Pemberian Cairan Intravena

http://www.ibudanbalita.netCairan intravena diberikan pada tahap awal untuk persiapan mengantisipasi kalau kemudian penambahan cairan dibutuhkan.

Pemberian cairan infuse intravena selanjutnya baik jenis cairan, banyaknya cairan yang diberikan, dan kecepatan pemberian cairan harus sesuai dengan diagnosis kasus.

Misalnya, pemberian cairan untuk mengganti cairan tubuh yang hilang pada syok hipovolemik seperti pada perdarahan berbeda dengan pemberian cairan pada syok septic.

Loading...

Pada umumnya dipilih cairan isotonic, misalnya NaCI 0,9 % atau Ringer Laktat. Jarum infuse yang digunakan sebaiknya nomor 16 – 18 agar cairan dapat dimasukkan secara cepat.

Pengukuran banyaknya cairan infus yang diberikan sangat penting. Berhati-hatilah agar tidak berlebihan memberikan cairan intravena terlebih lagi pada syok septic. Setiap tanda pembengkakan, napas pendek, dan pipi bengkak, kemungkinan adalah tanda kelebihan pemberian cairan.

Apabila hal ini terjadi, pemberian cairan dihentikan. Di uretika mungkin harus diberikan bila terjadi edema paru-paru.

MENARIK:  Cara Menjaga Kebersihan dan Keamanan dalam Persalinan


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading...