Penanganan Cardiac Arrest atau Henti Jantung

http://www.ibudanbalita.netUluran tangan sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan pasien. Letakkan pasien dalam posisi dorsal (telentang) diatas lantai yang keras.

Dengan satu ibu jari  satu tangan yang tertutup di atas sternum cukup untuk memperbaiki keadaan, kemudian dilanjutkan dengan: Tindakan/Langkah ABCDEF.

A – Airway:

a. Bersihkan jalan napas dari muntah, darah, gigi, benda asing, dan lain-lain.

b. Pertahankan jalan napas dengan jalan:

  • Menarik mandibula dan lidah
  • Pasang airway
  • Intubasi endoktrakeal secepat mungkin

B – Breathing:

Lakukan salah satu dari tindakan berikut:

a. Respirasi dari mulut ke mulut

b. Pasang sungkup dan ambubag (balon resusitasi) dengan oksigen 100%

c. Pasang pipa endotrakeal dan lakukan ventilasi tekanan positif yang intermiten

C – Cardiac massage:

a. Dengan meletakkan kedua pergelangan tangan di atas sternum, lengan dalam keadaan lurus (ekstensi) berikan tekanan dengan seluruh berat badan ke atas sternum.

b. Lakukan sampai pembuluh darah femoral dan karotid dapat dipalpasi.

c. Tekanan yang optimal 60 x per menit dengan pernapasan buatan 15 x atau 4 : 1

D – Drip and Drugs:

a. Berikan larutan Sodium bikarbonat 8,4 %: untuk mengatasi asidosis metabolic. Berikan dosis awal 100 ml dan selanjutnya 10 ml tiap menit selama sirkulasi belum adekuat.

b. Cardiac stimulants (inotropic drugs): dapat diberikan I.V. atau intrakardiak.

  • Adrenalin 0,5 – 1,0 mg.
  • Atropine 0,6 mg.
  • Dopamine 100 mg dalam 500 ml larutan (1 – 5 g/kg/min).
  • Kalsium klorida 10 % larutan.

E – Elektrokardiogram

Untuk menentukan keberhasilan penanganan dan respons terapi.

F – Fibrilation treatment

Lakukan defibrilisasi langsung (direct current).


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *