Berak Darah atau BAB Berdarah Pada Bayi

Berak Darah atau BAB Berdarah Pada BayiIBUDANBALITA.NET – Berak darah (BAB berdarah) pada bayi seringkali kita temukan. Dalam keadaan demikian, biasanya orang tua menjadi panik dan tidak tau harus berbuat bagaimana.

Pasalnya, BAB berdarah pada bayi tidak boleh disamakan kasusnya dengan berak darah pada orang dewasa. Selain itu, kondisi fisik bayi dengan orang dewasa tidaklah sama.

Dikutip dari situs ayahbunda.co.id, untuk mengidentifikasi BAB berdarah pada bayi perlu diperiksa dulu konsistensi (kepadatan) tinjanya, apakah masih seperti pasta atau odol yang artinya normal, atau sudah berupa bubur bahkan lebih cair yang artinya sudah abnormal.

Loading...

Pada bayi, BAB berdarah dapat diketahui lokasi dan sumber perdarahannya dengan memeriksa secara seksama bentuk perdarahan yang muncul.  Ada 3 jenis perdarahan yang muncul pada BAB berdarah, antara lain:

  1. Pseudo melena (maroon stool), kotoran bercampur darah yang warnanya merah kehitaman
  2. Melena (occult bleeding), biasanya darahnya hitam seperti kopi dan kalau disiram air baru ada bagian yang berwarna merah
  3. Darah segar yang keluar melalui anus atau hematokezia.

Darah melena dan pseudo melena berasal dari saluran cerna bagian atas. Hal ini biasanya disebabkan oleh adanya tumor di usus halus, atau adanya gangguan pembuluh darah (angiodisplasia).

MENARIK:  Mencegah Penyakit Pneumonia Pada Anak

Jika darah yang keluar saat BAB berupa darah merah segar, dapat dipastikan sumber perdarahannya berasal dari saluran cerna bagian bawah. Hal ini biasanya disebabkan oleh wasir, polip, radang (kolitis), kanker, atau kolon yang melintir (striktur kolon). Dari semua masalah itu yang paling sering adalah hematokezia.

Jika BAB berdarah bayi tidak disertai demam, kemungkinan bisa disebabkan karena faktor non-infeksi. Namun jika BAB mencret berdarah dan berlendir, apalagi bila disertai demam sebenarnya dapat dicurigai adanya:

Disentri akibat infeksi bakteri

Meski tidak selalu demikian, terutama pada bayi di bawah 1 tahun, mengingat bayi seringkali masih mendapat ASI dan kebersihan makanannya masih terjaga.

Alergi Protein Susu Sapi

Alergi terhadap protein susu sapi akibat kondisi saluran cerna yang belum matang atau sempurna, atau karena adanya latar belakang alergi pada bayi, juga dapat menyebabkan terjadinya BAB berdarah pada bayi.

Jika BAB berdarah atau berlendir pada bayi berlangsung lebih dari 3 hari, sebaiknya Bunda segera ke dokter spesialis anak untuk mendapat tindakan yang tepat sebelum terlambat.

 

MENARIK:  Ibu Lebih Bijak Dalam Memilih Popok Bayi


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading...