Tumor dan Perlekatan Abnormal Pada Plasenta

http://www.ibudanbalita.netPerlekatan Abnormal Plasenta

Ada beberapa istilah yang digunakan untuk menyatakan perlekatan abnormal plasenta pada dinding uterus, seperti plasenta akreta, plasenta kreta, dan plasenta adesiva.

Dalam perkembangannya plasenta melekat pada dinding uterus melalui desidua basalis. Kadang-kadang desidua basalis tidak terbentuk sempurna sehingga vili korionik melekat langsung pada miometrium (plasenta akreta), menginvasi lapisan mio metrium (plasenta inkreta), bahkan menembus lapisan miometrium dan serosum uterus (plasenta perkreta). Ketiga jenis kelainan implantasi plasenta ini seringkali digeneralisasi dan disebut sebagai plasenta akreta.

Diagnosis plasenta akreta melalui pemeriksaan USG menjadi lebih mudah bila implantasi plasenta berada di SBU bagian depan. Lapisan miometrium dibagian basal plasenta terlihat menipis atau menghilang. Pada plasenta perkreta vena-vena subplasenta terlihat berada dibagian dinding kandung kemih.

Tumor Plasenta

Tumor yang sering terdapat pada plasenta adalah korioangioma (korangioma). Pada pemeriksaan USG, korioangioma terlihat sebagai massa padat (hiperekoik atau hipoekoik) yang letaknya di daerah subkorionik dan seringkali menonjol dari permukaan fetal plasenta.

Letak tumor biasanya berdekatan dengan tempat insersi tali pusat. Tumor yang kecil dan letaknya intraplasenta sulit terdeteksi dengan USG. Korioangioma sulit dibedakan dari perdarahan plasenta. Dengan pemeriksaan Doppler akan terlihat gambaran vaskularisasi pada tumor, sedangkan pada perdarahan plasenta tidak terlihat.

Tumor plasenta lainnya yang lebih jarang dijumpai adalah teratoma.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *