Ibu Menyusui Dengan Keadaan TBC dan Hepatitis B

http://www.ibudanbalita.netIbu dengan TBC Paru

Kuman TBC tidak melalui ASI sehingga bayi boleh menyusu ibu. Ibu perlu diobati secara adekuat dan diajarkan pencegahan penularan ke bayi dengan menggunakan masker.

Bayi tidak langsung diberi BCG oleh karena efek proteksinya tidak langsung terbentuk. Walaupun sebagian obat anti-TBC melalui ASI, kadarnya tidak cukup sehingga bayi tetap diberikan profilaksis dengan INH dosis penuh.

Loading...

Pengobatan TBC pada ibu memerlukan waktu paling kurang dari 6 bulan. Setelah 3 bulan pengobatan secara adekuat, biasanya ibu sudah tidak menularkan lagi, dan pada bayi dilakukan uji Mantoux. Bila hasilnya negative, terapi INH di dalam darah sudah sangat rendah sehingga BCG bias “jadi”.

Ibu dengan Hepatitis B

Transmisi virus Hepatitis B sekitar 50 % apabila ibu tertular secara akuut sebelum, selama, atau segera setelah kehamilan.

Transmisi, kalau terjadi, biasanya adalah selama masa persalinan. HbsAg ditemukan di dalam ASI, tetapi dokumentasi mengenai transmisi melalui ASI tidak banyak. Ibu dengan HbsAg (+) boleh menyusui asalkan bayinya telah diberikan vaksin Hepatitis B bersama dengan immunoglobulin spesifik Hblg.

MENARIK:  Tanda Dan Cara Penanganan Kuning Pada Bayi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading...