Komplikasi dan Penanganan Syok Hemoragik Dalam Kebidanan

http://www.ibudanbalita.netKomplikasi

Syok yang tidak dapat segera diatasi akan merusak jaringan di berbagai organ sehingga dapat terjadi komplikasi-komplikasi seperti gagal ginjal akut, nekrosis hipofise (sindroma Sheehan), dan koagulasi intravascular diseminata (DIC).

Mortalitas

Perdarahan 500 ml pada partus spontan dan 1000 ml pada seksio sesarea pada umumnya masih dapat ditoleransi.

Perdarahan karena trauma dapat menyebabkan kamatian ibu dalam kehamilan sebanyak 6 – 7 % dan solusio plasenta 1 – 5 %. Di USA perdarahan obstetric menyebabkan angka kematian ibu (AKI) sebanyak 13,4 %.

Penanganan Syok Hemoragik dalam Kebidaanan.

Bila terjadi syok hemoragik dalam kebidanan, segera lakukan resusitasi, berikan oksigen, infuse cairan, dan transfuse darah dengan “crossmatched”.

Diagnosis plasenta previa/solusio plasenta dapat dilakukan dengan bantuan USG. Selanjutnya atasi dengan koaguloopati dan lakukan pengawasan janin dengan memonitor denyut jantung janin. Bila terjadi tanda-tanda hipoksia, segera lahirkan anak.

Jika terjadi atonia uteri pascapersalinan segera lakukan masase uterus, berikan suntikan metal-ergometrin (0,2 mg) I.V. atau per infuse (20 – 40 U/I), dan bila gagal menghentikan perdarahan lanjutkan dengan ligasi a hipogastrika atau histerektomi bila anak sudah cukup.

Kalau ada  pengalaman dan tersedia peralatan, dapat dilakukan embolisasi a.iliaka interna dengan bantuan transkateter. Semua laserasi yang ada sebelumnya harus dijahit.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *