Pemberian Transfusi Darah Oleh Petugas Kesehatan

http://www.ibudanbalita.netMengidentifikasi secara benar setiap unit darah adalah sangat penting. Dokter dan perawat harus bersungguh-sungguh saat mengidentifikasi produk darah ketika akan memulai transfuse. Petugas medis lainnya juga harus mengecek setiap unit sebelum dilakukan transfuse.

Menghangatkan komponen-komponen darah jarang diperlukan. Namun, jika rata-rata pemberian melebihi 50 ml/kg/jam, akan menyebabkan angka kejadian hipotermia jantung meningkat.

Adanya penyakit cold aglutinin merupakan indikasi lain untuk menghangatkan darah. Ketika komponen-komponen darah harus dihangatkan, peralatan penghangat darah yang dilengkapi dengan system monitoring harus digunakan. Alatnya bisa berupa coil-in-water ataupun kantung penghangat elektrik.

Semua produk darah harus melalui suatu filter untuk mengeluarkan debris. Filter khusus seperti filter leukocyte-depleting, yang mengeluarkan 99,9 % leukosit dapat dipergunakan untuk mencegah demam, reaksi transfuse nonhemolytic, dan menurunkan risiko infeksi cytomegalovirus.

Hanya salin normal (NaCI 0,9 %) yang bisa diinfus melalui jalur yang sama dengan darah atau komponen-komponen darah.

Cairan kristaloid selain dari salin normal dapat menyebabkan penggumpalan atau hemolisis atau keduanya, dan cairan berisi kalsium akan menyebabkan darah membeku dalam salin infus.

Obat-obatan jangan ditambahkan pada sebuah unit darah atau produk darah karena akan sulit untuk mengetahui jika reaksi muncul apakah berkaitan dengan obat atau transfuse. Dengan demikian, jika transfuse dihentikan, pasien tidak akan menerima dosis obat transfuse secara penuh.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *