Pencegahan Infeksi Pada Janin dan Neonatus

http://www.ibudanbalita.netInfeksi Janin dan Neonatus

Infeksi janin dan neonates digolongkan pada infeksi in utero (transplasenta), sewaktu melalui jalan lahir (transmisi vertikal), atau sewaktu masa neonatal (dalam 28 hari pertama setelah lahir).

Infeksi in utero disebabkan oleh virus (sitomegalovirus, rubela, varisela, HIV, parovirus), protozoa (toksoplasma gondii), dan bacteria (sifilis kongenital).

Infeksi intra partum dan infeksi bayi baru lahir pascapersalinan di sebabkan oleh virus (hepatitis B, hepatitis C, HIV, virus herpes simpleks, human papilloma virus, parovirus), bacteria (Ekoli, streptokokus B, jamur, konjungtivitis karena klaminidia, gonorea, listeria monositogenes, dan sejumlah basil anaerob gram negatif).

Beberapa organisme lain dapat menginfeksi bayi baru lahir selama bulan pertama kehidupan, yaitu virus (sitomegalovirus, enterovirus, rinovirus), protozoa (malaria), bacteria (tuberculosis dan tetanus).

Pencegahan Penyakit Infeksi Janin dan Bayi Baru Lahir

Upaya pencegahan telah berhasil mengurangi risiko infeksi janin dan bayi baru lahir di Negara-negara berkembang.

Pencegahan yang dilakukan antara lain adalah imunisasi maternal (tetanus, rubella, varisela, hepatitis B), pengobatan antenatal terhadap sifilis maternal, gonora, klamidia, penggunaan profilaksis obat tetes mata pascalahir untuk mencegah konjungvitis karena klamidia, gonorea, dan jamur, pengobatan profilaksis perempuan hamil yang berisiko terhadap penyakit grup B streptokokus, dan pengobatan dengan antiretroviral (ARV) maternal (antenatal dan intrapartum) dan bayi baru lahir (pascalahir) untuk mencegah HIV.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *