Tindakan Pencegahan Infeksi dan Antiseptik yang Sering Digunakan

http://www.ibudanbalita.netAntiseptic

Mengacu pada pencegahan infeksi dengan cara membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada kulit atau jaringan tubuh lainnya.

Larutan yang sering digunakan:

1. Alcohol (60-90%)

2. Setrimid berbagai konsentrasi: savlon

3. Klorheksidin glukonat (4%): Hibiscrub, Hibitane, Hibiclens

4. Heksaklorofen (3%): Phisohex

5. Paraklorometaksilenol: Dettol

6. Iodine

7. Iodofor, berbagai konsentrasi: Betadine.

Mencuci dan membilas

Tindakan-tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan semua darah, cairan tubuh, atau benda asing dari kulit atau instrument.

Disinfeksi

Tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan hampir semua mikroorganisme penyebab penyakit pada benda-benda mati atau instrument. Larutan yang digunakan adalah klorin 0,5%.

Disinfeksi tingkat tinggi (DTT)

Tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan semua mikroorganisme kecuali endospora bakteri adalah dengan cara merebus atau secara kimiawi.

1. Perebusan dalam air mendidih selama 20 menit

2. Klorin 0,5% selama 20 menit dan glutaraldehid 2% (cydex).

Sterilisasi

Tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan semua mikroorganisme (bakteri, jamur, parasit, dan virus) termasuk endospora bakteri pada benda-benda mati atau instrument.

Tindakan-tindakan pencegahan infeksi

Terdapat berbagai praktik pencegahan infeksi yang membantu mencegah mikoorganisme berpindah dari satu individu ke individu lainnya dan menyebarkan infeksi.

1. Cuci tangan

2. Memakai sarung tangan

3. Memakai perlengkapan pelindung (celemek, kaca mata, sepatu tertutup)

4. Menggunakan asepsis atau tehnik aseptic

5. Memproses alat bekas pakai

6. Menangani alat peralatan tajam dengan aman

7. Menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan serta pembuangan sampah secara benar.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *