Transfusi Trombosit Pada Kebidanan

Trombosit PekatTrombosit Pekat

Transfusi trombosit diberikan untuk mengontrol atau mencegah perdarahan yang berhubungan dengan kekurangan jumlah atau fungsi trombosit.

Transfusi trombosit yang bersifat profilaksis bisa diberikan untuk perempuan dengan trombosit kurang dari 20 x 109/I (20.000/mm3).

Transfusi juga diberikan untuk trombosit 10 x 109/I – 50 x 109/I (10.000 – 50. 000 mm3) dengan kondisi; tindakan bedah berencana, terjadi perdarahan aktif, atau untuk mengantisipasi transfuse masif.

Ketika jumlah trombosit lebih besar dari 50 x 109/I (50.000 mm3) dan tindakan berencana, transfusi profilaksis menjadi tidak bermanfaat, kecuali jika ada perdarahan sistemik atau perdarahan karena gangguan pembekuan darah, sepsis, atau kelainan fungsi trombosit yang berhubungan dengan obat atau penyakit.

Trombosit biasanya disiapkan daam jumlah 40 ml yang berisi 55 x 109 dan mempunyai umur simpan 3 – 5 hari pada suhu 20 – 240 C.

Satu unit trombosit pekat biasanya akan meningkatkan jumlah trombosit dari 5 x 109/I menjadi 10 x109/I (5.000 – 10.000 mm3) pada perempuan yang memiliki berat badan 70 kg.

Dengan demikian, dosis yang umum adalah satu unit per 10 kg berat badan. Peningkatan akan lebih kecil jika pasien antibody disseminated intravascular coagulation, penyakit kulit thrombocytopenic thrombotic, sepsis, hypersplenism, atau adanya anti-plasenta. Trombosit harus diberikan melalui filter darah.

Transfusi trombosit seharusnya tidak digunakan untuk profilaksis pada transfusi darah masif. Transfusi masif adalah penggatian dari satu atau lebih volume darah selama 24 jam (10 unit pada orang dengan berat badan 70 kg).

Penambahan faktor-faktor pembekuan yang spesifik (I, V, dan VIII) harus didasarkan secara klinis dan pengamatan laboratorium.

Uji waktu protrombin, waktu parsial tromboplastin, dan waktu thrombin perlu dilakukan setelah pemberian 5 – 10 unit darah. Komponen-komponen tambahan harus dipesan atas dasar nila-nilai pengamatan. Biasanya , trombosit dan plasma segar beku akan mengoreksi kelainan yang terjadi.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *