Penanganan Jika Terjadi Syok Pada Kebidanan

http://www.ibudanbalita.netJika terjadi syok, tindakan yang harus segera dilakukan antara lain sebagai berikut.

1. Cari dan hentikan segera penyebab perdarahan

2. Berihkan saluran napas dan beri oksigen atau pasang selang endotrakheal.

3. Naikkan kaki ke atas untuk meningkatkan aliran darah ke sirkulasi sentral.

4. Pasang 2 set infuse atau lebih untuk transfuse, cairan infuse dan obat-obat I.V. bagi pasienyang syok. Jika sulit mencari vena, lakukan/pasang kanul intrafemoral.

5. Kembalikan volume darah dengan:

a. Darah segar (whole blood) dengan cross-metcbed dari grup yang sama, kalau tidak tersedia berikan darah O sebagai life-saving.

b. Larutan kristaloid: seperti ringer laktat, larutan garam fisiologis atau glukosa 5 %. Larutan-larutan ini mempunyai waktu paruh (balf life) yang pendek dan pemberian yang berlebihan dapat menyebabkan edema paru.

c. Larutan koloid: dekstran 40 atau 70, fraksi protein plasma (plasma protein fraction), atau plasma segar.

 6. Terapi obat-obatan

a. Analgesic: morfin 10 – 15 mg I.V. jika ada rasa sakit, kerusakan jaringan atau gelisah.

b. Kartikosteroid: hidrokortison 1 g atau deksametason 20 mg I.V. pelan-pelan. Cara kerjanya masih controversial; dapat menurunkan resistensi perifer dan meningkatkan kerja jantung dan meningkatkan perfusi jaringan.

c. Sodium bikarbonat: 100 mEq I.V.jika terdapat asidosis.

d. Vasopresor: untuk menaikkan tekanan darah dan mempertahankan perfusi renal.

  • Dopamin: 2,5 mg/kg/menit I.V. sebagai pilihan utama
  • Beta-adrenergik stimulant: isoprenalin 1 mg dalam 500 ml glukosa 5 % I.V. infuse pelan-pelan.

7. Monitoring

a. Central venous pressure (CVP): normal 10 -12 cm air

b. Nadi

c. Tekanan darah

d. Produksi urin

e. Tekanan kapiler paru: normal 6 – 18 Torr

Perbaikan klinik: pucat, sianosis, sesak, keringat dingin, dan kesadaran


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *