Faktor Resiko dan Penyebab Obstetri Pada Syok Septik

http://www.ibudanbalita.netSyok septic dalam obstetric dapat disebabkan oleh hal-hal berikut.

a. Abortus septic

b. Ketuban pecah yang lama/korioamnionitis

c. Infeksi pascapersalinan: manipulasi dan instrumentasi

d. Trauma

e. Sisa plasenta

f. Sepsis puerperalis

g. Pielonefritis akura

Factor Risiko

Ketuban pecah yang lama, sisa konsepsi yang tidak keluar, dan instrumentasi saluran urogenital merupakan factor risiko yang lain untuk terjadinya sepsis.

Syok septic akan menunjukkan gejala-gejala seperti menggigil, hipotensi, gangguan mental, takikardia, takipnea, dan kulit merah. Bila syok tambah berat, akan terjadi kulit dingin dan basah, bradikardia, dan sianosis.

Penggunaan mifepriston intravaginal pada abortus medisinalis dapat menyebabkan syok septic yang fulminan dan letal disebabkan infeksi klostridium sordeli pada endometrium, suatu bakteri gram positif dan mengeluarkan toksin.

Mifepriston mempengaruhi pengeluaran dan fungsi kortisol dan sitoksin dengan jalan menduduki (blocking) reseptor progesterone dan glukokortikoid.

Kegagalan pengeluaran kortisol dan sitokin akan menghambat mekanisme pertahanan tubuh yang dibutuhkan untuk menghambat penyebaran infeksi C sordeli dalam endometrium. Pelepasan eksotoksin dan endotoksin dari C sordeli akan mempercepat terjadinnya syok septic yang letal.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *