlukan dan ada waktu, sel-sel yang dibekukan dapat digunakan.

Beberapa penelitian sudah menunjukkan amannya pengambilan darah autologous selama kehamilan. Bagaimanapun, sangat sedikit persalinan yang memerlukan transfusi selama atau setelah persalinan, donasi rutin tidak dianjurkan.

Plasenta previa adalah salah satu kondisi di mana donasi autologous mungkin saja sesuai. kriteria minimum untuk pengambilan darah autologous adalah Hb 11,0 g/dl dan Ht 34 %.

Banyak pasien dapat mendonorkan dengan frekuensi setiap 3 hari, meskipun umumnya lebih dari seminggu. Pasien harus diberi suatu dosis terapi preparat besi oral (ferrous sulfate, ferrous gluconate, atau ferrous fumarate) sebelum dan selama donasi. Risiko donasi autologous adalah kecil; reaksi vasovagal terjadi pada 2 – 5 % dari semua donor.

Indikasi untuk transfusi autologous adalah sama dengan transfusi sel darah merah.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *