Manfaat Berhubungan Seks Saat Hamil

Manfaat Berhubungan Seks Saat HamilMelakukan hubungan intim atau seks bagi suami istri merupakan hal yang wajar dan tidak  dilarang, karena seks merupakan kewajiban bagi setiap pasangan yang sedang membina sebuah keluarga, walaupun jika seorang istri dalam keadaan hamil.

Berhubungan seks saat hamil aman dan tetap disarankan oleh para dokter. Asalkan kehamilan sehat dan kuat, bercinta saat hamil justru memberikan banyak manfaat, baik bagi istri maupun suami.

Sebagian orang mengkhawatirkan kesehatan dan keselamatan janin yang sedang berada di dalam kandungan jika melakukan seks bersama suami. Tentu hal ini tidak sepenuhnya benar, walaupun keadaan seorang perempuan sedang dalam keadaan hamil bukan berarti berhenti untuk berhubungan seks. Yang perlu Anda ketahui adalah bahwa ada manfaat dalam berhubungan seks selama seorang wanita sedang hamil dan bahkan sangat disarankan untuk melakukannya, dan akan lebih baik jika sampai mencapai orgasme.

Orgasme pada ibu hamil dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks dan dapat mengatasi berbagai ketidaknyamanan lain yang dialami saat masa kehamilan seperti mual dan muntah, otot-otot yang menjadi kaku, kaki bengkak, hingga perasaan mudah kesal atau mudah marah.

Sebenarnya seks boleh saja dilakukan asal kehamilan dalam kondisi sehat dan kuat. Menurut dokter spesialis kebidanan UF Bagazi, SpOG, saat hamil seks bisa dilakukan sejak trimester pertama sampai ketiga, tergantung kenyamanan pasangan.

Berhubungan seks justru dianjurkan selama hamil, bahkan lebih baik lagi bila Anda bisa sampai mencapai orgasme. Orgasme pada ibu hamil bisa membuat tubuh menjadi lebih rileks dan bisa mengurangi rasa tidak nyaman selama kehamilan, misalnya mual dan muntah, kaki bengkak, otot menjadi kaku, hingga perasaan mudah kesal atau marah.

Manfaat lain berhubungan seks saat hamil, seperti :

1.   Meningkatkan keintiman

Seks tak hanya bisa memenuhi kebutuhan biologis saja, melainkan juga bisa meningkatkan keintiman pasangan. Saat hamil mungkin kemesraan akan sedikit berkurang karena cenderung lebih memperhatikan kehamilannya. Dengan berhubungan seks maka rasa penolakan antara kedua pasangan akan terhalaukan. Hubungan antara suami istri bisa kembali mesra seperti sebelumnya.

2.   Meningkatkan sirkulasi darah

Seks dapat memicu produksi adrenalin dan meningkatkan denyut jantung sehingga dapat meningkatkan sirkulasi darah. Alhasil, suplai oksigen ke seluruh tubuh termasuk janin menjadi lebih lancar.

3.   Analgesik

Saat melakukan hubungan seks dengan pasangan, tubuh akan memproduksi hormon bahagia, yaitu erdorfin. Hormon ini bisa mengurangi rasa nyeri atau berfungsi sebagai analgesik.

 4.   Kulit halus

Selain memproduksi erdofin, berhubungan seks saat hamil bisa meningkatkan produksi hormon estrogen. Jadi, selain menyenangkan seks juga bisa membuat kulit menjadi lebih halus.

5.   Membakar lemak

Seks diketahui bisa meningkatkan pembakaran lemak, termasuk saat sedang hamil. Dengan melakukan hubungan seks maka berat badan tidak naik berlebihan saat hamil.

6.   Penghilang stress

Seiring perkembangan janin dalam perut, tubuh akan terasa kurang nyaman. Umumnya, wanita hamil akan sering merasa pusing dan stres akibat kondisi tubuh kurang nyaman. Salah satu cara untuk menghilangksn stress pada ibu hamil adalah dengan melakukan hubungan seks. Seks bisa membantu melepaskan ketegangan fisik dan mental yang ditimbulkan akibat kehamilan.


9 Komentar Pembaca untuk “Manfaat Berhubungan Seks Saat Hamil

  1. ay mau tanya saya sudah melakukan hubungan intim dengan lacar saya di saat saya sedang menstruasi apakah itu sangat berbahaya bagi saya saat menstruasi lagi

  2. tRims,,,
    InFonya sangAt bagus n mmbuAt pNgetahuan smakiN bertambah,,,
    sy mw nany, saat janin masih dalam kandungan meminum air ketuban adalah hal biasa,,,,
    Kmudian ad kasus yg menyatakan pd saat inpartu bayi meminum air ketuban shg cyanosis,
    Bsa tlong djelaskan mekanismenya?
    Terimakasih,,,,

    1. menurut saya itu karena terjadi aspirasi saat minum air ketuban. jadi air yg masuk ke mulut itu tidak masuk ke saluran pencernaan melainkan masuk ke saluran pernapasan sehingga menggganggu airway/jalan napas si bayi. ventilasi si bayi terganggu, otomatis difusi O2 nya juga terganggu, yg pada akhirnya kebutuhan O2 tubuh tidak tercukupi, sianosislah dia.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *