Tehnik Pemeriksaan USG Transabdominal

http://www.ibudanbalita.netPemeriksaan USG Transabdominal

Transduser (probe) yang digunakan untuk pemeriksaan USG-TA adalah jenis linear atau konveks. Transduser jenis konveks lebih populer digunakan pada saat ini karena dapat menampilkan lapang pandangan yang lebih luas dibandingkan jenis linear. Pemeriksaan USG-TA terutama dikerjakan pada kehimilan trimester II dan III.

Pada kehamilan trimester I pemeriksaan USG-TA sebaiknya dikerjakan melalui kandung kemih yang terisi penuh (sehingga disebut juga pemeriksaan USG transvesikal), gunanya untuk menyingkirkan usus keluar dari rongga pelvik, sehinga tidak menghalangi pemeriksaan genitalia interna. Massa usus yang berisi gas akan menghambat transmisi gelombang ultrasonik.

Pemeriksaan USG-TA mempunyai beberapa kerugian. Kandung kemih yang penuh akan mengganggu kenyamanan pasien dan pemeriksa.

Kandung kemih yang terlampau penuh akan mendesak genitalia interna ke posterior, sehingga letaknya di luar dayajangkau transduser.

Uterus mudah mengalami kontraksi, sehingga kantung gestasi di dalam uterus ikut tertekan dan bentuknya mengalami distorsi. Keadaan-keadaan ini akan mempersulit pemeriksaan. Adanya mudigah di dalam kantung gestasi dapat luput dari pemeriksaan.

Pemeriksaan USG-TA tanpa persiapan kandung kemih pada kehamilan trimester I dapat dikerjakan dengan cukup memuaskan pada pasien yang kurus, dengan dinding perut yang tipis dan uterus anteversi.

Pada kehamilan trimester II dan III uterus telah cukup besar dan letaknya di luar rongga pelvik. Volume cairan amnion sudah cukup banyak. Pemeriksaan USG-TA dapat dikerjakan tanpa memerlukan persiapan kandung kemih.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *