Transfusi Darah dan Kriopresipitat Dalam Kebidanan

http://www.ibudanbalita.netTransfusi Darah

Kemajuan teknologi memungkinkan suatu unit darah utuh dipisah menjadi berbagai komponen. Dengan demikian, masing-masing unit darah perdonor dapat menghasilkan eritrosit (sel darah merah, atau Red Blood Cells), trombosit pekat (thrombocyte concentrate), kriopresipitat, dan plasma segar beku (Fresh Frozen Plasma).

Kemajuan penggunaan komponen darah telah membuat frekuensi seluruh kebutuhan transfuse darah berkurang.

Penggunaan komponen darah, dibandingkan darah lengkap, pada umumnya adalah pilihan yang lebih baik karena hanya memberikan komponen spesifik yang dibutuhkan.

Lebih lanjut, penggunaan komponen darah membantu mengawetkan sumber darah karena bermacam-macam komponen dari satu unit darah pendonor bisa dipakai untuk beberapa pasien.

Kriopresipitat

Kriopresipitat didapat dari plasma segar beku yang dikonsentrasikan ke dalam suatu volume 10 – 15 ml. Presipitat tersebut terdiri atas factor-faktor VIII, von Willebrand, fibrinogen, XIII, dan fibronektin, digunakan untuk mengobati kekurangan akan salah satu factor tersebut.

Untuk hipofibrinogenemia, satu dosis kantong kriopresipitat per 5 kg berat badan akan mengakibatkan kadar fibrinogen di atas 100 mg/dl.

Untuk penyakit von Willebrand, dosis pengobatan standar dalam satu kantong kriopresipitat per 10 kg berat badan sehari-hari. Seperti halnya plasma segar beku, jangan digunakan sebagai profilaksis pada transfuse darah masif.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *