10 Langkah Resusitasi Bayi

http://www.ibudanbalita.netLangkah Awal Resutitasi

1. Tempatkan bayi di bawah pemanas radian/ infant warmer.

2. Letakkan bayi terlentang pada posisi setengah tengadah untuk membuka jalan napas. Sebuah gulungan handuk diletakkan di bawah bahu untuk membantu mencegah fleksi leher dan penyumbatan jalan napas.

3. Bersihkan jalan napas atas dengan mengisap mulut terlebih dahulu kemudian hidung, dengan menggunakan bulb syringe, alat pengisap lendir, atau kateter pengisap. Perhatikan untuk menjaga bayi dari kehilangan panas setiap saat.

Catatan : pengisapan dan pengerigan tubuh dapat dilakukan bersama bila air ketuban bersih dari mekonium.

4. Pengisapan yang kontinyu dibatasi 3 – 5 detik detik pada satu pengisapan. Mulut diisap terlebih dahulu untuk mencegah aspirasi.

5. Pengisapan lebih agresip hanya boleh  dilakukan jika terdapat mekonium pada jalan napas (kondisi ini dapat mengarah ke bradikardia). Bila terdapat   mekonium dan bayi tidak bugar, lakukan pengisapan dari trakea.

6. Keringkan,  stimulus, ganti kain yang basah dengan kain yang kering, dan reposisi kepala.

7. Tindakan yang dilakukan sejak bayi lahir sampai reposisi kepala dilakukan tidak  lebih dari 30 detik.

8. Menilai pernapasan.

9. Jika bayi mulai pernapasan

10. Jika bayi mulai bernapas secara teratur dan memadai, periksa denyut jantung. Jika denyut jantung > 100 kali/ menit dan bayi tidak mengalami sianosis, hentikan resusitasi. Akan tetapi, jika sianosis ditemui, berikan oksigen aliran bebas.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *