Penyakit Arteri Koroner dan Persalinan Dengan Seksio Sesarea

http://www.ibudanbalita.netPenyakit Arteri Koroner

Penyakit Arteri Koroner jarang pada reproduksi, tetapi infark miokard dapat terjadi karena stress hemodinamik yang berlebihan.

Penanganan penyakit koroner pada kehamilan sama dengan pada yang bukan hamil. Diseksi arteri koroner spontan jarang terjadi, menyebabkan iskemia miokard dan mati tiba-tiba pada grup yang lebih muda dan terutama pada pascapersalinan.

Gejala klinik termasuk angina, infark miokard, syok kardiogenik, dan kematian. Tidak ada factor spesifik dari kejadian penyakit ini.

Pada pascapersalinan mekanisme terjadinya penyakit ini mungkin karena diseksi yang disebabkan oleh degenerasi kolagen dan stress dari persalinan. Pengobatan disesuaikan dengan kebutuhan pasien.

Persalinan dengan Seksio Sesarea

Beberapa hal khusus yang membedakan seksio sesarea dengan prosedur bedah umum adalah sebagai berikut.

a. Operator dan asistennya harus memakai pelindung muka (atau masker dan dan goggles) dan apron plastic atau karet di atas baju operasinya, karena dapat terjadi terciprat darah atau cairan amnion yang berdarah.

b. Dianjurkan memakai sarung tangan rangkap, khususnya kalau memakai sarung tangan bedah steril yang diproses ulang atau DTT.

c. Harus diberi sefalosporin  generasi pertama atau kedua secara intravena setelah tali pusat diklem kalau seksio sesarea itu berisiko tinggi.

d. Petugas kesehatan yang menerima bayi harus mencuci tangannya dan memakai sarung tangan periksa bersih atau di-DTT sebelum menangani bayi.

e. Bayi harus ditempatkan pada handuk bersih atau steril sebelum diteruskan kepada petugas kesehatan yang merawat bayi.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *