Solusio Plasenta dan Tali Pusat

http://www.ibudanbalita.netSolusio plasenta

Solusio plasenta adalah peristiwa terlepasnya plasenta yang letaknya normal dari dinding uterus sebelum waktunya. Kelainan ini terjadi pada sekitar 1% kehamilan tetapi menyebabkan tingkat kematian perinatal sekitar 20-60%.

Lokasi pelepasan plasenta bisa di daerah retroplasenta atau didaerah marginal. Pelepasan plasenta didaerah retroplasenta terjadi karena rupture arteri spiralis, sedangkan pelepasan plasenta didaerah marginal terjadi karena rupture vena-vena marginalis.

Solusio plasenta seringkali tidak terdiagnosis melalui pemeriksaan USG, meskipun secara klinis terdapat petanda kuat adanya solusio plasenta (perdarahan pervaginam, nyeri abdomen, uterus yang sensitive, dan mungkin janin telah mati).

Hal ini terutama terjadi pada solusio plasenta marginal, kemungkinan karena perdarahan intrauterine mengalir keluar melalui serviks uteri dan tidak membentuk hematoma didalam kavum uteri.

Solusio plasenta yang dapat terdeteksi melalui pemeriksaan USG seringkali memberikan prognosis yang lebih buruk jika dibandingkan dengan solusio plasenta yang tidak terdeteksi.

Tali Pusat

Tali pusat berisi dua arteri umbilical yang mengalirkan darah “kotor” (berisi zat metabolit) dari janin ke plasenta, dan sebuah vena umbilical yang mengalirkan darah segar (kaya akan oksigen dan nutrient) dari plasenta ke janin.

Ketiga pembuluh darah umbilical berada di dalam jaringan mukoid  dan dibungkus selaput amnion. Diameter arteri umbilical sekitar 0,4 cm, lebih kecil dari vena umbilical (1 cm), tetapi mempunyai lapisan muscular yang lebih tebal.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *