Ultrasonografi Kelainan Kromosom dan Kehamilan

http://www.ibudanbalita.netUltrasonografi Kelainan Kromosom (Genetic Sonography)

Pemeriksaan USG bermanfaat untuk mencari kemungkinan adanya kelainan kromoson pada kehamilan trimester I. Hal ini dilakukan mulai kehamilan 11 minggu, setelah perkembangan struktur janin cukup jelas untuk dipelajari.

Kelainan janin yang bisa diketahui melalui USG adalah nuchal translucency (NT) dan tidak terbentuknya tulang hidung. Nuchal translucency merupakan gambaran penebalan anekoik yang disebabkan olehedema yang terjadi di daerah tengkuk janin.

Kelainan-kelainan ini mempunyai korelasi yang kuat dengaan kejadian kelainan kromoson. Bila dijumpai kelainan ini sebaiknya dilakukan pemeriksaan kromoson (karyotyping) melalui chorionic villus sampling (CVS) pada kehamilan 10 – 13 minggu, atau amniosentesis pada kehamilan 14 – 18 minggu.

Tindakan Intervensi pada Kehamilan Trimester I

Beberapa tindakan intervensi tertentu pada kehamilan trimester I menjadi lebih aman apabila dikerjakan dengan bimbingan USG, misalnya

1. CVS;

2.  pengangkatan IUD pada kehamilan;

3. pungsi kista, untuk mencegah komplikasi kista (terpuntir atau pecah), atau untuk menghilangkan kista yang menghalangi jalan lahir; dan

4. tindakan pengurangan jumlah mudigah (fetal reduction) pada kehamilan kembar lebih dari dua, untuk mengurangi risiko prematuritas. Dahulu tindakan intervensi dilakukan jugapada kehamilan etoipk, untuk memberikan obat (seperti methoretxate) secara langsung ke lokasi KE.

Ultrasonografi Kehamilan Trimester II dan III

Pemeriksaan USG pada kehamilan trimester II dan III dilakukan dengan cara transabdominal tanpa persiapan kandung kemih. Pada kondisi tertentu pemeriksaan dilakukan melalui kandung kemih yang setengah terisi atau dengan USG-TV, misalnya untuk menilai letak plasenta, ketebalan segmen bawah uterus (SBU), kondisi serviks, dan tumor pelvik.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *